Football

Sport

Feature

Result

Show

Piala Dunia Internasional Berita

Piala Dunia 2026: Timnas Brasil Terlalu Bergantung kepada Neymar

Arief Hadi - Selasa, 19 Mei 2026

BolaSkor.com - Jelang Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko, timnas Brasil merupakan salah satu favorit juara.

Kendati sudah lama tak juara sejak 2002 dan kondisi Brasil bukan yang terbaik saat ini, Selecao - julukan Brasil - ditangani oleh Carlo Ancelotti.

Peramu taktik asal Italia sosok pelatih sarat pengalaman, meraih sukses besar kala melatih klub-klub top Eropa.

Baca Juga:

Skuad Resmi Brasil untuk Piala Dunia 2026: Carlo Ancelotti Boyong Neymar

Skuad Timnas Brasil di Piala Dunia 2026, Carlo Ancelotti Hadapi Dilema soal Neymar

Profil Grup C Piala Dunia 2026: Brasil Unggulan, Satu Tiket Direbutkan Maroko, Haiti, dan Skotlandia

Kiprah Brasil akan dinanti dan baru ini, Ancelotti telah mengumumkan 26 nama yang akan dibawa ke dalam skuad Brasil untuk Piala Dunia 2026.

Di antara nama-nama yang dibawa Ancelotti, Neymar kembali disertakan dengan 'mengorbankan' striker seperti Joao Pedro.

Brasil Terlalu Bergantung kepada Neymar

Neymar
Neymar (Foto: Instagram Neymar)

Berusia 34 tahun, Neymar kembali memperkuat Brasil untuk Piala Dunia 2026. Dengan 128 caps dan 79 gol, Neymar salah satu pemain senior Brasil.

Fakta legenda Barcelona itu kembali membela Brasil justru menimbulkan kekhawatiran, mengingat Neymar tidak dalam kondisi prima.

Bahkan legenda sepak bola Brasil, Cafu, menilai Brasill terlalu bergantung kepada Neymar.

"Saya berbicara dengan Roberto Carlos dan berkata, 'Sungguh disayangkan anak ini sendirian'," kata Cafu kepada ESPN.

"Dia menghabiskan 15 tahun dengan kewajiban melakukan segalanya, dan melakukannya sendirian tidak ada gunanya. Ketika Anda berbicara tentang tim nasional, Anda harus berbagi tanggung jawab."

Cafu membandingkan momen ketika Brasil juara Piala Dunia 2002, saat tim tidak bergantung kepada satu pemain di dalam skuad.

"Pada tahun 2002, kami bahkan tidak pernah memiliki pemain terbaik di lapangan sekali pun," tambah Cafu.

"Jika Neymar mendapat dukungan seperti yang kami dapatkan pada tahun 2002, dia tidak perlu menjadi pemain terbaik di lapangan setiap saat."

"Sayangnya, kami hanya mengandalkan Neymar untuk waktu yang lama dan kami membebankan segalanya padanya," urainya.

Baca Artikel Asli