Pro dan Kontra Jeda Minum di Piala Dunia 2026, Disebut bak Amerikanisasi Sepak Bola

Aturan hydration break di Piala Dunia 2026 menuai pro dan kontra. Fans menilai jeda minum mengganggu ritme laga dan dianggap demi kepentingan iklan.
Arief HadiArief Hadi - Kamis, 18 Juni 2026
Pro dan Kontra Jeda Minum di Piala Dunia 2026, Disebut bak Amerikanisasi Sepak Bola
Jeda minum timnas Inggris (Foto: Reuters)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Penerapan aturan jeda minum atau hydration break di pentas Piala Dunia 2026 terus memicu polemik. Kebijakan baru ini menghadirkan gelombang pro dan kontra yang cukup tajam di kalangan penggemar sepak bola.

Kapten Belanda, Virgil van Dijk, sebelumnya angka bicara soal penerapan jeda minum yang diterapkan terjadi pada 22 menit pertama laga di babak pertama, serta 22 menit babak kedua.

"Menurut saya, jeda minum itu sangat menarik. Saya jelas menonton hampir semua pertandingan sampai hari ini. Saya rasa setiap kali jeda iklan itu agak, bukan sesuatu yang saya sukai," papar Van Dijk.

Baca Juga:

Kinclong di Laga Debut, Luis Diaz Siap Jadi Aktor Utama Kolombia di Panggung Piala Dunia 2026

Klasemen Sementara Grup K-L Piala Dunia 2026: Portugal di Urutan Tiga, Inggris Ditempel Ketat Ghana

Hasil Piala Dunia 2026: Ghana Menang Dramatis, Kolombia Atasi Perlawanan Uzbekistan

Sumber kritik utama mengarah pada kecurigaan bahwa jeda tersebut sekadar dipandang sebagai ajang meraup pendapatan finansial ekstra. Pihak penyiar dinilai memanfaatkannya untuk menayangkan lebih banyak jeda iklan komersial.

Isu Komersialisasi dan Amerikanisasi

Jeda minum timnas Inggris (Foto: The Independent)

Jeda minum ini jelas hanya untuk satu tujuan, dan itu adalah uang besar untuk iklan,

kritik salah satu pendukung timnas Inggris usai menyaksikan pertandingan secara langsung, dilansir dari BBC Sport.

"Di stadion ini, saya pikir itu tidak diperlukan, tetapi di stadion lain tanpa AC dan Anda bermain di suhu 90 derajat lebih, itu sangat penting."

Pendukung Inggris lainnya turut menimpali kebijakan ini. "Ya, jika Anda berada di luar ruangan Anda butuh jeda minum, saya paham. Namun Anda berada di stadion ber-AC - Anda tidak membutuhkannya."

Jeda ini dinilai sangat merusak intensitas jalannya laga. "Ini menghentikan ritme. Sepak bola adalah tentang ritme dan tidak perlu menghentikan ritme di stadion ber-AC," tegas suporter tersebut.

Perubahan laga yang seolah terbagi menjadi empat kuarter juga menuai cibiran keras dari tribun.

Ini seperti Amerikanisasi sepak bola di sini,

keluh seorang penonton yang merasa sangat terganggu.

"Ini mengubah permainan menjadi empat babak dan saya tidak menyukainya. Saya mengerti mengapa orang-orang menyorakinya dan saya adalah salah satu dari mereka," imbuhnya memberikan alasan.

Sisi Positif dan Harapan Suporter

Meski banyak yang menolak, ada sebagian suporter yang melihat sisi positif dari kebijakan ini. "Saya pikir ini hanya dipasarkan dengan buruk," ujar seorang penggemar lainnya mencoba memberikan pandangan berbeda.

"Jika ini tidak disebut jeda minum, dan disebut waktu rehat, maka semua orang tidak akan melewatkan gol," jelas suporter tersebut memberikan usulan terkait penamaan jeda yang lebih tepat.

Menurutnya, aturan ini bisa disikapi sebagai sebuah kompromi. "Saya pikir kita harus memikirkannya dengan cara baru, badan korporat mendapatkan apa yang mereka inginkan, kita mendapatkan apa yang kita inginkan dan semua orang senang."

Namun, ancaman akan standar baru tetap membayangi pikiran fans. "Tidak akan lama lagi sebelum ini menjadi jeda iklan alami," ucap pendukung Inggris usai kekalahan Kroasia di Stadion Dallas.

Suporter lain menimpali, "Saya harap ini tidak menjadi bagian tak terpisahkan dari sepak bola Inggris karena itu akan benar-benar menghancurkannya," harapnya.

