BolaSkor.com - Timnas Iran kini akan bermarkas di Tijuana, daerah perbatasan Meksiko dan Amerika Serikat selama Piala Dunia 2026 berlangsung. Pengumuman ini disampaikan oleh presiden federasi Mehdi Taj.
Taj mengatakan bahwa langkah ini akan membantu menghindari komplikasi terkait visa. Skuad Iran pun dapat menggunakan penerbangan Iranian Air untuk melakukan perjalanan langsung ke Meksiko.
Partisipasi Iran di Piala Dunia 2026 telah dipertanyakan selama berbulan-bulan karena diselenggarakan bersama oleh Amerika Serikat, yang bersama dengan Israel mulai membombardir Iran pada 28 Februari, memicu perang yang lebih luas di Timur Tengah.
Baca Juga:
Profil Grup G Piala Dunia 2026: Mesir, Iran, dan Selandia Baru Siap Ganggu Belgia
Kabar Piala Dunia 2026: Presiden FIFA Tegaskan Iran Tetap Main di AS
Piala Dunia 2026: Alasan Unik Thomas Tuchel Tidak Panggil Phil Foden ke Timnas Inggris
Iran tergabung dalam Grup G dan akan memainkan dua pertandingan pertama mereka di Los Angeles.
Mereka akan memulai kampanye mereka melawan Selandia Baru dan kemudian Belgia, sebelum menutup pertandingan grup mereka melawan Mesir di Seattle.
"Untungnya, berkat pertemuan yang kami adakan dengan para pejabat FIFA, permintaan kami untuk mengubah negara dari Amerika Serikat ke Meksiko, karena masalah yang dihadapi dalam mendapatkan visa, telah diterima oleh FIFA," kata Taj dikutip dari AFP.
"Kami akan bermarkas di Tijuana, dekat Samudra Pasifik. Ini adalah kota yang terletak di antara Meksiko dan AS, tetapi berada di Meksiko."
Taj mengatakan bahwa Tijuana lebih dekat ke kota-kota tempat Iran akan bermain daripada kamp yang semula berada di Arizona.
Iran Bertanding di Los Angeles dan Seattle
Timnas Iran (Foto: Dallas Express)
Karena itu, kepindahan markas tim dari AS ke Meksiko akan sangat menguntungkan bagi Iran, mengingat jarak dan waktu tempuh yang lebih singkat.
"Jarak bagi kami dalam dua pertandingan yang kami miliki di LA akan memakan waktu penerbangan 55 menit. Jauh lebih singkat dibandingkan dengan Tucson," kata Taj.
Smenetara itu, wakil presiden federasi sepak bola Iran, Mehdi Mohammad Nabi, mengatakan federasi tidak yakin apakah visa AS akan diberikan kepada seluruh tim.
"Kami belum yakin bahwa semua pemain dan staf akan menerima visa AS," katanya.
Pada kongres di Vancouver bulan lalu, presiden FIFA, Gianni Infantino, mengatakan bahwa Iran akan memainkan pertandingan Piala Dunia mereka di AS sesuai jadwal.