BolaSkor.com - Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong (STY), akan merotasi skuadnya dan memprioritaskan pemain muda untuk bermain saat menghadapi Port FC pada laga kedua Grup B Piala Presiden 2026 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Rabu (29/7) sore WIB.
STY mengatakan dirinya menghormati Port FC sebagai satu di antara tim terbaik di Thailand yang di Piala Presiden kali ini berstatus juara bertahan.
Namun, karena masih dalam masa pre-season atau pramusim dan kondisi pemain belum mencapai 100 persen, STY akan merotasi skuadnya.
Baca Juga:
Cara Nonton Gratis dan Link Streaming Persija Jakarta vs Port FC di Piala Presiden 2026
Pelatih asal Korea Selatan tersebut bakal memprioritaskan para pemain muda untuk mendapatkan menit bermain dalam turnamen pramusim ini, termasuk ketika Macan Kemayoran meladeni Port FC sore nanti pukul 15.30 WIB.
Saat menghadapi Persebaya, STY mempercayakan Figo Dennis (20 tahun), Victor Dethan (22), dan Agi Firmansyah (21) sebagai starter dan Arlyansyah Abdulmanan (20) yang turun di pertengahan babak kedua.
"Karena Port FC adalah juara bertahan, jadi saya pikir mereka adalah tim yang bagus," kata STY.
Seperti pada pertandingan pertama (lawan Persebaya-Red), kami akan memprioritaskan pemain-pemain muda dan membagi waktu bermain antarpemain secara proporsional,
ujar pelatih asal Korea Selatan tersebut.
STY Berharap Persija Tampil Lebih Baik Lawan Port FC
Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta (Foto: Arjuna Pratama/BolaSkor.com)
STY berharap Persija bisa tampil lebih baik melawan Port FC demi para pendukung, yakni The Jakmania.
Saat menghadapi Persebaya, permainan Persija dinilai STY belum padu sehingga melakukan beberapa kesalahan, termasuk gol bunuh diri Radovan Pankov yang terjadi karena ada miskomunikasi dengan Aqil Savik.
Gol bunuh diri Pankov itu membuat Macan Kemayoran takluk 1-0 dari tuan rumah, sementara itu Port FC sukses menumbangkan PSMS Medan 2-0 di laga pertama Grup B Piala Presiden 2026.
"Sejujurnya, jika kami bersiap dari awal untuk mengikuti turnamen ini kami bisa memberikan pertandingan yang bagus dan tidak mengecewakan suporter," ujar mantan pelatih Timnas Korea Selatan dan Timnas Indonesia tersebut.
"Tetapi sebenarnya kami bersiap untuk pergi TC (training camp), lalu mendadak ikut turnamen ini. Kondisi fisik para pemain baru sekitar 50 sampai 60 persen, jadi mungkin performa mereka di pertandingan bisa sedikit mengecewakan," tutur pelatih berusia 55 tahun itu.

