Kilas Balik Piala Dunia 1982: Dibayangi Skandal Totonero, Paolo Rossi Jadi Pahlawan Timnas Italia di Spanyol

Kilas balik Piala Dunia 1982 Spanyol. Kisah magis Timnas Italia bangkit dari kehancuran skandal Totonero hingga kepahlawanan hat-trick legendaris Paolo Rossi.
Arief HadiArief Hadi - Jumat, 29 Mei 2026
Kilas Balik Piala Dunia 1982: Dibayangi Skandal Totonero, Paolo Rossi Jadi Pahlawan Timnas Italia di Spanyol
Piala Dunia 1982 di Spanyol (Foto: AI)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Di setiap awal bulan April, dunia mengenal istilah "April Fools' Day" di mana pada hari tersebut banyak candaan berupa kebohongan, prank, termasuk di kalangan media.

Pada dunia modern ketika Kecerdasan Buatan (AI) digunakan dalam kehidupan sehari-hari, kebohongan dan realita berbeda tipis. Akan tapi pada 1 April 2026, fans Italia tidak akan melihatnya sebagai April Fool.

Tepat di tanggal tersebut mereka melihat timnas Italia tumbang melawan Bosnia Herzegovina dalam kualifikasi Piala Dunia 2026. Timnas tertunduk lesu dan memastikan Italia tak lolos Piala Dunia tiga kali beruntun.

Baca Juga:

Daniel Siebert, Wasit Final Liga Champions yang Tidak Terpilih ke Piala Dunia 2026

Profil Tim Tuan Rumah Piala Dunia 2026: Timnas Meksiko, El Tricolor dan Efek Pemain Ke-12

Kilas Balik Piala Dunia 1974: Format Baru, Rekor Gerd Muller, dan Kejayaan Jerman Barat

Apakah itu aib bagi sepak bola Italia? Ya, tidak pernah ada dalam sejarah tim yang pernah menjuarai Piala Dunia tidak lolos event empat tahunan tiga kali beruntun.

Alhasil, ketika tim-tim lain berpatisipasi di Piala Dunia 2026, suporter Italia hanya bisa menonton YouTube, menyaksikan kembali kejayaan Italia di masa lalu, termasuk di Piala Dunia 1982.

Piala Dunia 1982 di Spanyol

Logo Piala Dunia 1982 (Foto: FIFA)

Pada 1982, Piala Dunia edisi ke-12 dihelat dengan Spanyol terpilih sebagai tuan rumah dalam turnamen yang berlangsung dari 13 Juni hingga 11 Juli.

Sejarah tercipta dengan tambahan peserta dari 16 menjadi 24 tim, membuka kesempatan bagi negara-negara lain untuk berpatisipasi. Adapun mereka yang tampil di Piala Dunia 1982 adalah sebagai berikut:

Amerika Selatan (CONMEBOL): Argentina (Juara Bertahan), Brasil, Cili, Peru.

Amerika Utara dan Tengah (CONCACAF): Honduras, El Salvador.

Eropa (UEFA): Spanyol, Jerman Barat, Polandia, Prancis, Inggris, Italia, Austria, Belgia, Cekoslowakia, Hungaria, Irlandia Utara, Skotlandia, Uni Soviet, Yugoslavia.

Asia dan Oseania (AFC/OFC): Kuwait, Selandia Baru.

Afrika (CAF): Aljazair, Kamerun.

Juara bertahan Piala Dunia adalah Argentina. Fase yang digunakan adalah dua fase grup yang berlanjut ke fase gugur - sebelum format dua grup itu dihapuskan.

Perjalanan Argentina berakhir di fase grup kedua, sementara beberapa cerita menarik dari turnamen tersebut adalah 'permainan mata' yang memicu perubahan dari FIFA.

Ceritanya terjadi di fase grup Austria vs Jerman Barat, keduanya bermain mata karena jika Jerman Barat menang maka mereka akan menyingkirkan penghuni grup lainnya, Aljazair. Sejak saat itu, FIFA memainkan laga terakhir fase grup secara serentak.

Momen itu diingat sebagai "Aib Gijon" meski sebelumnya Aljazair mengukir sejarah kala menang 2-1 atas Jerman Barat, sebagai tim pertama dari Afrika yang mengalahkan tim unggulan dari Eropa.

