BolaSkor.com - Piala Dunia 2026 akan menghadirkan format baru yang akan diikuti 48 tim dari 32 tim, juga memiliki tiga tuan rumah: Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat (AS).
Tim-tim besar dengan tradisi sepak bola kuat tetap menjadi favorit juara, tetapi begitu juga peluang tim kejutan melaju jauh dan memiliki mimpi juara.
Salah satu tim berpengalaman, tetapi tidak diunggulkan juara itu adalah timnas Swiss. Nati - julukan Swiss - tak pernah absen di Piala Dunia sejak 2002.
Baca Juga:
Pecahkan Rekor, Wasit Piala Dunia 2026 Akan Kantongi Rp1,7 Miliar Plus Bonus
Andy Robertson Bawa Mimpi Diogo Jota ke Piala Dunia 2026
Piala Dunia 2026: AS Diklaim Cabut Alokasi Tiket Piala Dunia untuk Suporter Iran
"Kami bermain dengan gembira tetapi juga serius, dan fakta bahwa kami telah lolos ke enam Piala Dunia terakhir menunjukkan betapa bagusnya cara kami berlatih dan kualitas yang kami miliki dalam tim," tutur pelatih Swiss, Murat Yakin di laman resmi FIFA.
"Itu hebat; bukan hal yang bisa dianggap remeh bahwa negara sepak bola yang lebih kecil seperti Swiss akan selalu lolos."
Swiss Bisa Kalahkan Tim Besar
Tim-tim besar dunia, khususnya Eropa, paham apabila Swiss tim yang dapat menjadi kuda hitam.
Terlebih, Swiss memiliki pemain-pemain berpengalaman yang berkarier di liga top Eropa, semisal Manuel Akanji, Gregor Kobel, dan Granit Xhaka.
Yakin memiliki keyakinan kuat dengan kesatuan yang dimiliki Swiss, mereka juga bisa mengalahkan tim besar yang notabene menyandang status unggulan.
"Kami adalah tim yang solid dan telah bersama untuk beberapa waktu sekarang," imbuh Yakin.
Kami memiliki banyak pemain berpengalaman yang bermain untuk klub-klub besar dan tahu apa yang dipertaruhkan. Tentu saja sangat fantastis berada di sini.
"Kami adalah kelompok yang kompak, dan kami menikmati bermain sepak bola."
"Kami mendapatkan tempat kami di Piala Dunia dengan penampilan kami di setiap tahap dan setiap pertandingan," tambah Yakin.
"Dan dalam hal turnamen pun, kami sekarang memiliki begitu banyak pengalaman dalam tim sehingga kami dapat bersaing dengan siapa pun."
"Lawan kami juga menghormati kami. Mereka tahu cara kami bermain dan hasil yang telah kami raih. Kami telah bekerja keras untuk itu," urainya.