BolaSkor.com – Manchester City menunjukkan perubahan taktik yang sangat menarik di awal masa kepemimpinan pelatih baru, Enzo Maresca.
Sempat menelan kekalahan 0-3 dari Arsenal di Community Shield, The Citizens bangkit dengan mengemas empat kemenangan beruntun di semua kompetisi.
Baca Juga:
Klasemen Liga Champions Terbaru Usai Real Madrid dan Manchester City Raih Tiga Poin
Meskipun lini pertahanan terbilang masih tampak pasif dan beberapa kali memberi peluang matang bagi lawan, armada Maresca mampu menutupi celah tersebut lewat efektivitas serangan yang kian berkembang pesat.
Man City kini mengandalkan senjata mematikan baru untuk membongkar pertahanan lawan, yakni intensitas serta akurasi umpan silang yang meningkat drastis jika dibandingkan dengan era akhir Pep Guardiola.
Lonjakan Efektivitas dan Akurasi Umpan Silang

Manchester City. (Foto: Laman Resmi Manchester City)
Di bawah arahan Pep Guardiola, grafik percobaan umpan silang Man City sempat terus menurun hingga menyentuh angka terendah 15,3 per laga pada musim 2025-2026.
Namun, Maresca secara bertahap kembali menghidupkan skema ini.
Pada awal musim ini, menurut Squawka, Man City mencatatkan rata-rata 18,4 percobaan umpan silang per pertandingan di Premier League.
Angka ini menempatkan mereka di peringkat keenam untuk kategori umpan silang dari situasi permainan terbuka (open play).
Baca Juga:
Hasil Liga Champions: Real Madrid Tekuk Inter Milan, Manchester City Menang di Markas Porto
Efektivitas taktik ini terlihat dari persentase akurasi umpan silang yang melonjak tinggi mencapai 31,1 persen.
Angka tersebut naik sangat signifikan dibanding musim lalu yang hanya berada di kisaran 25,7 persen.
Rata-rata tembakan yang dihasilkan dari umpan silang juga menyentuh angka 3,4 per laga dengan konversi 0,8 gol per pertandingan.
Catatan tembakan ini menjadi yang tertinggi bagi Man City sejak musim 2013-2014 di era kepelatihan Manuel Pellegrini.
Peran Vital Erling Haaland dan Para Pelayan Lini Depan

Erling Haaland cetak gol ke gawang Coventry City.
Kunci utama keberhasilan skema umpan silang ini tak lepas dari keberadaan Erling Haaland di dalam kotak penalti.
Penyerang jangkung asal Norwegia itu terbukti sangat dominan dalam menyambut bola-bola udara dari sisi sayap.
Sejak bergabung dengan Man City, Haaland telah mengemas total 17 gol Premier League dari situasi umpan silang, jumlah terbanyak dibanding pemain mana pun di liga.
Baca Juga:
Musim ini saja, Haaland sudah mengoleksi tiga gol dari skema tersebut di seluruh kompetisi.
Keberhasilan strategi ini juga didukung oleh kontribusi impresif Antoine Semenyo.
Winger asal Ghana tersebut memimpin catatan percobaan umpan silang, tembakan, hingga expected assists (assist yang diharapkan terjadi) (xA) yang dihasilkan dari umpan lambung.
Selain Semenyo, rekrutan anyar Enzo Fernandez turut memberikan dampak instan.
Bergerak dari area half-space (ruang di antara lini tengah), gelandang asal Argentina itu melepas enam umpan silang dalam dua laga dan sukses memberikan assist untuk gol Haaland saat mengalahkan Porto di Liga Champions.