Sejarah dan Budaya Boxing Day di Sepak Bola Inggris

Boxing Day merupakan budaya bersejarah di sepak bola Inggris.
Arief HadiArief Hadi - Minggu, 25 Desember 2022
Sejarah dan Budaya Boxing Day di Sepak Bola Inggris
Suporter Inggris menikmati laga Boxing Day (Twitter)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Apa yang dilakukan keluarga dalam merayakan Hari Natal? Banyak hal, mulai dari jalan-jalan bersama hingga perayaan sederhana di rumah di bawah pohon cemara, membuka kado, dan berbahagia dengan nyanyian.

"Jingle bells, jingle bells, Jingle all the way, Oh what fun it is to ride, In a one-horse open sleigh, Jingle bells, jingle bells, Jingle all the way, Oh what fun it is to ride, In a one-horse open sleigh.”

Suasana Natal berbeda di setiap negara, terutamanya di Inggris dengan salju dan suasana dingin Ibu Kota Inggris, London. Hari semakin terasa sempurna dengan fakta Premier League masih bergulir. Kendati di tahun ini (2022) berbeda.

Perhelatan Piala Dunia 2022 Qatar yang dimainkan pada November-Desember membuat suasana Boxing Day tahun ini berbeda. Kendati sempat ada jeda Piala Dunia, liga masih terus berlanjut.

Baca Juga:

Tradisi, Budaya, dan Sejarah Boxing Day pada Sepak Bola Inggris

214 Ribu Orang Tanda Tangani Petisi Pengulangan Duel Argentina Vs Prancis

Bantuan Emiliano Martinez di Balik Gol Penalti Paulo Dybala ke Gawang Prancis

5 Laga Boxing Day Paling Menarik di Premier League

Tidak ada istilah jeda musim dingin, setidaknya bagi warga Inggris, dengan budaya sepak bola yang begitu besar, Premier League adalah hiburan kelas premium (mewah).

Namun bagi beberapa orang, terutamanya pelatih-pelatih non Inggris yang melatih di sana, Boxing Day mengalami perbenturan budaya dengan mereka seperti yang pernah dituturkan manajer Manchester City, Pep Guardiola.

"Kami harus beradaptasi dengan kalender, bisa jadi harus bertanding pada tanggal 26, 28, 30 Desember, hanya selang beberapa hari satu sama lain," papar Guardiola seperti dilansir Manchester Evening News.

"Kali ini, kami mendapatkan jeda tiga atau empat hari. Kami akan berlatih pada 25 Desember sore sebelum away ke Leicester (City). Kami harus berlatih sebelum pertandingan, harus.”

"Biasanya kami berlatih mulai pukul 15.00 atau 16.00, tapi kami akan mulai pukul 17.00 agar pemain memiliki waktu satu jam lebih lama bersama keluarga di rumah," imbuhnya.

Guardiola bukan satu-satunya. Jurgen Klopp yang sudah melatih Liverpool dari 2015 masih tidak habis pikir dengan Boxing Day. Melihatnya dari sisi kebugaran pemain, periode sibuk dan Boxing Day itu berisiko membuat pemain lelah dan rawan cedera.

“Kami tidak berlatih, kami pulih dan memiliki sesi di mana kami mencoba untuk membentuk tim. Boxing Day adalah pertandingan yang luar biasa, tetapi tanggal 26 dan 28 sama sekali tidak mungkin. Ini adalah lelucon mereka masih melakukannya. 29? Baik-baik saja." cetus Klopp.

"Ini benar-benar berbahaya bagi para pemain - itu tidak benar. Semua orang mengharapkan kami untuk menang - ini benar-benar sulit tetapi malam ini saya tidak peduli."

Hal yang wajar dikeluhkan pelatih-pelatih karena jadwal padat (festive periods) di bulan Desember bisa mengakibatkan pemain mudah lelah dan rawan cedera, mereka juga bisa keletihan ketika memasuki paruh kedua musim.

Permasalahannya, boxing day sejarah yang tidak bisa begitu saja dihilangkan di Inggris. Pada 2021 Boxing Day tetap ada di tengah pandemi virus corona, begitu juga tahun ini meski Piala Dunia 2022 Qatar baru berakhir. Lantas apa itu sejarah Boxing Day dan kaitannya dengan sepak bola Inggris?

Tiga Versi Berbeda Mengenai Sejarah Boxing Day

Secara harafiah, boxing day pastilah dianggap sebagai hari bertinju atau lebih ekstrimnya lagi, hari untuk memukuli orang-orang. Tidak, tidak, tidak seperti itu. Jika diikuti sejarah atau asal muasalnya, boxing day adalah hari yang mulia, saat kaum aristokrat menghargai kerja keras dan upaya kaum-kaum pekerja keras.

