BolaSkor.com - Berbekal racikan taktik khas Ralf Rangnick, Austria siap menantang Spanyol pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Duel Spanyol vs Austria akan berlangsung di Los Angeles Stadium pada Jumat (3/7) pukul 01.00 WIB.
Di fase grup, Austria tampil produktif dengan mencetak enam gol, tetapi di saat yang sama juga sudah kebobolan enam kali. Statistik itu menggambarkan karakter permainan tim asuhan Rangnick yang agresif dan berani menyerang, meski masih menyisakan celah di lini belakang.
Baca Juga:
Piala Dunia 2026: Spanyol Sudah Tahu Betapa Bahayanya Austria
Simulator dengan Akurasi Tinggi Prediksi Skor Spanyol vs Austria
Mengapa Pencetak Gol Terbanyak di Piala Dunia Justru Bisa Menjadi Pertanda Buruk?
Laga melawan Spanyol akan menjadi ujian sesungguhnya bagi filosofi sepak bola yang selama ini identik dengan Rangnick.
Rangnick dianggap sebagai salah satu pelopor konsep gegenpressing yang kemudian diadopsi oleh sejumlah pelatih top seperti Jurgen Klopp, Thomas Tuchel, hingga Julian Nagelsmann.
Lamine Yamal Jadi Sorotan Ralf Rangnick

Lamine Yamal (FIFA)
Jelang pertandingan melawan Spanyol, Rangnick secara khusus menyoroti bintang muda Spanyol, Lamine Yamal. Menurutnya, pemain berusia 18 tahun itu memiliki potensi luar biasa dan bisa menjadi salah satu pemain terbaik dunia dalam beberapa tahun ke depan.
"Lamine Yamal adalah pemain yang luar biasa. Jika tetap fokus, dia bisa seperti Lionel Messi," kata Rangnick.
Meski memberikan pujian tinggi, Rangnick memastikan Austria telah menyiapkan strategi khusus untuk membatasi pergerakan Yamal.
Dia (Yamal) adalah salah satu pemain yang kami pantau dengan cermat. Kami tidak akan memberinya kesempatan atau ruang gerak di pertandingan nanti,
tegas Rangnick.
Selain mewaspadai Yamal, Austria juga harus mencari cara membongkar pertahanan Spanyol yang tampil sangat solid sepanjang turnamen.
Hingga babak 32 besar, La Roja menjadi salah satu tim yang belum kebobolan satu gol pun.
"Kami mencetak satu gol lebih banyak daripada Spanyol, tetapi mereka belum kebobolan sama sekali. Kami melihat pertandingan mereka melawan Uruguay dan tidak banyak peluang tercipta. Spanyol adalah tim yang sangat berkualitas," ujar Rangnick.
Meski menyadari kualitas lawan, pelatih berusia 68 tahun itu tetap percaya timnya memiliki peluang untuk menciptakan kejutan.
"Kami akan mencoba. Untuk melakukannya, kami harus mendorong diri hingga batas maksimal. Kami punya potensi untuk mengalahkan Spanyol dan saya yakin akan hal itu," katanya.