Rio de Janeiro - Legenda sepak bola Argentina, Diego Maradona menilai gaya bermain tiki-taka sudah tak lagi ampuh. Buktinya sang empunya tiki-taka, Spanyol telah dihabisi Belanda dengan skor telak 1-5 pada babak fase grup Piala Dunia 2014, akhir pekan kemarin. Sebelumnya gaya bermain tiki-taka yang banyak mengandalkan umpan pendek menjadi senjata ampuh Spanyol dalam meraih beberapa gelar bergengsi dunia. Gelar Piala Eropa 2008, 2012 hingga Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan mampu diraih La Furia Roja -julukan Spanyol-. “Spanyol telah bermain tiki-taka. Cara bermain itu sangat indah dan fans banyak berharap dengan gaya bermain seperti itu. Gaya bermain tiki-taka membuat mereka menang di turnamen besar seperti Piala Eropa 2008 dan 2012,” ungkap Maradona seperti dikutip Goal, Minggu 915/6). Sayang, tiki-taka sudah tak lagi menakutkan. Maradona menilai semua tim Eropa sudah memiliki formula ampuh untuk meredam permainan tersebut. Itu terbukti dengan taktik serangan balik cepat yang diperagakan Belanda saat menghabisi Spanyol. Belanda menumpuk pemain di garis pertahanan demi meredam agresifitas permainan tiki-taka ala La Furia Roja. Namun, De Oranje -julukan Belanda- memiliki sejata mematikan yakni serangan balik yang memanfaatkan kecepatan pemain sekelas Arjen Robben. Alhasil Robben dan Robin van Persie mampu menciptakan masing-masing dua gol, sementara Stefan De Vrij menyumbangkan satu gol. Maradona menghimbau pelatih Spanyol, Vicente Del Bosque untuk lebih mengembangkan permainan tiki-taka. Pasalnya, gaya bermain tersebut sudah mulai gampang ditebak. “Vicente del Bosque seharusnya berpikir karena tim Eropa sudah memiliki jawaban untuk mengatasi permainan yang diperkenalkan Barcelona dan juga dipakai oleh timnas Spanyol. Strategi serangan balik cepat bekerja cukup ampuh melawan mereka,” pungkasnya.
Maradona: Tiki-Taka Sudah Tak Ampuh Lagi
BolaSkor - Minggu, 15 Juni 2014
Bagikan
BERITA TERKAIT
Senin, 14 September 2026
Terungkap, Lamine Yamal Tidak Bahagia meski Juara Piala Dunia 2026 dengan Spanyol
Rabu, 02 September 2026
11 Momen Paling Berkesan Lionel Messi di Timnas Argentina
Senin, 24 Agustus 2026
Duel Arbeloa vs Alonso di Derby London, Disaksikan Sang Guru: Rafael Benitez
Senin, 24 Agustus 2026
Pemilihan Presiden FIFA 2027: Ceferin Enggan Maju, Manuver Infantino Berlanjut ke Negara Kecil
Minggu, 23 Agustus 2026
Alejandro Balde Tak Masuk Skuad Barcelona vs Elche, Fix ke Manchester United?
Sabtu, 22 Agustus 2026
FIFA Sanksi Argentina Terkait Keributan di Final Piala Dunia 2026, Satu Pemain Dihukum Larangan Bermain 10 Laga
Kamis, 20 Agustus 2026
Tips Cara Membangun Kekuatan Tubuh dan Otot dari Juara Piala Dunia 2026
Rabu, 19 Agustus 2026
10 Fakta Menarik Mengenai Suksesor Sergio Busquets di Barcelona, Rodri
Selasa, 18 Agustus 2026
Kritik Gianni Infantino, COO FIFA Mengundurkan Diri
Senin, 17 Agustus 2026
Kesepakatan Tercapai, Rodri Lengkapi Skuad Juara Piala Dunia 2026 di Barcelona
PILIHAN EDITOR
Selasa, 15 September 2026
5 Alasan AS Roma Memimpin Klasemen Sementara Serie A 2026/2027: Duet Dybala dan Mallen Trengginas
Senin, 07 September 2026
Kisah Cinderella Como, dari Serie D ke Panggung Tertinggi Liga Champions
Kamis, 03 September 2026
Analisis Taktik Xabi Alonso di Chelsea: Penguasaan Bola Rendah, Transisi Bermain Jadi Kunci
Selasa, 01 September 2026
Berakhir Pahit di Piala Dunia 2026, Warisan Lionel Messi Bertahan Selamanya dengan Timnas Argentina
Rabu, 26 Agustus 2026
Cerita Perjalanan Carlos Baleba: Darah Sepak Bola dari Keluarga, Bakti kepada Ibu
Rabu, 26 Agustus 2026
Siapa Igor Thiago? Menyempil di Antara Pemain Arsenal dan Duo Manchester dalam PFA Team of the Year
Senin, 24 Agustus 2026
Siapakah Alphadjo Cisse? Pemain 19 Tahun yang Mencetak Gol pada Debut bersama AC Milan
Jumat, 21 Agustus 2026
Prediksi Premier League 2026/2027: Arsenal Juara Lagi, Manchester United Bisa Bikin Kejutan
Kamis, 20 Agustus 2026
Prediksi Serie A 2026-2027: Inter Milan Favorit, Tim Lain Masih Berbenah
Rabu, 19 Agustus 2026