Andres Iniesta, Bocah Pemalu, Depresi, dan Ballon d'Or

Tidak akan ada yang menyangka jika seorang anak kecil pemalu bernama Andres Iniesta menjelma menjadi salah satu pemain terhebat dunia.
Yusuf AbdillahYusuf Abdillah - Senin, 11 Mei 2020
Andres Iniesta, Bocah Pemalu, Depresi, dan Ballon d'Or
Andres Iniesta (zimbio)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Tidak akan ada yang menyangka jika seorang anak kecil pemalu, yang bahkan lebih senang ada di kamar orang tuanya, bisa menjadi salah satu pemain sepak bola terbaik di dunia. Tapi itulah yang menjadi jalan hidup seorang Andres Iniesta.

Anak laki-laki desa pemalu yang tidak tahan meninggalkan tempat tidur orang tuanya, Andres Iniesta rasanya sulit percaya dia menjadi pemain hebat. Tetapi siapa pun yang melihatnya bermain konsensus langsung tercapai, dia memang salah satu pemain terbaik di kolong langit ini.

Baca Juga:

Nostalgia - Gol Sundulan Jadi Salam Perpisahan Zidane Kepada Publik Santiago Bernabeu

Mengenal Yasir Al-Rumayyan, Calon Pemilik Baru Newcastle United Kepercayaan Pangeran Salman

Megan Rapinoe, Pejuang Emansipasi Perempuan dari Sepak Bola

Iniesta, yang 11 Mei genap berusia 36 tahun, mempertontonkan sihirnya bersama Barcelona selama 16 tahun. Tak ada yang menyangkal, Iniesta adalah salah satu arsitek era terbesar klub asal Katalunya tersebut.

Iniesta memainkan peran besar yang menentukan saat Barcelona memenangkan 32 trofi termasuk sembilan gelar LaLiga dan empat mahkota Liga Champions.

"Anak ini akan membuat kita semua pensiun," kata Pep Guardiola ketika pertama kali menyaksikan Iniesta remaja beraksi.

Sementara pelatih Spanyol Luis Enrique menggambarkan gelandang mungil itu sebagai "Harry Potter dengan tongkatnya".

Iniesta menjadi konduktor sebuah orkestra yang memikat saat bersama tim nasional Spanyol. Dia sukses membawa Spanyol meraih pencapaian tertinggi sepak bola ketika golnya pada perpanjangan waktu melawan Belanda memastikan kemenangan di final Piala Dunia 2010.

Di Stadion Soccer City Johannesburg, Iniesta bisa diibaratkan sebagai pembunuh berdarah dingin. Dengan tenangnya dia menjebol gawang Belanda. Gol yang mengukirkan namanya di dalam hati semua publik Spanyol.

Iniesta seakan menyatukan Spanyol. Tidak peduli latar belakang, kubu, daerah, suku, Iniesta selalu mendapatkan sambutan meriah, bahkan ketika tampil ke markas rival seperti Real Madrid dan Espanyol.

Iniesta berhasil menyentuh hati Spanyol lewat aksinya merayakan gol. Usai mencetak gol, Iniesta langsung melepas jerseynya untuk menampilkan tulisan nama mendiang Dani Jarque. Aksi untuk memberikan penghormatan kepada teman dan sesama pemain sepak bola Dani Jarque yang meninggal pada tahun sebelumnya.

Kematian Jarque memang sangat membekas dalam diri Iniesta. Tragedi yang tiba-tiba menimpa Jarque dan serangkaian cedera telah menyebabkan Iniesta sempat mengalami depresi berat. Sampai-sampai Iniesta meminta untuk tidur di tempat tidur orang tuanya, seperti yang dilakukan saat usia 10 tahun ketika pulang dari akademi Barcelona.

Iniesta pada akhirnya mampu melewati masa sulit tersebut berkat bantuan seorang psikolog dan pelatih yang selalu mendukungnya, Pep Guardiola. Bagi Guardiola, Iniesta justru sangat berjasa dalam kariernya. Guardiola tidak pernah melupakan bagaimana Iniesta mendukungnya ketika dia memulai awal yang sulit di musim pertamanya sebagai arsitek Barca.

Iniesta pula yang membuat Guardiola membawa Barcelona memenangkan Liga Champions di periode akhirnya. Sebuah gelar yang tidak akan diraih jika Iniesta tidak membuat gol di pengujung laga melawan Chelsea pada semifinal.

Di luar lapangan, Iniesta memang tidak seflamboyan para bintang lain. Tetapi bukan berarti dia tidak memiliki daya tarik.

"Iniesta adalah pacar yang diinginkan setiap ibu untuk putrinya," kata Sergio Ramos, bek Madrid menyimpulkan daya tarik universal Iniesta.

Pada 2018, Iniesta mengakhiri petunjukan sulapnya di Barcelona dan timnas Spanyol. Iniesta memutuskan berkelana ke belahan dunia lain dengan terbang ke Jepang dan bergabung bersama Vissel Kobe. Di Jepang, Iniesta adalah panutan bagi generasi masa depan.

"Saya ingin berbagi pengalaman dengan para pemain muda. Saya pikir itu adalah tanggung jawab saya,” Iniesta mengatakan kepada Reuters.

"Saya suka berbicara dengan mereka, berbagi banyak hal dengan mereka. Saya juga suka karena mereka dapat mengajukan segala pertanyaan kepada saya. Mereka akan dapat belajar banyak hal."

Memang tidak sedikit yang berpendapat, Barcelona tidak akan berjaya di Spanyol dan Eropa tanpa adanya Iniesta. Timnas Spanyol tidak akan menjadi kampiun Eropa dan dunia tanpa Iniesta. Karena itu sangat disayangkan ada sesuatu yang hilang dalam daftar penghargaan yang disematkan kepadanya, Ballon d'Or.

