BolaSkor.com - Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares meminta para pendukung untuk melampiaskan kekecewaan kepadanya alih-alih kepada para pemain.
Klub berjuluk Green Force tersebut tengah dalam tekanan. Permainan Rachmat Irianto dkk tak mencerminkan skuad yang bersaing memperebutkan gelar.
Walau sempat tak terkalahkan dalam lima laga awal, penampilan Persebaya dianggap tak cukup baik. Puncaknya terjadi saat mereka ditaklukkan PSM Makassar pada tengah pekan lalu.
Baca Juga:
Persebaya (BolaSkor/Arjuna Pratama)
Alex Martins yang gagal menyelesaikan penalti jadi sorotan. Termasuk beberapa pemain lain seperti Yuran Fernandes yang mencetak gol bunuh diri untuk 'memenangkan' mantan timnya.
Persebaya pun terlempar ke peringkat 10 dengan sembilan poin. Walau sebetulnya hanya tertinggal enam poin saja dari Persija Jakarta di puncak klasemen.
Para pemain merasakan hal ini. Apa yang suporter katakan, para pemain juga merasakannya. Dan sebagai pelatih, tidak ada, tidak ada seorang pun yang lebih frustrasi,
ungkapnya.
"Ketika kami menganalisis pertandingan dan menyelesaikan laga, kami melakukan ini dan itu dengan baik, tetapi sayangnya akurasi kurang bagus, atau kami kurang beruntung," sambung pria asal Portugal itu.
Baca Juga:
Hasil Super League 2026/2027: Alex Martins Gagal Penalti, Persebaya Telan Kekalahan Perdana
Bingung Harus Menghadapi Gali Freitas
Dengan jeda waktu yang singkat, Persebaya sudah dipaksa bertarung kembali. Mereka akan menghadapi Madura United dalam laga bertajuk Derbi Suramadu.
Uniknya, dalam pertemuan yang berlangsung di Gelora Bung Tomo, Surabaya, Senin (26/10) malam, timnya akan kembali bertemu dengan Gali Freitas.
Winger asal Timor Leste itu sejatinya salah satu pemain Persebaya yang tampil brilian musim lalu. Tetapi di awal musim ini, manajemen memutuskan untuk meminjamkannya ke Madura United.
Baca Juga:
Ditahan PSS, Persebaya Semakin Terlihat Kehilangan DNA Aslinya
Bersama klub asal Pulau Garam itu, Gali Freitas melanjutkan performa terbaiknya. Ia menjadi salah satu dari tiga motor serangan bersama Dimitar Mitkov dan Danilo Santacruz.
"Dia keluar dari klub bukan karena apa yang dia lakukan di dalam lapangan, melainkan di luar lapangan. Saya tidak tahu bagaimana mungkin kita meminjamkan pemain ke sebuah klub dan kemudian pemain itu bisa bermain melawan kita, tapi itu bukan tanggung jawab saya," keluhnya.
"Saya percaya Gali akan memainkan pertandingan terpenting di hidupnya karena dia ingin membuktikan bahwa itu adalah keputusan yang salah. Menurut sudut pandang saya, Gali saat ini dengan enam pertandingan yang sudah dimainkan telah menunjukkan performa yang baik," tutup Tavares. (Arjuna Pratama)
