Bertanding di stadion Estadio Morumbi di kota Sao Paulo, Brasil menurunkan seluruh skuat terbaiknya tanpa terkecuali. Pelatih Brasil, Luis Felipe Scolari jelas ingin menggunakan uji coba melawan Serbia ini sebagai simulasi melawan Kroasia pada 12 Juni mendatang. Memulai pertandingan dengan tempo lambat, Brasil nampak kesulitan menembus pertahanan Serbia yang digalang oleh kapten Branislav Ivanovic dan menumpuk lima hingga enam pemain di depan kotak penalti pertahanan Serbia. Melalui sebuah serangan balik di menit kedelapan, aksi cut-inside bek kiri Serbia asal Manchester City, Aleksander Kolarov hampir membobol gawang Brasil yang dikawal oleh Julio Cesar. Sayang tembakan kaki kanan Kolarov melebar ke sisi kanan gawang Brasil. Menumpuk pemain di lini pertahanan membuat Serbia praktis hanya mengandalkan serangan balik cepat yang dimotori oleh Lazar Markovic dan Aleksandar Mitrovic untuk mengancam gawang Brasil. Aksi dari Aleksandar Kolarov di sisi kiri kembali membahayakan gawang Brasil. Beruntung, umpan silang Kolarov yang diblok oleh Julio Cesar dan menjadi bola liar berhasil dihalau oleh bek anyar PSG, David Luiz. Selang dua menit, kembali melalui sebuah serangan balik, Dusan Tadic yang lepas dari pengawalan di sektor kanan berhasil mengirimkan umpan matang kepada Alekasandar Mitorvic yang berdiri bebas di kotak penalti. Sayang tandukan Mitrovic masih melebar. Tempo lambat yang sama-sama dimainkan oleh kedua tim membuat jalannya pertandingan babak pertama agak monoton. Hingga turun minum pun, skor imbang 0-0 tidak berubah. Susunan Pemain Brasil (4-2-3-1) 12-Cesar; 6-Marcelo, 4-Luiz, 3-Silva, 2-Alves; 8-Paulinho, 17-Gustavo; 10-Neymar, 11-Oscar, 7-Hulk; 9-Fred Serbia (4-3-1-2) 1-Stojkovic; 18-Basta, 3-Tosic, 6-Ivanovic, 11-Kolarov; 19-Mitrovic, 10-Tadic, 16-Jojic; 14-Matic; 8-Petrovic, 21-Markovic
Bermain Lambat Dan Monoton, Brasil KesulitanBabak I
BolaSkor - Jumat, 06 Juni 2014
Bagikan
BERITA TERKAIT
Senin, 22 Juni 2026
Piala Dunia 2026: Cedera Hamstring, Raphinha Masih Dipertahankan Brasil
Sabtu, 20 Juni 2026
Klasemen Sementara Grup C-D Piala Dunia 2026: Brasil Ditempel Maroko dan Skotlandia, Amerika Serikat Segel Urutan Pertama
Sabtu, 20 Juni 2026
Piala Dunia 2026: Ancelotti Pastikan Neymar Comeback Lawan Skotlandia
Sabtu, 20 Juni 2026
Rating Pemain Brasil saat Melawan Haiti: Vinicius Junior, Semakin Bersinar di Bawah Arahan Carlo Ancelotti
Sabtu, 20 Juni 2026
Hasil Piala Dunia 2026: Tekuk Haiti 3-0, Brasil Raih Kemenangan Perdana
Jumat, 19 Juni 2026
Piala Dunia 2026: Timnas Brasil Kembali Tanpa Neymar Lawan Haiti
Minggu, 14 Juni 2026
Klasemen Sementara Grup C Piala Dunia 2026: Brasil di Bawah Skotlandia
Minggu, 14 Juni 2026
Piala Dunia 2026: Tegang, Alasan Brasil Gagal Menang Melawan Maroko
PILIHAN EDITOR
Minggu, 21 Juni 2026
Deniz Undav, dari Pekerja Pabrik Menjadi Kartu AS Jerman di Piala Dunia 2026
Minggu, 21 Juni 2026
Siapa Eloy Room? Mantan Anak Didik Patrick Kluivert yang Jadi Pahlawan Curacao
Sabtu, 20 Juni 2026
Turki Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Ketika Dominasi Statistik Tidak Berarti
Selasa, 16 Juni 2026
Tim-tim yang Mengakhiri Puasa Gol di Piala Dunia, dari Skotlandia hingga Swedia
Selasa, 16 Juni 2026
Daftar Langka Pelatih yang Kehilangan Jabatan saat Piala Dunia Berlangsung
Senin, 15 Juni 2026
Siapa Yasin Ayari? Mengapa Dia Tidak Merayakan Golnya ke Gawang Tunisia?
Minggu, 14 Juni 2026
Alex Grimaldo, Ahli Bola Mati Jebolan La Masia yang Hanya Kalah dari Lionel Messi
Minggu, 14 Juni 2026
Mengapa Pencetak Gol Terbanyak di Piala Dunia Justru Bisa Menjadi Pertanda Buruk?
Minggu, 14 Juni 2026
Profil Ayyoub Bouaddi: Wonderkid 18 Tahun Binaan Prancis yang Menyebrang ke Maroko, Bersinar Melawan Brasil di Piala Dunia 2026
Sabtu, 13 Juni 2026