Premier League

Mengenal Peraturan Batasan Pengeluaran yang Bikin Man United dan Man City Kebakaran Jenggot

Seperti apa peraturan yang bisa bikin Manchester United dan Manchester City mengajukan penolakan?
Johan KristiandiJohan Kristiandi - Kamis, 02 Mei 2024
Mengenal Peraturan Batasan Pengeluaran yang Bikin Man United dan Man City Kebakaran Jenggot
Premier League (Twitter)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Premier League terus melakukan inovasi agar tetap menjadi liga paling menarik di dunia. Satu di antaranya adalah rencana peraturan batasan pengeluaran. Namun, ada dua tim yang menolak, yakni Manchester United dan Manchester City. Lantas, bagaimana sebenarnya rancangan peraturan itu?

Premier League sedang membahas peraturan anyar, yaitu Spending Cap. Peraturan itu tidak hanya membahas batas pengeluaran gaji sebuah klub, tetapi juga keseluruhan.

Menurut laporan yang berembus di Inggris, nantinya klub-klub Premier League hanya bisa mengeluarkan dana sebesar lima kali lipat uang komersial televisi yang didapatkan tim juru kunci pada musim sebelumnya.

Dana tersebut sudah mencakup gaji, transfer (amortisasi), dan biaya agen. Biaya transfer yang dimaksud adalah nilai perpindahan pemain yang dibagi durasi kontrak.

Baca Juga:

Pemain Pinjaman Manchester United, Jadon Sancho Tampil Impresif di Liga Champions

Kejutan, Bruno Fernandes Buka Peluang Tinggalkan Manchester United

Rencana Tidak Berubah, Manchester United Tetap Akan Jual Mason Greenwood

Sebagai contoh, pada musim lalu Southampton yang menempati peringkat ke-20 klasemen akhir mendapatkan uang hak siar sebesar 103,6 juta pounds. Itu artinya, batas pengeluaran klub-klub Premier League menyentuh angka 518 juta pounds.

Sejatinya, bagi sebagian besar klub jumlah itu sudah cukup untuk satu musim. Namun, ada juga tim yang punya pengeluaran di luar angka tersebut.

Pada musim 2022-2023, Chelsea menghabiskan dana hingga 539 juta euro untuk membayar tiga komponen yang disebutkan di atas. Sementara itu, Man City memiliki pengeluaran mencapai 501 juta pounds.

Pada sisi lain, Manchester United memerlukan 453 juta euro dalam semusim. Meskipun masih di bawah angka 518 juta pounds, tetapi gapnya tidak lebar.

Tidak heran, Manchester United dan Manchester City kompak menolak peraturan tersebut. Aston Villa juga punya sikap yang sama. Sementara itu, Chelsea memilih tidak memihak.

Menurut beberapa pihak, rencana aturan baru kali ini lebih baik dibanding aturan sebelumnya yang berbunyi sebuah klub tidak boleh menelan kerugian mencapai 105 juta pounds dalam tiga musim.

Sebab, peraturan itu bisa diakali dengan berbagai cara, satu di antaranya adalah sponsor yang tidak jelas.

Selain itu, rancangan peraturan baru kali ini juga dianggap bisa membuat liga semakin kompetitif. Alasannya, batasan pengeluaran semua klub jadi sama.

Bahkan, jika klub-klub papan atas ingin mengeluarkan dana lebih banyak, mereka bisa menaikkan jumlah pembagian hak siar kepada tim lainnya. Cara tersebut dianggap menguntungkan semua pihak.

View this post on Instagram

A post shared by Bolaskor.com (@bolaskorcom)

Dari sisi berlawanan, ada keyakinan jika peraturan itu bisa membuat klub-klub Premier League kesulitan bersaing di Eropa. Pembelaannya adalah mereka tidak bisa lagi jor-joran memboyong pemain.

Rencananya, peraturan batasan pengeluaran akan mulai diterapkan pada musim 2025-2026. Para perserta Premier League akan kembali merembukkan aturan tersebut pada akhir musim ini.

Jika menilik situasi sekarang, kemungkinan besar peraturan tersebut bisa diterapkan. Sejauh ini, hanya ada tiga klub yang menolak dan satu lainnya abstain. Dengan demikian, ada 16 tim yang memberikan lampu hijau.

