BolaSkor.com – Keputusan mengejutkan mewarnai panggung sepak bola internasional usai legenda Barcelona, Xavi Hernandez, resmi ditunjuk sebagai juru taktik anyar timnas Belanda.
Penunjukan pelatih berusia 46 tahun tersebut memupus rumor yang sebelumnya kencang mengaitkan nama Roberto Martinez dengan kursi kepelatihan tim De Oranje.
Penunjukan ini sekaligus menandai momen kedua Xavi menggantikan posisi Ronald Koeman, setelah sebelumnya ia juga meneruskan tongkat estafet kepelatihan Koeman di Camp Nou pada tahun 2021.
Baca Juga:
Kembali melatih setelah dua tahun rehat dari dunia sepak bola, Xavi dihadapkan pada tantangan besar untuk mengembalikan kejayaan timnas Belanda di kasta tertinggi sepak bola Eropa dan dunia.
Berikut adalah tiga hal penting yang diprediksi bakal terjadi di era kepemimpinan Xavi Hernandez bersama timnas Belanda.
1. Filosofi Total Football
Xavi Hernandez (Barca Blaugranes)
Kedatangan Xavi diyakini membawa keselarasan filosofi, mengingat gaya permainan yang diusungnya sangat kental dengan akar sepak bola Belanda.
Sebagai jebolan akademi La Masia, Xavi memiliki keterikatan emosional dan taktis yang erat dengan warisan Total Football.
Xavi secara terbuka mengungkapkan rasa hormat dan keterikatannya terhadap tradisi sepak bola Belanda yang membentuk kariernya.
Baca Juga:
Eks Pelatih Liverpool, Arne Slot Tuturkan Alasan Tolak Tawaran Menangani Timnas Belanda
"Saya menganggap sebuah kehormatan yang sangat besar untuk menjadi pelatih kepala tim nasional Belanda," ujar Xavi usai ditunjuk jadi pelatih Belanda.
Sebagai seseorang yang menerima pelatihan di akademi Barca, dengan pengaruh kuat dari Johan Cruyff dan Rinus Michels, di antara yang lainnya, saya merasakan hubungan khusus dengan sepak bola Belanda,
lanjutnya.
"Anda bisa katakan bahwa saya sebagian adalah putra dari sepak bola Belanda. Pelatih-pelatih hebat lainnya, terutama Louis van Gaal, yang di bawah asuhannya saya melakoni debut di Barca, serta Frank Rijkaard, juga memainkan peran penting dalam membentuk saya sebagai pemain dan pelatih," tambah Xavi.
2. Perubahan Taktik dari Era Koeman dan Pengaruh Guardiola
Xavi bersama skuad Barcelona (Foto: Getty Images)
Pendekatan taktis Xavi diprediksi bakal jauh lebih progresif dibandingkan era Ronald Koeman.
Jika Koeman kerap dikritik akibat menerapkan skema bertahan seperti 5-3-2 atau 5-2-3 pada Euro dan kualifikasi Piala Dunia 2026, Xavi dipastikan bakal mengusung pola utama 4-3-3 yang fleksibel dan berani.
Di bawah kendali Xavi, Belanda berpotensi mengadopsi garis pertahanan tinggi yang agresif serta variasi formasi dinamis seperti 3-2-2-3 atau 2-3-5 saat memegang kendali permainan.
Skema ini dirancang untuk mengurung lawan di area permainan mereka sendiri melalui penguasaan bola yang dominan.
Unsur taktis permainan Xavi juga menyerap gaya eks rekan tim dan pelatihnya, Pep Guardiola.
Pemanfaatan lebar lapangan oleh pemain sayap murni, serta penempatan gelandang di area half-space untuk memberi ruang overlap bagi wing-back bakal menjadi sajian utama permainan De Oranje.
3. Kebebasan Bermain Berisiko Tinggi
Perubahan paling mencolok yang dibawa Xavi adalah kebebasan berkreasi di lapangan yang ia berikan kepada para pemainnya.
Pendekatan ini memungkinkan potensi terbaik para pilar berbakat Belanda terekspos secara maksimal saat menguasai bola.
Kendati demikian, gaya bermain berisiko tinggi ini bukannya tanpa cela.
Sewaktu menangani Barcelona, skema penyerangan terbuka milik Xavi tak jarang meninggalkan celah di lini belakang yang membuat timnya kehilangan poin di laga-laga yang seharunya bisa dimenangi dengan mudah.
Jika tantangan serupa muncul di skuad Belanda, keraguan publik dipastikan bakal mencuat.
Namun, rasa percaya diri tinggi yang ditunjukkan Xavi menyiratkan optimismenya bahwa kolaborasi ini mampu mengembalikan kejayaan sepak bola Belanda di panggung dunia.