Skandal Totonero

Skandal totonero pada 1980 (Foto: La Gazzetta dello Sport)

Akan tapi jika berbicara mengenai Piala Dunia 1982, maka sorotan tak lepas dari kejayaan Italia yang memenangi titel Piala Dunia ketiga setelah 1934 dan 1938.

Keberhasilan mereka pun tak diduga. Bagaimana tidak, dua tahun sebelum Piala Dunia, Italia diterjang skandal Totonero atau kasus pengaturan skor di Serie A dan Serie B.

AC Milan dan Lazio menerima hukuman degradasi ke Serie B dan Paolo Rossi, yang saat itu memperkuat Perugia, diberi sanksi larangan main tiga tahun yang dikurangi menjadi dua tahun setelah banding.

Total, selain tujuh klub Serie A dan Serie B menerima sanksi, juga beberapa petinggi klub, 19 pemain juga menerima hukuman berbeda-beda.

Skandal tersebut mengubah wajah sepak bola Italia yang skeptis jika berbicara sepak bola, terlebih Piala Dunia 1982 yang hanya berjarak dua tahun darinya.

Italia Berjaya, Paolo Rossi Jadi Protagonis

Akan tapi dalam diri pelatih Italia kala itu, Enzo Bearzot, tidak ada kekhawatiran sama sekali dengan prinsip kuat yang dimilikinya.

Kendati dicibir publik karena membawa Dino Zoff yang sudah berusia 40 tahun, bahkan menjadikannya kiper utama, Bearzot tak bergeming.

Terlebih kala Rossi masuk ke dalam skuad Italia dan ia baru bermain selama beberapa bulan, saat memperkuat Juventus jelang Piala Dunia 1982.

Enzo Bearzot, pelatih Italia pada 1982 (Foto: FIGC)

Namun, Bearzot memiliki koneksi kuat dengan Rossi. Rossi menuturkan soal Bearzot dalam film Becoming Champions pada 2018.

"Bearzot sangat fundamental buat saya karena di masa hukuman, dia sering menelepon dan berkata, "Paolino, terus berlatih, bersiaplah, tetap tenang'," papar Rossi.

Bearzot juga menjadi perisai yang kuat bagi skuadnya dengan aksi silenzio stampa yang notabene boikot kepada media Italia - yang juga diikuti Jose Mourinho pada 2010 dengan Inter Milan.

Media acapkali memberikan narasi negatif soal timnas Italia di Piala Dunia 1982 dan Bearzot melakukan aksi tersebut untuk melindungi timnya.

Perjalanan Italia pada awalnya diawali keberuntungan di fase grup pertama, karena mereka lolos ke fase berikutnya setelah tiga hasil imbang dari tiga laga kontra Polandia, Peru, dan Kamerun.

Hat-trick Paolo Rossi ke gawang Brasil (Foto: AI)

Italia bangkit di fase grup kedua di grup C yang berisikan Brasil, Argentina, dan Amerika Latin. Italia mengalahkan dua negara kuat Amerika Selatan tersebut: menang 2-1 atas Argentina dan 3-2 kontra Brasil.

Melawan Brasil itulah Paolo Rossi membungkam haters dengan torehan hat-trick gol, yang berlanjut dengan dua golnya di semifinal melawan Polandia (Italia menang 2-0).

Di final yang dimainkan di Santiago Bernabeu, Italia melawan Jerman Barat pada laga yang dipimpin Arnaldo Cezar Coelho.

Italia vs Jerman Barat (Foto: @ufcfooty)

Apa yang terjadi di final? Italia mempermalukan tim arahan Jupp Derwall dengan skor 3-1 melalui gol Rossi, Marco Tardelli, dan Alessandro Altobelli yang diperkecil gol Paul Breitner.

Timnas Italia memenangi titel Piala Dunia ketiga, mengubah prediksi miring terkait skandal totonero menjadi suka cinta suporter Italia.

