BolaSkor.com - Piala Dunia 2018 yang digelar di Rusia menjadi salah satu edisi paling menarik dalam sejarah pesta sepak bola paling megah sejagat raya itu.
Edisi ke-21 Piala Dunia itu mencatatkan sejarah karena untuk pertama kalinya diselenggarakan di Rusia. Gelaran tersebut berlangsung pada 14 Juni hingga 15 Juli 2018 yang tersebar di 12 stadion di 11 kota di Rusia.
Baca Juga:
Kilas Balik Piala Dunia 2014: Tragedi Mineirazo, Gol Ikonik Van Persie, Gelar Keempat Jerman
Kilas Balik Piala Dunia 2010: Fenomena Lagu Waka Waka dan Sejarah Sepak Bola Spanyol
Sebanyak 32 tim bersaing di Piala Dunia 2018 dengan Prancis yang keluar sebagai juara usai menumbangkan Kroasia di partai puncak yang digelar di Stadion Luzhniki, Moskow, 15 Juli 2018. Les Blues menang dengan skor 4-2.
Banyak hal yang terjadi pada pesta sepak bola terbesar edisi kala itu. Sejumlah sejarah tercipta dan kejutan-kejutan pun membuat para pecinta bola bundar tertegun.
Debut VAR
Salah satu sejarah lain yang tercipta pada Piala Dunia 2018 ialah kemunculan Video Assistant Referee (VAR). Untuk pertama kalinya sepanjang sejarah piala dunia, teknologi bantuan tersebut digunakan.
Menurut laporan dari FIFA, dari total 64 pertandingan yang bergulir di Piala Dunia 2018, terdapat 455 pengecekan insiden dengan menggunakan VAR. Selain itu, review dari wasit menggunakan teknologi VAR terjadi sebanyak 20 kali.
Penggunaan VAR dalam turnamen tersebut menimbulkan perdebatan di mana pecinta sepak bola terbagi menjadi dua kubu. Ada yang setuju dengan penggunaan teknologi itu demi pertandingan yang lebih adil, tetapi ada juga yang merasa hal tersebut menghapus keseruan sebuah laga.
Terlepas dari semua perdebatan dan kontroversinya, VAR masih bertahan di dunia sepak bola hingga saat ini. Bahkan, teknologi tersebut sudah diimplementasikan di kompetisi Indonesia.
Kejutan Kroasia
Salah satu kejutan yang terjadi pada Piala Dunia 2018 ialah melajunya Kroasia hingga babak final. Meskipun pada akhirnya harus bertekuk lutut di hadapan Prancis.
Itu menjadi hasil terbaik Kroasia sepanjang keikutsertaan mereka di ajang piala dunia, di mana sebelumnya paling jauh hanya mampu meraih peringkat ketiga pada 1998 silam.
Namun, perjalanan Kroasia di Piala Dunia 2018 tidak mudah dan penuh perjuangan.
Skuad yang dipimpin Luka Modric itu memulai perjalanan di Piala Dunia 2018 dengan meraih tiga kemenangan pada fase grup dan lolos ke fase gugur sebagai juara Grup D.
Di babak 16 besar, mereka dihadapkan dengan Denmark dan Kroasia lolos usai melewati babak adu penalti yang berakhir dengan skor 3-2.
Lolos ke perempat final, Kroasia berduel dengan Rusia yang secara mengejutkan berhasil menggugurkan Spanyol di babak 16 besar.
Lagi-lagi, Kroasia harus susah payah meraih kemenangan lewat babak adu penalti setelah waktu normal berakhir imbang 2-2. Kroasia akhirnya menang dengans kor akhir 4-3 pada babak adu penalti.
Di babak semifinal kontra Inggris, Kroasia kembali harus bertanding lebih dari 90 menit karena skor imbang 1-1 tercatat hingga waktu normal. Namun, di babak empat besar ini mereka tak perlu sampai babak adu penalti karena gol dari Mario Mandzukic pada menit ke-109 membawa Kroasia ke partai final.
Kisah manis Kroasia di Piala Dunia 2018 pun berakhir di partai puncak. Mereka harus mengakui keunggulan Prancis yang tampil lebih solid dan Modric cs harus rela menelan kekalahan 2-4 dan pulang dengan medali perak.
Kylian Mbappe Bawa Prancis Juara
Di balik kemurungan Kroasia, ada sinar terang dari bocah 19 tahun bernama Kylian Mbappe. Remaja paling fenomenal saat itu mencuri perhatian sepanjang gelaran Piala Dunia 2018 dan sukses menjadi sosok kunci keberhasilan Prancis mengangkat trofi.
Gelar tersebut menjadi trofi piala dunia kedua bagi Prancis setelah sebelumnya diraih pada 1998. Pada empat edisi berikutnya, Les Blues paling jauh hanya mampu rebut runner-up di Piala Dunia 2006 Jerman.
Berbeda dengan Kroasia, jalan Prancis di fase gugur menuju partai puncak terbilang lebih nyaman karena tak sekali pun Mbappe dan kolega harus bertanding lebih dari 90 menit.
Les Blues menumbangkan Argentina dengan skor 4-3 pada babak 16 besar, kemudian menang 2-0 atas Uruguay di perempat final, dan mengalahkan Belgia 1-0 di semifinal sebelum akhirnya menghajar Kroasia 4-2 di final dan merengkuh gelar juara.
Kylian Mbappe dan Antoine Griezmann tampil gemilang sepanjang turnamen dan sama-sama menyumbangkan total empat gol.
Mbappe dinobatkan sebagai pemain muda terbaik di Piala Dunia 2018, sedangkan Griezmann mendapatkan gelar bronze ball serta siler boot.
Keberhasilan Prancis mengangkat trofi juara juga menjadi sejarah tersendiri bagi sang nahkoda tim, Didier Deschamps. Dia menjadi pria ketiga yang sukses menjadi juara piala dunia sebagai pemain dan pelatih, mengikuti jejak legenda terdahulu, yakni Mario Zagallo dan Franz Beckenbauer.
Setelah berhasil menjadi juara di Piala Dunia 2018, Prancis nyaris kembali berjaya di edisi berikutnya pada 2022. Sayangnya, Les Blues dijegal Argentina yang dipimpin Lionel Messi di laga puncak dalam salah satu partai paling seru sepanjang sejarah.
Pada Piala Dunia 2026, Prancis yang masih dipimpin Didier Deschamps dengan Kylian Mbappe kembali menjadi tim favorit menjadi juara. Menarik untuk melihat apakah Les Blues bisa masuk ke final piala dunia tiga kali berturut-turut, atau bahkan kini mengulangi kesuksesan di 2018 silam?
Penulis: Gazza Roosaryatama