BolaSkor.com - Persija Jakarta akan mengajukan banding terhadap sanksi yang dijatuhkan Komite Disiplin (Komdis) PSSI.
Komdis PSSI menjatuhkan sejumlah sanksi terhadap Persija atas beberapa pelanggaran atau kejadian yang terjadi sebelum dan saat pertandingan pekan kedua Super League 2026/2027 kontra Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (12/9).
Baca Juga:
Cara Menonton dan Link Streaming Persija vs Java United, Live di TV Nasional
Penyalaan kembang api di dekat hotel tempat skuad Persib menginap satu hari jelang laga, penyalaan flare di tribun utara, dan pelemparan air mineral kemasan merupakan beberapa pelanggaran yang membuat Persija disanksi.
Komdis menghukum Persija larangan menggelar dua pertandingan kandang di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Macan Kemayoran juga dihukum denda dengan total Rp130 juta karena berbagai pelanggaran tersebut.
Daftar Isi
Persija Ajukan Banding
Daftar Isi
Persija vs Persib (Foto: @lapangbolastats)
Sesuai Pasal 117 Kode Disiplin PSSI, Persija berhak atau dapat mengajukan banding ke Komite Banding PSSI atas putusan-putusan komdis tersebut.
Baca Juga:
Persija Dihukum 2 Laga Usiran dan Denda Rp130 Juta Usai Kalahkan Persib
Ketua panpel pertandingan Persija, Albinus Laurent, mengatakan pihaknya akan menembuh jalur tersebut sesuai aturan yang berlaku.
Ya, kami akan banding,
kata Laurent kepada BolaSkor.com, Jumat (18/9).
Laga Kontra Java United Berstatus Persija Terhukum
Laurent juga memastikan laga Persija vs Java United telah berstatus telah berstatus terhukum dari komdis.
Artinya, Persija tidak terkena Pasal 33 Ayat 8 Regulasi Super League karena memindahkan laga kontra Java United dari Jakarta ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, yang akan digelar pada Sabtu (19/9), pukul 19.00 WIB.
Baca Juga:
Persija vs Java United Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
Pasal tersebut mengatur bahwa setiap tim mempunyai 4 kesempatan memainkan pertandingan kandang di luar homebase yang didaftarkan karena berbagai alasan, mulai dari kendala venue, izin kepolisian, hingga agenda daerah maupun nasional.
"Betul, status (laga kandang Persija) jadi terhukum," ujar Laurent.