Kilas Balik Piala Dunia Feature Piala Dunia Piala Dunia Piala Dunia 2026 Italia Timnas Italia Paolo Rossi

Arief Hadi

Sports Journalist & Tactical Analyst. 10+ years of experience (ex-PanditFootball, BolaTotal, FourFourTwo, Fox Sports, 90min). Manchester United loyalist since 2004. Passionate about tactical breakdowns, gaming, and cinema. Exploring the world of football, one tweet at a time.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Italia
Michael Kayode Curi Perhatian, Para Pemain Timnas Italia U-21 Dipercaya Bisa Naik Kelas ke Level Senior
Michael Kayode tampil gemilang dan mencetak gol saat debut di Timnas Italia. Pelatih U-21 sebut banyak pemain muda siap naik kelas ke senior.
Gazza Roosaryatama - Rabu, 30 September 2026
Michael Kayode Curi Perhatian, Para Pemain Timnas Italia U-21 Dipercaya Bisa Naik Kelas ke Level Senior
Italia
Momen Penebusan Alessandro Bastoni
Alessandro Bastoni mencetak gol saat Italia membantai Turki 4-1. Momen itu menjadi penebusan setelah kesalahan fatalnya kontra Bosnia.
Arief Hadi - Selasa, 29 September 2026
Momen Penebusan Alessandro Bastoni
Italia
Italia Menang Telak di Turki, Mancini Langsung Alihkan Fokus ke Laga Melawan Prancis
Italia menang telak 4-1 atas Turki di Nations League. Roberto Mancini langsung mengalihkan fokus ke laga berikutnya melawan Prancis.
Arief Hadi - Selasa, 29 September 2026
Italia Menang Telak di Turki, Mancini Langsung Alihkan Fokus ke Laga Melawan Prancis
Hasil akhir
Hasil UEFA Nations League: Italia Pesta Gol, Prancis Menang Dramatis
Italia menang telak 4-1 atas Turki, sementara Prancis menundukkan Belgia 1-0 lewat gol Michael Olise. Simak hasil lengkap UEFA Nations League.
Arief Hadi - Selasa, 29 September 2026
Hasil UEFA Nations League: Italia Pesta Gol, Prancis Menang Dramatis
Jadwal
Cara Menonton dan Link Streaming Turki vs Italia, Live di Sini!
Berikut cara menonton dan link streaming laga UEFA Nations League antara Turki vs Italia di Timsah Arena, Selasa (29/9) pukul 01.45 WIB.
Gazza Roosaryatama - Senin, 28 September 2026
Cara Menonton dan Link Streaming Turki vs Italia, Live di Sini!
Liga Dunia
Ketika Vincenzo Montella Berambisi Mengalahkan Italia
Vincenzo Montella berambisi membawa Turki mengalahkan Italia di UEFA Nations League, meski Gli Azzurri belum pernah kalah dalam 14 pertemuan.
Arief Hadi - Senin, 28 September 2026
Ketika Vincenzo Montella Berambisi Mengalahkan Italia
Prediksi
Prediksi Skor dan Link Streaming Turki vs Italia: Gli Azzurri Belum Pernah Kalah
Berikut adalah prediksi skor dan link streaming laga UEFA Nations League antara Turki vs Italia, di Timsah Arena, Bursa, Selasa (29/9) pukul 01.45 WIB.
Gazza Roosaryatama - Senin, 28 September 2026
Prediksi Skor dan Link Streaming Turki vs Italia: Gli Azzurri Belum Pernah Kalah
Italia
Belgia Akhiri Kutukan Berusia 54 Tahun atas Italia, Era Mark van Bommel Baru Dimulai
Belgia mengalahkan Italia 2-0 di UEFA Nations League. Kemenangan ini mengakhiri kutukan 54 tahun dan menjadi debut sempurna Mark van Bommel.
Arief Hadi - Sabtu, 26 September 2026
Belgia Akhiri Kutukan Berusia 54 Tahun atas Italia, Era Mark van Bommel Baru Dimulai
Italia
Italia Tumbang: Comeback Mancini Berakhir Pahit, Gli Azzurri Disiuli Fans
Italia kalah 0-2 dari Belgia dalam comeback Roberto Mancini. Gli Azzurri mendapat siulan fans di Olimpico dan diminta bersabar di era baru.
Arief Hadi - Sabtu, 26 September 2026
Italia Tumbang: Comeback Mancini Berakhir Pahit, Gli Azzurri Disiuli Fans
Hasil akhir
Hasil UEFA Nations League: Italia Dipermalukan di Kandang, Prancis Menang Tipis
Italia dipermalukan Belgia 0-2 di kandang, sementara Prancis menang 1-0 atas Turki. Simak hasil lengkap UEFA Nations League 2026-2027.
Arief Hadi - Sabtu, 26 September 2026
Hasil UEFA Nations League: Italia Dipermalukan di Kandang, Prancis Menang Tipis
Bagikan