Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

FIFA Terapkan Teknologi Semi Otomatis Offside di Piala Dunia 2022

Teknologi baru akan diterapkan di Piala Dunia 2022.
Arief HadiArief Hadi - Jumat, 01 Juli 2022
FIFA Terapkan Teknologi Semi Otomatis Offside di Piala Dunia 2022
Trofi Piala Dunia (Twitter)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Tahun 2022 menjadi salah satu tahun spesial dalam kalender dunia sepak bola. Pasalnya di akhir tahun nanti akan dihelat ajang empat tahunan atau pesta akbar sepak bola dunia: Piala Dunia 2022.

Berbeda dari edisi-edisi Piala Dunia sebelumnya kala Piala Dunia dihelat setelah liga-liga di Eropa berakhir, tahun ini berbeda karena dihelat di Qatar, Asia, yakni dari 21 November hingga 18 Desember 2022.

Qatar menjadi tuan rumah yang berasal dari Asia pertama setelah sebelumnya Korea Selatan dan Jepang jadi tuan rumah Piala Dunia 2002. Di event itu juga FIFA, selaku Federasi Sepak Bola Dunia, mengumumkan penggunaan teknologi baru.

Sebagaimana dilansir dari laman resmi FIFA, FIFA akan menjadikan Piala Dunia 2022 sebagai momen untuk menggunakan teknologi offside baru dengan istilah semi otomatis offside.

Teknologi itu diharapkan dapat menjadi alat untuk membantu wasit video dan juga di lapangan untuk membantu mereka membuat keputusan cepat, lebih akurat, dalam memberikan keputusan terkait offside.

Baca Juga:

Wales 1-0 Ukraina: Akhiri Penantian 64 Tahun, The Dragons Tampil di Piala Dunia 2022

FIFA Tambah Jumlah Maksimal Pemain untuk Piala Dunia 2022

Wales Tampil di Piala Dunia 2022, Bale Tunda Pensiun

Ilustrasi teknologi Piala Dunia

Teknologi semi otomatis offside itu menggunakan 12 kamera yang berada di atap stadion untuk mengikuti arah bola, juga dengan data poin sebanyak 29 di tiap individu, 50 kali per detik, mengkalkulasikan posisi dengan baik di lapangan laga.

29 data yang dikoleksi itu termasuk bagian atas tubuh dan detail dalam membuat keputusan wasit. Bola resmi Piala Dunia 2022, Al Rihla, juga akan memiliki sensor untuk melihat keputusan offside yang sangat tipis.

Penggunaan teknologi semi otomatis offside itu dibenarkan oleh Presiden FIFA, Gianni Infantino. Dia menilai teknologi ini adalah perkembangan setelah pada Piala Dunia 2018 menggunakan VAR.

“Pada Piala Dunia FIFA 2018, FIFA mengambil langkah berani untuk menggunakan teknologi VAR di panggung terbesar dunia, dan itu telah terbukti menjadi kesuksesan yang tak terbantahkan," terang Infantino di laman resmi FIFA.

"Teknologi offside semi otomatis adalah evolusi dari sistem VAR yang telah diterapkan di seluruh dunia."

"Teknologi ini adalah puncak dari tiga tahun penelitian dan pengujian khusus untuk memberikan yang terbaik bagi tim, pemain, dan penggemar yang akan menuju Qatar akhir tahun ini, dan FIFA bangga dengan pekerjaan ini, karena kami menantikan dunia melihat manfaat dari teknologi offside semi-otomatis di Piala Dunia FIFA 2022."

"FIFA berkomitmen untuk memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan permainan sepak bola di semua tingkatan, dan penggunaan teknologi offside semi-otomatis di Piala Dunia FIFA 2022 adalah bukti yang paling jelas," pungkas Infantino.

