Karena Thailand bukanlah Kamboja. Dari beberapa segi, Thailand memang jauh lebih baik dan berbahaya dari Kamboja. Akan sangat riskan, jika Indonesia masih bermain seperti melawan Kamboja. Tanpa mengurangi rasa hormat pada sejawat saya Rahmad Darmawan, yang menukangi Timnas U-23, juga kepada para pemain yang sudah berusaha keras. Sesungguhnya penampilan Timnas U-23 kemarin itu, memang masih dibawah harapan. Dua hal yang mungkin perlu dibenahi dalam Timnas U-23, adalah kerjasama tim atau team work belum bekerja bagus. Begitupun koordinasi antar lini juga belum berjalan mulus. Selain itu, penyelesaian akhir juga perlu diperbaiki. Saat melawan Kamboja, sejumlah peluang brilian gagal dimanfaatkan. Ketenangan di kotak penalti mutlak diperlukan, dan tak terburu-buru dalam eksekusi. Di lini tengah, para pemain juga wajib fight. Ini perlu untuk mengimbangi lini tengah Thailand yang sangat kreatif. Mungkin memainkan Andik Vermansyah, Bayu Gatra, dan Egi Melgiansyah sejak menit awal, bisa membantu Yandi Sofyan atau Fandi Eko Utomo di depan. Tidak kalah penting, lini belakang wajib fokus dan militan selama pertandingan. Tak bisa dipungkiri, daya serang Thailand jauh lebih berbahaya dari Kamboja. Kesalahan kecil di lini belakang bisa berakibat fatal. Ingat, pelatih Thailand, Kiatisuk Senamuang, adalah mantan striker terbaik Thailand era 1990. Dia punya kapasitas membuat timnya tajam dalam penyerangan. Well, secara materi, skuat "Garuda Muda" sebenarnya sudah cukup komplit di segala lini. Dengan pemain seperti Andik Vermansyah, Diego Michels, Andri Ibo, Alfin Tualasamony, Ramdani Lestaluhu, Bayu Gatra, Egi Melgiansyah, Rizky Pellu, Kurnia Meiga dan lainnya. Jika mampu bermain secara tim, tentunya akan menghasilkan sebuah tim yang solid, karena ditunjang pemain yang secara kualitas rata-rata sangat baik. Diluar aspek teknis, mungkin yang perlu juga ditanamkan tim Indonesia adalah responsbility atau tanggungjawab. Para pemain saat masuk ke lapangan harus ada rasa tanggungjawab yang tertanam dulu. Tanggungjawab terhadap diri sendiri, terhadap tim, terhadap pelatih, juga terhadap bangsanya. Rasa tanggungjawab, akan membuat pemain tak bisa main-main saat di lapangan. Dia akan bertanggungjawab terhadap setiap bola yang datang ke kakinya, terhadap tugas-tugasnya. Jika dia lalai sedikit saja, itu akan berpengaruh pada permainan tim. Selain itu, semangat juang atau fighting spirit, adalah ruh-nya bermain bola. Jika sudah di lapangan pemain tak lagi memikirkan hal-hal diluar lapangan, mereka wajib fokus. Ibarat perang, tak ada jalan untuk lari dari pertempuran. Jawabannya hanyalah berjuang untuk menang, apalagi jika pertandingan itu menyangkut nama bangsa. Dengan fighting spirit, kekurangan dari segi lain akan tertutupi. Setidaknya pemain diajarkan untuk tidak menyerah sebelum pertandingan selesai, dan tidak gampang menyerah ketika usaha keras di lapangan belum kanjung membuahkan hasil. Selamat BERJUANG anak-anak bangsa. Kibarkan Merah Putih lebih tinggi dari bendera negara lain. Salam hangat saya sebagai pendukung timnas Indonesia, Nil Maizar Terimakasih untuk Bolaskor.com
Catatan Kecil Seorang Nil Maizar Untuk Timnas U-23
BolaSkor - Kamis, 12 Desember 2013
- #Andik Vermansyah
- #Yahoo
- #Bola
- #Catatan Kecil Nil Maizar Untuk Timnas U-23
- #Bayu Gatra
- #Timnas U-23
- #Diego Michels
- #Nil Maizar
- #Egi Melgiansyah
- #Bing
- #Alfin Tualasamony
- #Sea Games 2013
- #Skor
- #Bolaskor.com
- #Rahmad Darmawan
- #Ramdani Lestaluhu
- #Rizky Pellu
- #Kurnia Meiga
Bagikan
BERITA TERKAIT
Senin, 26 Januari 2026
Satu Anak Satu Bola, Langkah Nyata Menyiapkan Masa Depan Sepak Bola Indonesia
Selasa, 14 Oktober 2025
RD Pimpin Latihan Persipura, Bernostalgia Setelah 20 Tahun Lamanya
PILIHAN EDITOR
Rabu, 03 Juni 2026
Profil 11 Stadion Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat
Rabu, 03 Juni 2026
Sejumlah Rekor yang Bisa Dipecahkan Lionel Messi di Piala Dunia 2026
Rabu, 03 Juni 2026
5 Klub yang Paling Banyak Sumbang Pemain ke Piala Dunia 2026: Manchester City Nomor Satu
Selasa, 02 Juni 2026
Tua-tua Keladi, 6 Pemain di Atas 40 Tahun yang Mentas pada Piala Dunia 2026
Senin, 01 Juni 2026
Profil Grup L Piala Dunia 2026: Inggris dan Kroasia Saling Sikut, Ghana Kuda Hitam
Minggu, 31 Mei 2026
Arsenal Perlu Berevolusi setelah Kalah dari PSG di Final Liga Champions
Minggu, 31 Mei 2026
5 Klub Tersubur dalam Sejarah Liga Champions, PSG Samai Barcelona
Jumat, 29 Mei 2026