Piala Dunia 2026 Inggris Timnas Inggris Virgil van Dijk Amerika Serikat Kroasia Timnas Kroasia

Arief Hadi

Sports Journalist & Tactical Analyst. 10+ years of experience (ex-PanditFootball, BolaTotal, FourFourTwo, Fox Sports, 90min). Manchester United loyalist since 2004. Passionate about tactical breakdowns, gaming, and cinema. Exploring the world of football, one tweet at a time.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Spanyol
Tips Cara Membangun Kekuatan Tubuh dan Otot dari Juara Piala Dunia 2026
Ferran Torres membagikan rutinitas latihan untuk menjaga fisik dan membentuk otot, mulai dari pull-up, push-up, squat hingga crunch.
Arief Hadi - Kamis, 20 Agustus 2026
Tips Cara Membangun Kekuatan Tubuh dan Otot dari Juara Piala Dunia 2026
Spanyol
LaLiga 2026-2027 Dimulai, Mengapa Barcelona dan Real Madrid Tak Bermain di Akhir Pekan Ini?
LaLiga 2026-2027 dimulai akhir pekan ini tanpa Barcelona dan Real Madrid. Simak alasan kedua raksasa Spanyol absen di pekan pertama.
Arief Hadi - Sabtu, 15 Agustus 2026
LaLiga 2026-2027 Dimulai, Mengapa Barcelona dan Real Madrid Tak Bermain di Akhir Pekan Ini?
Liga Dunia
Eks Pelatih Liverpool, Arne Slot Tuturkan Alasan Tolak Tawaran Menangani Timnas Belanda
Arne Slot mengungkap alasan menolak tawaran melatih timnas Belanda. Bukan soal gaji atau kontrak, Slot masih ingin bekerja setiap hari di level klub.
Arief Hadi - Rabu, 12 Agustus 2026
Eks Pelatih Liverpool, Arne Slot Tuturkan Alasan Tolak Tawaran Menangani Timnas Belanda
Liga Dunia
Argentina Tidak Akan Memaksa Lionel Messi Bermain di Copa America 2028
AFA menegaskan Lionel Messi bebas menentukan masa depannya bersama Argentina, termasuk keputusan tampil atau tidak di Copa America 2028.
Arief Hadi - Minggu, 09 Agustus 2026
Argentina Tidak Akan Memaksa Lionel Messi Bermain di Copa America 2028
Internasional
Sukses di Piala Dunia 2026, Kanada Investasikan Rp12 Triliun untuk Olahraga
Kanada mengalokasikan investasi terbesar sepanjang sejarah senilai Rp12 triliun untuk olahraga usai Piala Dunia 2026. Dana difokuskan pada pembangunan fasilitas dan pembinaan atlet muda.
Rizqi Ariandi - Kamis, 06 Agustus 2026
Sukses di Piala Dunia 2026, Kanada Investasikan Rp12 Triliun untuk Olahraga
Piala Dunia
Eks Wakil Presiden Angkat Bicara, Sebut FIFA dan Gianni Infantino Melakukan Pemerasan
Eks Wakil Presiden FIFA Pangeran Ali menuding Gianni Infantino melakukan pemerasan terkait hadiah uang Yordania dan dukungan politik.
Arief Hadi - Rabu, 05 Agustus 2026
Eks Wakil Presiden Angkat Bicara, Sebut FIFA dan Gianni Infantino Melakukan Pemerasan
Inggris
Jeremy Doku Ungkap Derita di Piala Dunia 2026, Sempat Batuk Berdarah hingga Sulit Bernapas
Pemain sayap timnas Belgia Jeremy Doku akhirnya mengungkap perjuangan berat yang dialaminya sepanjang Piala Dunia 2026.
Yusuf Abdillah - Selasa, 04 Agustus 2026
Jeremy Doku Ungkap Derita di Piala Dunia 2026, Sempat Batuk Berdarah hingga Sulit Bernapas
Ragam
5 Hal Menarik Mengenai Valentin Barco, Rekrutan Baru Chelsea yang Pernah Dikeplak Jude Bellingham
Chelsea resmi merekrut Valentin Barco. Simak lima fakta menarik bek Argentina yang pernah dikeplak Jude Bellingham di Piala Dunia 2026.
Arief Hadi - Senin, 03 Agustus 2026
5 Hal Menarik Mengenai Valentin Barco, Rekrutan Baru Chelsea yang Pernah Dikeplak Jude Bellingham
Piala Dunia
Ramai Isu Penjualan Saham Piala Dunia, Mantan Presiden FIFA Kecam Gianni Infantino
Sepp Blatter mengecam rencana Gianni Infantino menjual sebagian saham Piala Dunia. Menurutnya, sepak bola adalah milik rakyat, bukan investor.
Arief Hadi - Kamis, 30 Juli 2026
Ramai Isu Penjualan Saham Piala Dunia, Mantan Presiden FIFA Kecam Gianni Infantino
Piala Dunia
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga, Pemain hingga Federasi Argentina Terancam Sanksi Berat
FIFA membuka penyelidikan terhadap Argentina setelah Piala Dunia 2026. Insiden keributan final kontra Spanyol, pesan politik, hingga dugaan pelanggaran disiplin membuat Albiceleste terancam sanksi berat.
Johan Kristiandi - Kamis, 30 Juli 2026
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga, Pemain hingga Federasi Argentina Terancam Sanksi Berat
Bagikan