BolaSkor.com - Momen langka dan penuh rasa hormat terjadi dalam sesi konferensi pers tim nasional Argentina menjelang laga kontra Yordania di Piala Dunia 2026.
Pelatih Albiceleste, Lionel Scaloni, membuat pengecualian besar demi menjawab pertanyaan rahasia tim yang biasanya selalu ia hindari.
Pengecualian itu dilakukan karena sang penanya adalah Enrique Macaya Marquez, jurnalis legendaris Argentina berusia 91 tahun.
Dengan penuh percaya diri, jurnalis senior tersebut melontarkan pertanyaan krusial yang paling diburu oleh seluruh awak media di ruangan tersebut.
Baca Juga:
Rating Pemain Yordania vs Argentina: Main Babak Kedua, Messi Tetap yang Terbaik
Klasemen Akhir Grup J Piala Dunia 2026: Messi dan Argentina Sempurna
"Saya ingin mengajukan dua pertanyaan yang akan merangkum seluruh konferensi pers ini, dan rekan-rekan saya akan membunuh saya," kata Marquez dikutip dari Marca.
"Tetapi saya ingin Anda menjawabnya. Yang pertama adalah: Apakah Messi bermain? Dan yang lainnya adalah: bagaimana Anda akan menyusun tim?"
Respek Scaloni dan Bocoran Rencana Cadangan Messi
Scaloni yang tampak sangat tersentuh melihat kehadiran Marquez langsung memberikan apresiasi tinggi sebelum menjawab pertanyaan tersebut.
Ia merasa sangat terhormat karena sosok yang menjadi panutannya sejak berkarier sebagai pemain di Argentina tersebut masih aktif meliput hingga kini.
"Sebelum saya menjawab Anda, Enrique, adalah suatu kegembiraan bagi saya bahwa Anda mengajukan pertanyaan, suatu kegembiraan melihat Anda di sini," puji Scaloni dengan penuh rasa hormat.
"Terima kasih telah datang. Kita sekarang berbicara tentang 18 Piala Dunia. Luar biasa."
Scaloni pun mengaku tidak akan pernah membocorkan taktik ini kepada jurnalis lain jika bukan Marquez yang memintanya langsung.
"Ketika saya bermain di Argentina, saya selalu melihat Anda sepanjang waktu. Dan setiap kali Anda berbicara, itu adalah inspirasi bagi kami. Dan masih tetap demikian."
"Saya hanya akan menjawab pertanyaan ini karena itu Anda. Jika tidak, saya akan menghindarinya. Saya hanya menjawab karena Anda layak mendapatkannya. Messi tidak akan menjadi starter."
Sang pelatih kemudian membeberkan rencana matang untuk kaptennya tersebut dalam laga yang pada akhirnya dimenangi Argentina dengan skor 3-1 itu.
"Leo kemungkinan besar akan masuk di babak kedua," ungkapnya. "Kami berbicara dan sepakat bahwa itu lebih baik seperti itu, tetapi jelas itu juga baik baginya untuk tetap berada dalam performa kompetitif."
Rekor Abadi 18 Edisi Piala Dunia Sejak Era Pele
Untuk memahami rasa hormat mendalam dari Scaloni, publik perlu melihat rekam jejak abadi Enrique Macaya Marquez.
Jurnalis kelahiran Buenos Aires ini mengukir rekor mutlak dalam sejarah jurnalisme olahraga global dengan meliput 18 edisi Piala Dunia berturut-turut.
Dimulai sejak Swedia 1958 saat ia masih berusia 23 tahun setelah menempuh penerbangan turbulen selama 30 jam demi meliput Pele muda.
Selama hampir tujuh dekade, pria yang dikenal lewat program televisi ikonik "Futbol de Primera" ini telah menyaksikan langsung berbagai momen magis sejarah sepak bola dunia.
Ia menjadi saksi mata kelahiran legenda Johan Cruyff pada 1974, pesta juara Diego Maradona di Meksiko 1986, hingga keberhasilan Messi di Qatar 2022.
Meski usianya sudah sangat senja, semangat Marquez untuk terus mewarnai dunia jurnalistik olahraga di Piala Dunia 2026 tidak pernah padam.
"Saya merasa seolah-olah memiliki kewajiban untuk melakukannya. Saya tidak tahu berapa lama lagi ini akan berlanjut, tetapi saya akan mencoba memanfaatkan sebaik-baiknya apa yang ada di depan saya," pungkas jurnalis veteran tersebut penuh dedikasi.