Tempo cepat masih tetap tersaji di babak kedua, Atletico Madrid yang sudah unggul di babak pertama membuka peluang di menit 47 lewat tembakan kapten Gabi Fernandez. Sayang sepakan Gabi masih membentur tiang gawang. Los Rojiblancos terus memburu tambahan angka untuk mengamankan keunggulannya. Menit 63 Diego Costa berhasil lakukan penetrasi ke jantung pertahanan Milan. Ia kemudian mengirim umpan kepada Joao Miranda, sayang tandukan defender Brasil tersebut terlalu mudah untuk dimanakan Chritian Abbiati. Atletico Madrid kembali memperbesar kedudukannya lewat gol yang dicetak Raul Garcia di menit 71. Berawal dari umpan tendangan bebas Gabi Fernandez, tandukan Raul Garcia meluncur ke sudut kanan atas gawang tanpa mampu dihalau Christian Abbiati. Kedudukan menjadi 3-1 bagi tuan rumah, Milan semakin sulit mengejar ketinggalan. Tertinggal dua gol, Milan berusaha untuk memperkecil kedudukan. Robinho mendapat peluang emas di menit 73, menyambut umpan Kaka dari sisi kiri tendangan Robinho dari jarak dekat masih membentur mistar gawang Atletico. Perubahan yang coba dilakukan Clarence Seedorf dengan memasukan Giampaolo Pazzini menggantian Michael Essien di menit 69 juga belum membuahkan hasil. Milan yang unggul dalam penguasaaan bola tetap kesulitan menembus lini pertahanan Atletico, permasalahan dalam penyelesaian akhir manjadi penyebab Milan tak mampu mencetak angka. Mundurnya mental para pemain Milan, dimanfaatkan dengan sempurna oleh Diego Costa untuk mencetak gol keduanya dalam pertandingan ini di menit 85. Kerjasamanya dengan pemain pengganti Cristian Rodriguez kembali membobol gawang Milan untuk keempat kalinya. Atletico semakin jauh meninggalkan Milan. Hingga pertandingan usai skor 4-1 tak berubah, Atletico Madrid berhasil menginjak babak perempat final dengan skor agregat 5-1. Dalam laga ini, Milan sebenarnya lebih dominan dalam penguasaan bola dengan perbandingan 54 berbanding 46 persen. Namun anak asuh Clarence Seedorf tak mampu mengeksekusi sejumlah peluang yang didapat. Terbukti, dalam hal tembakan Atletico lebih unggul dibanding Milan. Los Rojiblancos mampu melepaskan 13 tembakan, 6 diantaranya mengarah ke gawang. Sedangkan Milan hanya mampu melepaskan tembakan ke arah gawang dari total 11 tembakan. Berikut ini cuplikan videonya : Atletico Madrid berhasil menembus fase perempat final Liga Champions setelah 17 tahun masa penantian. Terakhir kali Atletico menembus babak 16 besar adalah di musim 1996/1997. Kala itu Atletico harus tersingkir lewat drama adu penalti kontra Ajax Amsterdam setelah kedua tim hanya bermain imbang dengan skor agregat 1-1 Susunan Pemain : Atletico Madrid (4-4-1-1) : 13. Thibaut Courtois (GK); 20. Juanfran, 2. Diego Godin, 23. Miranda, 3. Filipe; 10. Arda Turan (Cristian Rodriguez'78), 14. Gabi Fernandez (C), 4. Mario Suarez, 6. Koke (Diego Ribas'81), 8. Raul Garcia (Jose Sosa'72); 19. Diego Costa Pelatih : Diego Simeone (Argentina) AC Milan (4-2-3-1) : 32. Christian Abbiati (GK); 25. Daniele Bonera, 13. Adil Rami, 28. Urby Emanuelson, 20. Ignazio Abate; 34. Nigel de Jong (Sulley Muntari'78), 15. Mickael Essien (Giampaolo Pazzini'69), 16. Andrea Poli, 22. Kaka, 23. Adel Taarabt (Robinho'64); 45. Mario Balotelli. Pelatih : Clarence Seedorf (Belanda)
Bantai Milan, Atletico Madrid Tembus Perempat FinalBabak 16 Besar Liga Champions
BolaSkor - Selasa, 11 Maret 2014
- #Clarence Seedorf
- #Diego Costa
- #Babak 16 Besar Liga Champions
- #Babak Kedua
- #Koke
- #Kaka
- #Diego Simeone
- #Umpan
- #Gabi Fernandez
- #Leg Kedua
- #Raul Garcia
- #Gol
- #Vicente Calderon
- #Penetrasi
- #Giampaolo Pazzini
- #Michael Essien
- #Robinho
Bagikan
BERITA TERKAIT
Selasa, 20 Oktober 2026
Prediksi Skor dan Link Live Streaming Stuttgart vs Atletico Madrid: Momentum Die Schwaben
Selasa, 13 Oktober 2026
Ketika "Seedorf dari Stockport" Bertemu Sang Legenda
Selasa, 13 Oktober 2026
Cara Menonton dan Jadwal Live Streaming Atletico Madrid vs Manchester United
Selasa, 13 Oktober 2026
Prediksi Skor dan Link Live Streaming Atletico vs Manchester United: Misi Sulit Setan Merah
Sabtu, 01 Agustus 2026
Hasil Laga Uji Coba: Menang 2-1 atas Atletico Madrid, Manchester United Jaga Momentum
Kamis, 30 Juli 2026
5 Pelatih dengan Masa Bakti Terlama Saat Ini di Lima Liga Top Eropa
Minggu, 31 Mei 2026
Xabi Alonso Harus Meraih Trofi di Musim Pertamanya Melatih Chelsea
Kamis, 30 April 2026
Arsenal Diduga Batal Dapat Tendangan Penalti karena Intervensi Diego Simeone
PILIHAN EDITOR
Senin, 05 Oktober 2026
Mexx Meerdink, Striker Nomor 9 yang Dirindukan Timnas Belanda
Jumat, 02 Oktober 2026
Drama di Penghujung Karier Cristiano Ronaldo: Diawali dari Erik ten Hag, Diakhiri oleh Jorge Jesus
Selasa, 15 September 2026
5 Alasan AS Roma Memimpin Klasemen Sementara Serie A 2026/2027: Duet Dybala dan Mallen Trengginas
Senin, 07 September 2026
Kisah Cinderella Como, dari Serie D ke Panggung Tertinggi Liga Champions
Kamis, 03 September 2026
Analisis Taktik Xabi Alonso di Chelsea: Penguasaan Bola Rendah, Transisi Bermain Jadi Kunci
Selasa, 01 September 2026
Berakhir Pahit di Piala Dunia 2026, Warisan Lionel Messi Bertahan Selamanya dengan Timnas Argentina
Rabu, 26 Agustus 2026
Cerita Perjalanan Carlos Baleba: Darah Sepak Bola dari Keluarga, Bakti kepada Ibu
Rabu, 26 Agustus 2026
Siapa Igor Thiago? Menyempil di Antara Pemain Arsenal dan Duo Manchester dalam PFA Team of the Year
Senin, 24 Agustus 2026
Siapakah Alphadjo Cisse? Pemain 19 Tahun yang Mencetak Gol pada Debut bersama AC Milan
Jumat, 21 Agustus 2026