Premier League Breaking News Manchester City Manchester United Chelsea
Ditulis Oleh

Johan Kristiandi

My name is Johan Kristiandi, a Sports Journalist and Content Writer with more than eight years of experience. A Journalism graduate from the IISIP Jakarta, I began my career at Bola.com before joining BolaSkor.com in 2018 under PT Merah Putih Media, where I cover football news, match analysis, transfer updates, and major international tournaments. I also contributed to FIFA+ Indonesia during the 2022 FIFA World Cup and have worked as a Freelance Writer for Netralnews.com, producing content across sports, politics, economics, lifestyle, and breaking news.
Posts

19.306

Berita Terkait

Sosok
Alex Grimaldo, Ahli Bola Mati Jebolan La Masia yang Hanya Kalah dari Lionel Messi
Sebagai salah satu spesialis bola mati terbaik saat ini, pemain timnas Spanyol, Alejandro Grimaldo, mengasah kemampuannya di akademi terkenal Barcelona, La Masia.
Yusuf Abdillah - Minggu, 14 Juni 2026
Alex Grimaldo, Ahli Bola Mati Jebolan La Masia yang Hanya Kalah dari Lionel Messi
Piala Dunia
Jerman Bidik Kemenangan Perdana di Laga Pembuka Piala Dunia setelah 12 Tahun
Bagi Jerman, pertandingan melawan Curacao menjadi kesempatan untuk mengakhiri catatan buruk yang menghantui mereka dalam dua edisi Piala Dunia sebelumnya.
Yusuf Abdillah - Minggu, 14 Juni 2026
Jerman Bidik Kemenangan Perdana di Laga Pembuka Piala Dunia setelah 12 Tahun
Ragam
Mengapa Pencetak Gol Terbanyak di Piala Dunia Justru Bisa Menjadi Pertanda Buruk?
Dalam sejarah Piala Dunia, mencetak gol paling banyak tidak selalu berarti membawa pulang trofi.
Yusuf Abdillah - Minggu, 14 Juni 2026
Mengapa Pencetak Gol Terbanyak di Piala Dunia Justru Bisa Menjadi Pertanda Buruk?
Piala Dunia
Piala Dunia 2026: Carlo Ancelotti Akui Brasil Masih Jauh dari Harapan
Brasil hanya bermain imbang 1-1 dengan Maroko pada laga pertama mereka di Piala Dunia 2026.
Yusuf Abdillah - Minggu, 14 Juni 2026
Piala Dunia 2026: Carlo Ancelotti Akui Brasil Masih Jauh dari Harapan
Sosok
Profil Ayyoub Bouaddi: Wonderkid 18 Tahun Binaan Prancis yang Menyebrang ke Maroko, Bersinar Melawan Brasil di Piala Dunia 2026
Ayyoub Bouaddi merupakan kapten Timnas Prancis U-21 sebelum Piala Dunia 2026.
Tengku Sufiyanto - Minggu, 14 Juni 2026
Profil Ayyoub Bouaddi: Wonderkid 18 Tahun Binaan Prancis yang Menyebrang ke Maroko, Bersinar Melawan Brasil di Piala Dunia 2026
Piala Dunia
FIFA Tetap Bayar Penuh Wasit Somalia yang Gagal Bertugas di Piala Dunia 2026
FIFA memastikan wasit asal Somalia, Omar Artan, tetap akan menerima bayaran penuh untuk Piala Dunia 2026 meski gagal bertugas.
Yusuf Abdillah - Minggu, 14 Juni 2026
FIFA Tetap Bayar Penuh Wasit Somalia yang Gagal Bertugas di Piala Dunia 2026
Piala Dunia
Piala Dunia 2026: Dembele Nilai Kritik terhadap Mbappe Sudah Keterlaluan
Ousmane Dembele memberikan pembelaan kepada kapten timnas Prancis, Kylian Mbappe, yang terus dihujani kritik.
Yusuf Abdillah - Minggu, 14 Juni 2026
Piala Dunia 2026: Dembele Nilai Kritik terhadap Mbappe Sudah Keterlaluan
Bulu Tangkis
Hasil Australian Open 2026: Alwi Farhan Juara, Sabar/Reza dan Ana/Trias Runner-up
Alwi Farhan sukses menjuarai Australian Open 2026. Sementara itu, Sabar/Reza dan Ana/Trias bawa pulang medali perak.
BolaSkor - Minggu, 14 Juni 2026
Hasil Australian Open 2026: Alwi Farhan Juara, Sabar/Reza dan Ana/Trias Runner-up
Prediksi
Prediksi dan Statistik Swedia vs Tunisia: Bidik Start Sempurna
Prediksi skor, statistik, kabar tim, dan susunan pemain Swedia vs Tunisia pada laga Grup F Piala Dunia 2026 di Monterrey Stadium.
Yusuf Abdillah - Minggu, 14 Juni 2026
Prediksi dan Statistik Swedia vs Tunisia: Bidik Start Sempurna
Piala Dunia
Piala Dunia 2026: Tony Popovic Beberkan Kunci Kemenangan Australia atas Turki
Pelatih timnas Australia, Tony Popovic, memberikan apresiasi tinggi kepada para pemainnya setelah meraih kemenangan 2-0 atas Turki dalam laga Grup D Piala Dunia 2026.
Yusuf Abdillah - Minggu, 14 Juni 2026
Piala Dunia 2026: Tony Popovic Beberkan Kunci Kemenangan Australia atas Turki
Bagikan