Sepanjang kariernya, Balotelli memang dikenal sebagai sosok pesepak bola kontroversial tapi hebat di lapangan hijau. Super Mario pernah melempar anak panah panah mini ke arah para pemain muda Manchester City yang sedang berlatih, membakar kamar mandinya, meminta saudaranya meminum air seninya, dan masih banyak lagi. Kini, sinar Balotelli perlahan mulai memudar di atas lapangan, yang tersisa hanya kontroversinya saja. Awalnya, Balotelli tampil mengesankan bersama Rossoneri dengan mencetak 12 gol dari 13 pertandingan. Tetapi, penampilan Super Mario berubah total musim ini. Peman berusia 23 tahun itu hanya mampu mencetak 18 gol dari 41 pertandingan. Alhasil, Balotelli kerap mendapatkan cemoohan ketika memegang bola dari para pendukung Milan. Bahkan, Presiden Silvio Berlusconi sempat meminta Balotelli belajar mencetak gol. "Balotelli bisa mengekspresikan potensinya melalui konsistensi Dia selalu kesulitan berkonsentrasi di lapangan. Piala Dunia adalah kesemparan emas baginya untuk menunjukkan diri dan titik balik kariernya," ungkap Montolivo dilansir Gazzetta dello Sport. "Dia bisa banyak membuktikan sesuatu pada Piala Dunia 2014 ini. Saya juga yakin bahwa kami bisa setidaknya tampil ke final atau semifinal, seperti yang kami lakukan di Piala Eropa 2012 lalu," ia menambahkan. Sayang, Montolivo tak bisa ikut memperkuat Timnas Italia di Piala Dunia 2014 ini. Sang gelandang AC Milan itu mengalami patah kakipada laga persahabatan melawan Republik Irlandia 31 Mei lalu akibat beradu kaki dengan bek Alex Pearce. Italia sendiri tergabung di Grup D bersama Inggris, Kosta Rika, dan Uruguay. Gli Azzurri melakoni laga perdana dengan menghadapi Inggris, Minggu (15/6) dini hari WIB.
Montolivo Jagokan Balotelli Bersinar di Piala Dunia 2014
BolaSkor - Jumat, 13 Juni 2014
Bagikan
BERITA TERKAIT
Kamis, 25 Juni 2026
Antonio Conte Kembali Latih Timnas Italia, Dikontrak hingga Piala Dunia 2030
Selasa, 09 Juni 2026
Kilas Balik Piala Dunia 2014: Tragedi Mineirazo, Gol Ikonik Van Persie, Gelar Keempat Jerman
Minggu, 07 Juni 2026
Jadwal Siaran Langsung dan Link Streaming Yunani vs Italia, Live Senin (8/6) Pukul 02.00 WIB
Minggu, 07 Juni 2026
Kilas Balik Piala Dunia 2006: Ketika Calciopoli dan Tandukan Zidane Tidak Mampu Membendung Magis Italia
Minggu, 07 Juni 2026
Prediksi dan Statistik Yunani vs Italia: Kembali Menempa Pemain Muda
Sabtu, 06 Juni 2026
Jadwal Bola Akhir Pekan Ini dari 6 hingga 8 Juni 2026: Argentina, Portugal, Inggris, dan Italia Beraksi
Kamis, 04 Juni 2026
Kilas Balik Piala Dunia 1994: Penalti Roberto Baggio dan Suka Cita Brasil di Amerika Serikat
Jumat, 29 Mei 2026
Kilas Balik Piala Dunia 1982: Dibayangi Skandal Totonero, Paolo Rossi Jadi Pahlawan Timnas Italia di Spanyol
Selasa, 19 Mei 2026
Antonio Conte Tinggalkan Napoli, Kembali Latih Timnas Italia?
PILIHAN EDITOR
Sabtu, 04 Juli 2026
4 Laga Babak 16 Besar Piala Dunia Paling Bersejarah: Mbappe Hempaskan Messi, Hingga Gol Emas Ahn Jung-hwan
Sabtu, 04 Juli 2026
Argentina vs Cape Verde: Albiceleste Menang, tetapi Blue Sharks Juara di Hati Rakyat
Jumat, 03 Juli 2026
7 Bintang di Piala Dunia 2026 yang Berpotensi Gabung Klub Premier League
Selasa, 30 Juni 2026
Keterpurukan Timnas Jerman: Tidak Lagi Ditakuti Lawan, Bukan Tim Diesel, dan Terlalu Fokus dengan Sepak Bola Indah
Senin, 29 Juni 2026
Cerita Perjalanan Pelatih Baru Manchester City, Enzo Maresca sebagai Pemain dan Pelatih
Senin, 29 Juni 2026
Cuma Loloskan Dua Tim ke Babak Gugur, Piala Dunia 2026 Jadi Cerminan Sepak Bola Asia
Minggu, 28 Juni 2026
Mengenal Enrique Macaya Marquez, Jurnalis Legendaris Berusia 91 Tahun yang Sudah Meliput Piala Dunia Sejak 1958
Kamis, 25 Juni 2026
Kisah Perjuangan Ali Al-Hamadi, Striker Irak yang Ditempa di Jalanan Liverpool
Kamis, 25 Juni 2026
Absolute Cinema, Momen Spesial Guillermo Ochoa di Panggung Piala Dunia
Minggu, 21 Juni 2026