Football

Sport

Feature

Result

Show

Ragam Feature Piala Dunia Internasional Berita

5 Laga Perempat Final Piala Dunia yang Paling Mendebarkan

Yusuf Abdillah - Rabu, 08 Juli 2026

BolaSkor.com - Piala Dunia 2026 telah memasuki fase perempat final. Terdapat delapan tim terbaik dari penjuru dunia yang akan saling jegal.

Dalam sejarah Piala Dunia, banyak momen spesial terjadi di laga perempat final.

Tak jarang justru di perempat final menyajikan laga terbaik sepanjang turnamen yang diwarnai drama, kontroversi, dan momen spesial.

Baca Juga:

5 Pelatih dengan Kemenangan Terbanyak di Piala Dunia, Didier Deschamps Pertajam Rekor

5 Pemain dengan Bayaran Tertinggi di Piala Dunia 2026

5 Legenda Sepak Bola yang Tidak Pernah Tampil di Piala Dunia

Salah satu yang paling menghebohkan dunia tentu saja gol tangan Diego Maradona ke gawang Inggris pada perempat final Piala Dunia 1986. Dan masih dalam laga yang sama, momen spesial terjadi saat Maradona mencetak gol setelah melewati enam pemain Inggris.

Namun, Piala Dunia juga punya sejarah pertandingan paling sengit pada babak perempat final. Tidak jarang pertandingan tersebut harus diselesaikan melalui adu tendangan penalti.

BolaSkor.com telah merangkum lima di antaranya seperti di bawah ini:

Jerman Barat Vs Inggris (Piala Dunia 1970)

Jerman Barat Vs Inggris (FIFA)

Piala Dunia 1970, Meksiko menjadi tuan rumah. Satu di antara pertandingan yang menyita perhatian adalah laga perempat final antara Jerman Barat kontra Inggris.

The Three Lions berhasil lolos dari Grup C dengan status runner-up. Geoff Hurst dan kawan-kawan terpaut dua poin dari Brasil yang menenpati posisi puncak dengan enam angka.

Sementara itu, Jerman Barat bercokol pada posisi pertama Grup D dengan enam poin. Gerd Mueller menjadi bintang dengan selalu mendulang gol pada babak grup.

Pada babak perempat final, Jerman Barat bersua Inggris di Leon. The Three Lions unggul dua gol terlebih dahulu melalui kreasi Alan Mullery dan Peters.

Akan tetapi, Jerman Barat berhasil melakukan comeback gemilang melalui aksi Franz Beckenbauer, Wolfang Overath dan Mueller. Pada akhirnya, Jerman Barat berhak melangkah ke semifinal dengan keunggulan 3-2 pada laga yang berakhir 120 menit tersebut.

Brasil Vs Prancis (Piala Dunia 1986)

Michel Platini (FIFA)

Final kepagian terjadi pada babak perempat final Piala Dunia 1986. Dua tim calon juara, Brasil dan Prancis harus saling jegal.

Bermain di Jalisco, Guadalaraja, Brasil membuka keunggulan melalui Careca. Namun, tim Ayam Jantan mampu menyamakan kedudukan lewat aksi gemilang dari Michel Platini. Tim Samba punya peluang emas untuk kembali unggul setelah mendapatkan hadiah tendangan penalti. Sayangnya, Zico yang ditunjuk sebagai algojo gagal melaksanakan tugasnya.

Pada akhirnya, pertandingan harus diselesaikan melalui tendangan babak tos-tosan. Dua penggawa Brasil, Socrates dan Julio Cesar gagal mendulang angka. Semantara itu, dari kubu lawan hanya Platini yang tidak mencetak gol.

Portugal Vs Korea Utara (Piala Dunia 1966)

Portugal Vs Korea Utara (FIFA)

Dua kekuatan beda benua bersua pada laga perempat final Piala Dunia 1966. Ya, Portugal menghadapi Korea Selatan, di Goodison Park, Liverpool, dan disaksikan lebih dari 50 ribu penonton.

Pada pertandingan tersebut Eusebio da Silva menjadi bintang dengan mendulang empat gol. Pada akhirnya, sang pemain berhasil menyabet gelar top scorer turnamen. Adapun satu gol lainnya milik The Seleccao diciptakan Jose Agosto pada menit ke-80.

Pada sisi lain, Korea Utara memberikan perlawanan dengan masing-masing gol dari Park Seung-Zin, Lee Dong-Woon dan Yang Sung-Kook. Namun torehan tersebut belum mampu mengalahkan Portugal.

Langkah Portugal terhenti pada babak semi final di tangan tuan rumah, Inggris. Bobby Charlton menjadi pahlawan dengan mendulang dua gol kemenangan.

Spanyol Vs Korea Selatan (Piala Dunia 2002)

Ahn Jung-Hwan (FIFA)

Setelah Korea Utara pada Piala Dunia 1966, sang saudara, Korea Selatan menjadi buah bibir usai menyingkirkan Spanyol melalui tendangan penalti pada babak perempat final edisi 2002.

Bermain di depan pendukungnya sendiri, Korea Selatan mampu menahan Xavi Hernandez dan kawan-kawan hingga 120 menit. Walhasil laga dilanjutnya ke adu tendangan penalti.

Pada babak yang menegangkan tersebut, gelandang La Furia Roja, Joaquin, menjadi satu-satunya pemain yang gagal mencetak gol. Sementara itu, lima algojo Korea Selatan, Hwang Sun Hong, Park Ji Sung, Seol Ki Hyeon, Ahn Jung Hwan dan Hong Myung Bo tak menecewakan publik tuan rumah.

Pada semifinal sensasi Negeri Gingseng tersebut terhenti oleh Jerman. Gol Michael Ballack pada menit ke-75 tak mampu dibalas Lee Min Sung dan kawan-kawan.

Argentina vs Belanda (Piala Dunia 2022)

Argentina vs Belanda (FIFA)

Piala Dunia 2022 adalah turnamen klasik dengan Argentina bertekad untuk akhirnya memberikan hadiah tertinggi dalam karier Lionel Messi.

Belanda menunggu di perempat final, memberi La Albiceleste kesempatan besar untuk mengalahkan lawan yang memiliki rekor buruk melawan mereka.

Semuanya tampak berjalan sesuai rencana ketika gol Nahuel Molina dan penalti Lionel Messi membuat tim Lionel Scaloni unggul 2-0 dengan 10 menit waktu normal tersisa.

Tetapi pemain pengganti Wout Weghorst mencetak dua gol dramatis, menyamakan kedudukan pada menit ke-11 waktu tambahan untuk membawa pertandingan ke babak perpanjangan waktu.

Pertandingan yang sangat keras antara kedua tim tersebut dikenal sebagai 'Pertempuran Lusail', dengan 17 kartu kuning, dan satu kartu merah untuk Denzel Dumfries.

Pertandingan akhirnya mencapai adu penalti, yang dimenangkan Argentina, dalam perjalanan mereka mencapai final keenam mereka.

Baca Artikel Asli