BolaSkor.com - Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong (STY), kabarnya dijatuhi sanksi berat oleh Federasi Sepak Bola Korea Selatan atau KFA. Menurut laporan dari media Korsel, Channel A, STY disanksi 10 tahun oleh KFA.
Hukuman tersebut dijatuhkan kepada STY karena kontroversi dan dugaan pelanggaran etik ketika menukangi klub elite Korsel, Ulsan HD.
Awalnya, sanksi dijatuhkan oleh Pusat Etika Olahraga yang berada di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan pada Mei lalu.
Sanksi dari Federasi Sepak Bola Korea Selatan kepada STY
Federasi Sepak Bola Korea Selatan atau KFA lalu menggelar rapat bersama Komite Fair Play untuk membahas keputusan Pusat Etika Olahraga.
Baca Juga:
Nadeo Argawinata Bangga Gabung Persija, Siap Berjuang Bawa Macan Kemayoran Berprestasi
Cyrus Margono Jadi Korban Kedatangan Nadeo Argawinata dan Aqil Savik ke Persija
Persija Hati-hati di Piala Presiden 2026, STY Takut Pemain Cedera Seperti Ole Romeny
KFA lalu menjatuhkan berbagai sanksi, meliputi penangguhan kualifikasi (hingga 10 tahun), penangguhan dari kompetisi, dan pengusiran permanen.
Tindakan disiplin ini hanya berlaku di Korea sejak tanggal pemberitahuan, yang artinya STY masih bisa melatih di luar negaranya, termasuk di Indonesia bersama Persija.
Penyebab STY Disanksi 10 Tahun
STY disanksi setelah mantan pemainnya di Ulsan HD, Jeong Seung-hyun mengaku ditampar oleh pelatih Korsel di Piala Dunia 2018 itu. Seung-hyun menyebut tamparan itu bukan lelucon.
STY juga dilaporkan atas tuduhan perselisihan dengan beberapa pemain dan kecurigaan bermain golf selama pertandingan tandang.
Sang pelatih sempat merespons tuduhan mantan anak asuhnya itu dengan santai. Dia bahkan menyebut Jeong Seung-hyun sebagai salah satu pemain kesayangannya.
Dia pergi bersama saya ke Olimpiade dan Piala Dunia. Ketika meninggalkan Ulsan, dia orang terakhir yang saya temui,
kata STY dikutip dari XSportsnews.
STY Merasa Diperlakukan Tidak Adil

Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, tidak mau pemainnya cedera di Piala Presiden 2026. (Media Persija)
Terbaru, dalam sebuah wawancara dengan Media Korsel, Channel A, STY merasa diperlakukan tidak adil.
Pelatih baru Persija itu juga masih menimbang-menimbang respons atas hukuman yang dijatuhkan KFA.
Ada banyak aspek yang menurut saya tidak adil dan saya ingin mengungkapkan kebenaran, tetapi murid-murid (para pemain) saya bisa terluka dan suasana di dalam klub tidak baik,
ujar STY.
Bagaimana Nasib STY di Persija?
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, sanksi untuk STY ini hanya berlaku di Korea Selatan. Artinya, STY masih bisa menukangi Persija di Super League 2026/2027.
Namun, sampai artikel ini dirilis, belum ada pernyataan resmi dari STY maupun Persija mengenai permasalahan ini. Bolaskor.com sudah menghubungi Presiden Persija, Mohamad Prapanca, tetapi pesan yang dikirimkan belum direspons.