Tanpa mengetahui asal usul boxing day, mudah saja mengatakannya sebagai hari libur atau tanggal merah (kalau kata orang Indonesia). Faktanya, ada tiga versi berbeda untuk memaknai boxing day yang jatuh sehari setelah Hari Natal, yang dilakukan di Inggris dan negara persemakmuran Inggris seperti: Australia dan Selandia Baru.

Versi pertama, konon katanya ada perdebatan soal istilah boxing day, yang muncul dari gereja di abad pertengahan, ketika paroki (musafir, pengembara) mengumpulkan uang di dalam boks untuk kemudian diberikan kepada orang miskin. Mereka baru akan membukanya sehari setelah Natal untuk memberi penghormatan kepada St Stephen, martir Kristen pertama.

Ilustrasi St Stephen

Kemudian yang kedua masih berhubungan dengan St Stephen. Boxing day bisa juga dimaknai dengan istilah St Stephen Day. St Stephen menjadi martir Kristen pertama karena keyakinannya dan dia dimartir, dilempari batu hingga mati tak lama setelah penyaliban Yesus Kristus. Itu terjadi di era kekaisaran Romawi.

Lalu yang terakhir dengan versi yang lebih mudah untuk dipahami. Boxing day populer di abad 19 ketika Ratu Victoria masih berkuasa di Britania Raya. Awalnya, boxing day dirayakan untuk masyarakat kasta rendah yang sudah melayani tuannya, bahkan bekerja di saat Natal.

Mereka diberi waktu libur sehari setelah Natal dan juga mendapatkan hadiah yang sudah rapih dibungkus kado. Namun seiring berjalannya waktu, boxing day tidak lagi diperuntukkan untuk masyarakat kasta rendah, melainkan seluruh elemen masyarakat dan etnis di Inggris.

Bagaimana bentuk pelayanan pemerintah Inggris sekarang ini? Jawabannya mudah, tidak melarang laga-laga Premier League berlangsung sehari setelah Natal. Keluarga bisa menikmati hari libur mereka dengan datang ke stadion, menyaksikan pertandingan di televisi sembari menikmati makanan khas Natal.

Premier League Melebur Dalam Tradisi Boxing Day

Dahulu kala kaum aristokrat memberikan hadiah kepada pelayannya yang bekerja keras di hari Natal, tanpa libur, dengan hari libur di hari berikutnya dan menghadiahi mereka dengan kado. Kini, seluruh kasta atau kaum, tanpa memandang usia, gender, dan banyak hal lainnya, dihibur dengan Premier League.

Bukan tanpa alasan Premier League disebut liga terbaik dunia. Selain menghadirkan persaingan sengit kala semua tim bisa saling mengalahkan, pertandingan yang tetap berlangsung di festive periods juga menjadi hiburan bagi mereka, penggemarnya, yang sedang menikmati hari libur.

Dipelajari dari catatan sejarah Inggris, pertandingan pertama boxing day berlangsung pada 26 Desember 1860, yang mempertemukan dua klub tertua Inggris, Hallam FC melawan Sheffield FC di Sandygate Road. Sejak saat itu, akan lebih mudah bagi fans menyebut laga Premier League setelah Natal sebagai boxing day.

Ilustrasi laga Hallam vs Sheffield

Pertarungan yang terjadi di boxing day pun tidak main-main. Cukup banyak pertandingan seru yang terjadi pada boxing day. Contohnya seperti saat Manchester United susah payah menang 4-3 melawan Newcastle United pada musim 2012-13, yang notabene musim terakhir Sir Alex Ferguson menangani tim.

Lalu drama delapan gol antara Chelsea dengan Aston Villa yang berakhir imbang 4-4 di musim 2007-08, atau ketika Thierry Henry muda mencetak hat-trick pertamanya saat Arsenal menang 6-1 atas Leicester City di musim 2000-01.

Sajian laga-laga seru itulah yang akan dirindukan jika Boxing Day sepenuhnya ditiadakan, meski konsekuensinya pemain-pemain rawan cedera karena kelelahan.

