BolaSkor.com - Dewa United Banten FC akan tampil tanpa Damian Lowe saat menghadapi PSIM Yogyakarta pada pertandingan pekan ke-26 Super League 2025/2026 di Banten International Stadium (BIS), Serang, Jumat (3/4).
Pelatih Dewa United Banten FC, Jan Olde Riekerink, memilih mengistirahatkan Damian Lowe dalam laga tersebut.
Meski jadi andalan baru Dewa United di lini belakang setelah direkrut di awal putaran kedua, kondisi Damian Lowe dinilai tidak akan maksimal jika dipaksakan main.
Baca Juga:
Libur Panjang Bukan Masalah, Dewa United Bawa Misi Khusus Lawan PSIM
Jan Olde Riekerink Diultimatum Bawa Dewa United Banten FC Finis di 5 Besar Super League Musim Ini
Manajemen Dewa United Banten FC Segera Evaluasi Jan Olde Riekerink
Damian Lowe baru saja kembali usai membela timnas Jamaika di babak play-off antarkonfederasi Kualifikasi Piala Dunia 2026 kontra Kongo di Stadion AKRON, Meksiko, Rabu (1/4) WIB.
Meski tidak bermain di laga itu, Damian Lowe harus melakoni perjalanan panjang dari Meksiko ke Indonesia. Sehingga, Jan Olde memilih untuk mengistirahatkan Damian.
"Waktunya terlalu singkat. Mereka (Jamaika) kalah dalam pertandingan melawan Kongo. Skornya 1-0. Kemudian dia harus melakukan perjalanan. Saya pikir, berapa jam, 26 jam. Ada perbedaan waktu. Jadi, bagi kami, saya pikir lebih baik fokus pada pemulihan," kata Jan Olde Riekerink.
Waspadai PSIM Racikan Jean Paul Van Gastel

Selebrasi pemain PSIM Yogyakarta usai merobek gawang Persijap. (X)
Laga Dewa United Banten FC vs PSIM Yogyakarta akan menjadi ajang adu taktik di antara dua pelatih asal Belanda.
Jan Olde Riekerink di Dewa United Banten FC dan Jean Paul Van Gastel di PSIM Yogyakarta.
Meski belum semusim menukangi PSIM, Jan Olde menilai Van Gastel melakukan pekerjaannya dengan sangat baik.
Sebagai tim promosi, PSIM mampu bersaing dengan tim lain dan saat ini ada di peringkat 8. Dari 25 laga, PSIM baru lima kali menelan kekalahan.
Catatan laga tandang PSIM juga menjadi satu di antara yang terbaik. Dari 13 pertandingan tandang, Laskar Mataram meraih lima kemenangan, lima imbang, dan hanya menelan tiga kekalahan.
"Mereka bisa memainkan sepak bola reaktif di pertandingan tandang lebih dari di pertandingan kandang. Tetapi saya rasa mereka sangat terorganisir dan saya rasa mereka sangat lincah. Jadi, jika Anda melihat itu sebagai cerminan dari pelatih, maka saya rasa dia melakukan pekerjaan yang baik," ujar Jan Olde.