Piala dunia 2022 Piala Dunia 2022 Qatar Fifa

Arief Hadi

Sports Journalist & Tactical Analyst. 10+ years of experience (ex-PanditFootball, BolaTotal, FourFourTwo, Fox Sports, 90min). Manchester United loyalist since 2004. Passionate about tactical breakdowns, gaming, and cinema. Exploring the world of football, one tweet at a time.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Piala Dunia
Kutukan Timnas Inggris di Piala Dunia Berlanjut, Argentina Jadi Korban Terbaru
Argentina gagal juara Piala Dunia 2026 usai kalah dari Spanyol. Kekalahan itu memperpanjang kutukan tim yang menyingkirkan Inggris sejak Piala Dunia 2018.
Rizqi Ariandi - Selasa, 21 Juli 2026
Kutukan Timnas Inggris di Piala Dunia Berlanjut, Argentina Jadi Korban Terbaru
Piala Dunia
Tak Populer di Piala Dunia 2026, FIFA Siap Evaluasi Aturan Jeda Minum
Arsene Wenger mengakui jeda minum memang tidak disukai banyak pihak. Meski demikian, FIFA baru akan melakukan evaluasi setelah turnamen berakhir.
Yusuf Abdillah - Minggu, 19 Juli 2026
Tak Populer di Piala Dunia 2026, FIFA Siap Evaluasi Aturan Jeda Minum
Piala Dunia
Naik 50 Persen dari 2022, Berapa Hadiah Uang yang Diterima Pemenang Piala Dunia 2026?
Juara Piala Dunia 2026 akan membawa pulang hadiah 50 juta dolar AS atau sekitar Rp897 miliar. FIFA menaikkan total hadiah turnamen hingga 50 persen.
Arief Hadi - Sabtu, 18 Juli 2026
Naik 50 Persen dari 2022, Berapa Hadiah Uang yang Diterima Pemenang Piala Dunia 2026?
Piala Dunia
Juara Piala Dunia 2026 Dapat Cincin, FIFA Kembali Jadi Sorotan
FIFA memperkenalkan cincin juara untuk pemenang Piala Dunia 2026. Kebijakan baru ini memicu kritik karena dinilai terlalu mengadopsi budaya olahraga Amerika.
Arief Hadi - Sabtu, 18 Juli 2026
Juara Piala Dunia 2026 Dapat Cincin, FIFA Kembali Jadi Sorotan
Piala Dunia
Harga Tiket Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina, Termahal Mencapai Rp538 Juta
Harga tiket final Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Argentina mencapai Rp538 juta untuk kategori pertama. Nilainya bahkan melampaui rata-rata harga tiket Super Bowl LVIII dan Final NBA 2026.
Rizqi Ariandi - Jumat, 17 Juli 2026
Harga Tiket Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina, Termahal Mencapai Rp538 Juta
Piala Dunia
Soal Tudingan Argentina Jadi 'Anak Emas' FIFA, Messi Beri Respons Menohok
Kapten Argentina, Lionel Messi, angkat bicara mengenai berbagai tuduhan yang menyebut La Albiceleste mendapat perlakuan istimewa dan kerap diuntungkan sepanjang Piala Dunia 2026.
Yusuf Abdillah - Kamis, 16 Juli 2026
Soal Tudingan Argentina Jadi 'Anak Emas' FIFA, Messi Beri Respons Menohok
Piala Dunia
Kibarkan Spanduk Falklands setelah Kalahkan Inggris, Argentina Terancam Dihukum FIFA
Argentina terancam sanksi FIFA usai mengibarkan spanduk Falklands setelah mengalahkan Inggris di semifinal Piala Dunia 2026.
Arief Hadi - Kamis, 16 Juli 2026
Kibarkan Spanduk Falklands setelah Kalahkan Inggris, Argentina Terancam Dihukum FIFA
Piala Dunia
Kontroversi Kartu Merah Balogun di Piala Dunia 2026: Ketua Komdis FIFA Ternyata Ambil Keputusan Sendiri
Keputusan penangguhan kartu merah Folaron Balogun diambil oleh Ketua Komite Disiplin FIFA, Mohammad Al-Kamali, tanpa melibatkan 17 anggota lainnya.
Yusuf Abdillah - Senin, 13 Juli 2026
Kontroversi Kartu Merah Balogun di Piala Dunia 2026: Ketua Komdis FIFA Ternyata Ambil Keputusan Sendiri
Piala Dunia
Bukan Sekedar Wacana, Piala Dunia 2030 Bisa Diikuti 64 Tim
FIFA membuka peluang Piala Dunia 2030 diikuti 64 tim. Gianni Infantino menilai negara-negara kecil harus mendapat kesempatan untuk bermimpi.
Arief Hadi - Senin, 13 Juli 2026
Bukan Sekedar Wacana, Piala Dunia 2030 Bisa Diikuti 64 Tim
Piala Dunia
Kontroversi Spidercam di Perempat Final, FIFA Tolak Protes Norwegia
Kubu Norwegia menilai gol penyeimbang Inggris yang dicetak Jude Bellingham seharusnya tidak disahkan karena diduga diawali oleh bola yang menyentuh kabel spidercam di atas lapangan.
Yusuf Abdillah - Minggu, 12 Juli 2026
Kontroversi Spidercam di Perempat Final, FIFA Tolak Protes Norwegia
Bagikan