Football

Sport

Feature

Result

Show

Italia Internasional Berita

Andrea Pirlo Buka Suara setelah Dicoret dari Bursa Pelatih Timnas Italia

Yusuf Abdillah - Senin, 27 Juli 2026

BolaSkor.com - Legenda sepak bola Italia Andrea Pirlo memastikan dirinya tidak lagi menjadi kandidat pelatih timnas Italia.

Keputusan itu muncul setelah kerja sama komersialnya dengan perusahaan taruhan asal Rusia, Fonbet, memicu kritik.

Baca Juga:

Gara-gara Kontroversi dan Skandal Perjudian di Rusia, Andrea Pirlo Terancam Jadi Pelatih Timnas Italia

Andrea Pirlo Segera Resmi Jadi Pelatih Timnas Italia, Bawa Staf Pelatih Berpengalaman

Ditolak Pep Guardiola dan Carlo Ancelotti, Timnas Italia Pilih Andrea Pirlo Jadi Pelatih Baru

Mantan gelandang berusia 47 tahun tersebut sebelumnya disebut-sebut sebagai salah satu kandidat terkuat untuk menggantikan Gennaro Gattuso, setelah Pep Guardiola menolak tawaran dari Federasi Sepak Bola Italia (FIGC).

Pirlo Buka Suara Lewat Media Sosial

Andrea
Andrea Pirlo (Foto: Football-Italia)

Melalui unggahan di Instagram, Pirlo mengungkapkan bahwa dirinya telah mendapat kabar bahwa namanya tidak lagi masuk dalam daftar calon pelatih timnas Italia.

"Setelah mengetahui tadi malam bahwa saya bukan lagi kandidat untuk memimpin tim nasional Italia, saya merasa perlu menjelaskan beberapa hal," tulis Pirlo.

Ia mengaku kecewa melihat polemik yang berkembang dalam beberapa hari terakhir terkait peluangnya menangani Gli Azzurri.

"Sepanjang karier saya, baik sebagai pemain maupun pelatih, saya selalu bekerja sesuai hukum di negara tempat saya berkarier dan menghormati setiap kontrak yang saya tandatangani," lanjutnya.

Pirlo Jelaskan Keterkaitannya dengan Fonbet

Nama Pirlo menjadi sorotan setelah diketahui menjabat sebagai duta global Fonbet, perusahaan taruhan asal Rusia, sejak Oktober tahun lalu.

Kerja sama tersebut memicu keberatan dari sejumlah pejabat FIGC hingga anggota parlemen Italia, yang mempertanyakan kelayakannya memimpin tim nasional.

Pirlo menegaskan bahwa kolaborasi itu murni bersifat bisnis dan olahraga, tanpa kaitan dengan kepentingan politik.

"Memberikan makna politik pada kerja sama tersebut berarti mengaitkan kepada saya pandangan yang tidak pernah saya ungkapkan dan bukan merupakan keyakinan saya," tegasnya.

Baca Artikel Asli