France Football, sebagai pihak yang menyelengarakan Ballon d'Or, saat mengetahui Iniesta mengakhiri karier di Barcelona, sempat mengungkap merasa sangat bersalah karena tidak memberi Iniesta penghargaan sebagai pemain terbaik di dunia.

Sosok Andres Iniesta

Yusuf Abdillah

Jurnalis olahraga dan editor senior dengan spesialisasi sepak bola dunia. Pengalaman di media lebih dari 15 tahun. Lulusan Universitas Indonesia. Mengawali karier sebagai reporter di Tabloid Soccer (Kompas Gramedia Group). Sebelum bergabung dengan BolaSkor.com, pernah berkarier di beberapa media besar Indonesia seperti BeritaSatu dan Suara.com. Pernah meliput beberapa event besar seperti UEFA Euro 2008.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Sosok
10 Fakta Menarik Mengenai Suksesor Sergio Busquets di Barcelona, Rodri
Kenali 10 fakta menarik Rodri, gelandang baru Barcelona dan suksesor Sergio Busquets, mulai dari pendidikan hingga perjalanan kariernya.
Arief Hadi - Rabu, 19 Agustus 2026
10 Fakta Menarik Mengenai Suksesor Sergio Busquets di Barcelona, Rodri
Ragam
3 Perubahan yang Dapat Terjadi di Timnas Belanda Era Xavi Hernandez
Xavi Hernandez resmi melatih Timnas Belanda. Berikut tiga perubahan yang diprediksi terjadi, mulai dari filosofi Total Football hingga taktik progresif.
Arief Hadi - Kamis, 13 Agustus 2026
3 Perubahan yang Dapat Terjadi di Timnas Belanda Era Xavi Hernandez
Sosok
10 Hal Menarik Mengenai Gelandang Baru Arsenal, Bruno Guimaraes
Bruno Guimaraes kini menjadi gelandang baru Arsenal. Berikut 10 fakta menarik, termasuk kisah nomor 39, medali emas Olimpiade, dan hobinya.
Arief Hadi - Rabu, 12 Agustus 2026
10 Hal Menarik Mengenai Gelandang Baru Arsenal, Bruno Guimaraes
Sosok
8 Fakta Menarik Ronald Araujo, Bek Tangguh Uruguay yang Kini Berseragam Liverpool
Ronald Araujo resmi bergabung dengan Liverpool dari Barcelona. Simak 8 fakta menarik bek Uruguay, mulai dari trofi hingga kiprahnya bersama La Celeste.
Arief Hadi - Selasa, 11 Agustus 2026
8 Fakta Menarik Ronald Araujo, Bek Tangguh Uruguay yang Kini Berseragam Liverpool
Sosok
Mengenal Cristian Orozco, Rekrutan Baru Manchester United Berusia 18 Tahun
Mengenal Cristian Orozco, gelandang muda Kolombia berusia 18 tahun yang resmi direkrut Manchester United dari Fortaleza CEIF.
Arief Hadi - Jumat, 07 Agustus 2026
Mengenal Cristian Orozco, Rekrutan Baru Manchester United Berusia 18 Tahun
Sosok
Terinspirasi Sang Ayah, Ilhan Fandi Punya Motivasi Ekstra Lawan Indonesia
Jelang Singapura vs Indonesia, Ilhan Fandi mengungkap inspirasi dari sang ayah, Fandi Ahmad, serta motivasinya membawa The Lions melaju jauh.
Arief Hadi - Kamis, 06 Agustus 2026
Terinspirasi Sang Ayah, Ilhan Fandi Punya Motivasi Ekstra Lawan Indonesia
Sosok
Mengenal Carlos Espi, Striker Baru Real Madrid Pengganti Gonzalo Garcia
Real Madrid resmi merekrut Carlos Espi. Simak profil, perjalanan karier, gaya bermain, hingga alasan Los Blancos memboyong striker Levante itu.
Arief Hadi - Senin, 03 Agustus 2026
Mengenal Carlos Espi, Striker Baru Real Madrid Pengganti Gonzalo Garcia
Sosok
10 Hal yang Mungkin Tidak Banyak Diketahui dari Bek Baru Chelsea, Maxence Lacroix
Chelsea resmi merekrut Maxence Lacroix. Simak 10 fakta menarik bek asal Prancis, dari masa kecil, karier, hingga debut bersama timnas Prancis.
Arief Hadi - Kamis, 30 Juli 2026
10 Hal yang Mungkin Tidak Banyak Diketahui dari Bek Baru Chelsea, Maxence Lacroix
Ragam
3 Alasan Mengapa Real Madrid Bersikeras Mendatangkan Yan Diomande
Real Madrid terus mengejar Yan Diomande dari RB Leipzig. Simak tiga alasan utama Los Blancos bersikeras merekrut winger muda Pantai Gading itu.
Arief Hadi - Selasa, 28 Juli 2026
3 Alasan Mengapa Real Madrid Bersikeras Mendatangkan Yan Diomande
Sosok
Wan Kuzain, Pemain Kelahiran AS Berdarah Malaysia, Mengagumi Tiger Woods, dan Impian di Piala AFF 2026
Wan Kuzain akhirnya menjalani debut bersama Malaysia di Piala AFF 2026. Pemain kelahiran AS itu juga mengungkapkan kekagumannya pada Tiger Woods.
Arief Hadi - Senin, 27 Juli 2026
Wan Kuzain, Pemain Kelahiran AS Berdarah Malaysia, Mengagumi Tiger Woods, dan Impian di Piala AFF 2026
Bagikan