BolaSkor.com - Timnas Iran sukses mencuri perhatian lewat performa impresif di fase Grup G Piala Dunia 2026. Iran tak terkalahkan usai imbang dua kali beruntun kontra Selandia Baru (2-2) dan Belgia (0-0).
Pencapaian ini terasa luar biasa mengingat mereka harus bertarung di tengah himpitan konflik geopolitik dengan Amerika Serikat selaku tuan rumah.
Selain tantangan politis, skuad Team Melli juga didera kelelahan akibat rumitnya urusan visa dan perjalanan yang menguras fisik. Namun, pelatih Amir Ghalenoei merasa sangat bangga anak asuhnya bisa tampil heroik saat menahan imbang Belgia.
Baca Juga:
Prediksi dan Statistik Prancis vs Irak: Amankan Tiket 32 Besar Piala Dunia 2026
Tijjani Reijnders Bukan Satu-satunya Pemain Keturunan Indonesia di Piala Dunia 2026
Hasil Piala Dunia 2026: Cape Verde Bikin Kejutan Lagi, Mesir Melesat ke Puncak Klasemen
"Kami datang ke Piala Dunia dengan kondisi seburuk mungkin. Namun kami tetap mendapatkan hasil melawan tim dan manajer yang hebat, kami memainkan permainan yang indah," ungkap Ghalenoei dilansir dari ESPN.
Hasil imbang tersebut membuat Iran kini mengantongi dua poin berharga dari dua laga awal.
"Kami menjalani dua pertandingan hebat tanpa kekalahan. Malam ini kami merayakannya, besok kami fokus pada Mesir yang merupakan tim sangat kuat," tegas sang pelatih.
Badai Kelelahan dan Keterbatasan Visa

Belgia vs Iran (@DStvUganda)
Masalah visa yang membelit membuat timnas Iran terpaksa tidak bisa membawa seluruh staf pendukung mereka secara penuh. Di sisi lain, jadwal perjalanan udara antarkota yang sangat memakan waktu benar-benar menyiksa fisik para pemain.
Saat ini, kami butuh pemulihan. Enam belas jam, dua penerbangan, dan pertandingan berat. Saya rasa tak seorang pun sanggup menanggungnya. Pemain kami memberikan segalanya,
imbuh Ghalenoei menyoroti kelelahan ekstrem yang mendera timnya.
Fokus sang juru taktik kini tertuju pada persiapan yang sangat minim jelang laga krusial berikutnya, melawan Mesir di laga terakhir grup G pada Sabtu (27/06) pukul 10.00 pagi WIB.
"Kami harus pulih dan terbang kembali, kami bahkan tak punya cukup waktu. Besok kami akan melihat laga hari ini dan menatap laga melawan Mesir," tambahnya.
Mentalitas Baja Skuad Iran
Pemain sayap andalan Iran, Alireza Jahanbakhsh, turut menyayangkan kondisi memprihatinkan yang menimpa timnya.
Ia merasa timnya setidaknya berhak didampingi staf pendukung penuh dan diberikan waktu adaptasi yang memadai di lokasi pertandingan.
"Itu hanyalah bentuk keadilan. Saya pikir ini berlaku untuk semua tim, dan saya rasa kami tidak meminta banyak," tegas mantan pemain Brighton & Hove Albion tersebut.
Meski tertatih, Jahanbakhsh menegaskan segala rintangan ini justru menjadi bahan bakar utama bagi mentalitas tim.
Ini adalah bagian dari budaya kami bahwa dalam situasi sulit kami tampil lebih baik, itu menyatukan kami dan menunjukkan karakter luar biasa,
pungkasnya.