BolaSkor.com – Pemandangan unik tersaji di tribun pendukung Manchester City, saat melakoni laga tandang melawan Liverpool di Anfield yang berakhir 3-0 untuk kemenangan The Citizens.
Sejumlah pendukung tim tamu tampak membawa balon pisang berwarna kuning cerah. Aksi yang mewarnai tribun Anfield tersebut rupanya bukan sekadar kebetulan belaka.
Menurut laporan Manchester Evening News, para pendukung Man City sebelumnya memang telah melakukan pemesanan balon pisang secara massal jelang lawatan ke markas Liverpool.
Baca Juga:
Hasil Premier League 2026/2027: Libas Liverpool, Manchester City Makin Nyaman di Puncak Klasemen
Bagi penikmat sepak bola awam, pemandangan ini mungkin terlihat seperti lelucon spontan semata.
Namun, di balik aksi menggelitik tersebut, terdapat sejarah panjang dan tradisi budaya suporter Man City yang berakar sejak hampir empat dekade lalu.
Tradisi Unik yang Dimulai pada 1987
Kisah tradisi ini bermula pada 15 Agustus 1987 silam ketika Manchester City berhadapan dengan Plymouth Argyle.
Saat itu, seorang suporter Man City bernama Frank Newton memutuskan untuk membawa sebuah balon pisang raksasa ke dalam stadion.
Gagasan sederhana tersebut rupanya langsung memikat perhatian suporter lainnya.
Sebagaimana didokumentasikan oleh klub Manchester City dan sejarawan, Gary James, para pendukung lain mulai meniru aksi Newton dengan membawa berbagai benda tiup ke pertandingan-pertandingan berikutnya.
Aksi jenaka seorang fans tersebut pada akhirnya menyulut lahirnya sebuah tradisi baru.
Fenomena ini kemudian melekat erat dengan identitas dan budaya pendukung klub asal Manchester tersebut.
Seiring berjalannya waktu, kegandrungan suporter Man City terhadap benda tiup ini terus berkembang luas melampaui sekadar bentuk buah-buahan.
Memasuki akhir dekade 1980-an saat Man City berlaga di kasta kedua sepak bola Inggris, tribun tandang dipenuhi beragam koleksi balon yang makin aneh dan unik.
Benda tiup berbentuk hiu, dinosaurus, monster, hingga palu berukuran raksasa turut hadir menemani balon pisang di dalam stadion.
Kehadiran balon-balon tersebut memberikan nuansa ceria di tengah atmosfer sepak bola Inggris saat itu yang kerap diwarnai ketegangan.
Aksi yang awalnya bermula dari lelucon individu ini pun resmi menjelma menjadi bagian unik dari kultur suporter Manchester City hingga hari ini.