Premier League Boxing day Sejarah Nostalgia

Arief Hadi

Sports Journalist & Tactical Analyst. 10+ years of experience (ex-PanditFootball, BolaTotal, FourFourTwo, Fox Sports, 90min). Manchester United loyalist since 2004. Passionate about tactical breakdowns, gaming, and cinema. Exploring the world of football, one tweet at a time.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Inggris
Daftar Top Skor Premier League Terkini: Posisi Pertama Milik Gelandang Bertahan
Daftar top skor Premier League 2026/2027 terbaru! Jack Hinshelwood mengejutkan dengan dua gol dan langsung memimpin daftar pencetak gol.
Johan Kristiandi - Selasa, 25 Agustus 2026
Daftar Top Skor Premier League Terkini: Posisi Pertama Milik Gelandang Bertahan
Inggris
Manchester City Jalankan Misi Bajak Cody Gakpo dari Liverpool
Manchester City mulai memburu Cody Gakpo dari Liverpool! The Citizens bergerak di tengah ketertarikan Tottenham dan rencana transfer besar The Reds.
Johan Kristiandi - Selasa, 25 Agustus 2026
Manchester City Jalankan Misi Bajak Cody Gakpo dari Liverpool
Inggris
Klasemen Premier League Terbaru Usai Chelsea Menekuk Fulham: The Blues di Papan Tengah
Klasemen Premier League 2026/2027 terbaru usai Chelsea menang 3-2 atas Fulham. The Blues naik ke posisi 6, sementara Brighton di puncak dan MU terpuruk!
Johan Kristiandi - Selasa, 25 Agustus 2026
Klasemen Premier League Terbaru Usai Chelsea Menekuk Fulham: The Blues di Papan Tengah
Hasil akhir
Hasil Fulham vs Chelsea: Drama Lima Gol yang Dimenangi The Blues
Hasil Fulham vs Chelsea berakhir 2-3! Simak drama lima gol, pencetak gol, jalannya pertandingan, susunan pemain, dan posisi Chelsea di klasemen.
Johan Kristiandi - Selasa, 25 Agustus 2026
Hasil Fulham vs Chelsea: Drama Lima Gol yang Dimenangi The Blues
Inggris
Performa Terus Menurun, Cole Palmer Tetap Diandalkan Xabi Alonso
Xabi Alonso yakin Cole Palmer akan bangkit dan tampil kelas dunia bersama Chelsea di Premier League 2026/27.
Gazza Roosaryatama - Senin, 24 Agustus 2026
Performa Terus Menurun, Cole Palmer Tetap Diandalkan Xabi Alonso
Inggris
Isak Masih Melempem di Liverpool, Michael Owen: Jangan Banyak Alasan!
Michael Owen berikan kritik pedas untuk Alexander Isak yang belum kunjung tampil maksimal bersama Liverpool.
Gazza Roosaryatama - Senin, 24 Agustus 2026
Isak Masih Melempem di Liverpool, Michael Owen: Jangan Banyak Alasan!
Inggris
Arsenal Diprediksi Pertahankan Titel Premier League, tapi Diharapkan juga Bermain Lebih Menghibur
John Obi Mikel memprediksi Arsenal mempertahankan gelar Premier League 2026-2027, tetapi meminta The Gunners menyajikan permainan lebih menghibur.
Arief Hadi - Senin, 24 Agustus 2026
Arsenal Diprediksi Pertahankan Titel Premier League, tapi Diharapkan juga Bermain Lebih Menghibur
Inggris
Liverpool Terhindar dari Kekalahan, tapi Masih Memiliki Banyak Pekerjaan Rumah
Liverpool diselamatkan penalti Szoboszlai pada menit ke-99 saat imbang 2-2 dengan Newcastle. The Reds masih memiliki sejumlah masalah untuk dibenahi.
Arief Hadi - Senin, 24 Agustus 2026
Liverpool Terhindar dari Kekalahan, tapi Masih Memiliki Banyak Pekerjaan Rumah
Inggris
Duel Arbeloa vs Alonso di Derby London, Disaksikan Sang Guru: Rafael Benitez
Duel Arbeloa vs Xabi Alonso tersaji di Derby London. Rafael Benitez mengungkap penilaiannya terhadap dua mantan anak asuhnya di Liverpool.
Arief Hadi - Senin, 24 Agustus 2026
Duel Arbeloa vs Alonso di Derby London, Disaksikan Sang Guru: Rafael Benitez
Inggris
Menang di Laga Perdana Premier League 2026/27, Manchester City Masih Belum Membaik
Enzo Maresca mengaku belum puas meski Manchester City menang dramatis 2-1 atas Bournemouth di laga perdana Premier League.
Gazza Roosaryatama - Senin, 24 Agustus 2026
Menang di Laga Perdana Premier League 2026/27, Manchester City Masih Belum Membaik
Bagikan