Football

Sport

Feature

Result

Show

Piala Dunia Internasional Berita

Mantan Presiden UEFA Prediksi Juara Piala Dunia 2026

Arief Hadi - Selasa, 23 Juni 2026

BolaSkor.com - Legenda sepak bola Prancis dan mantan bintang Juventus, Michel Platini, turut membagikan pandangannya mengenai persaingan sengit di Piala Dunia 2026. Ia secara terbuka menyebutkan negara yang dijagokannya untuk mengangkat trofi juara.

Platini menilai mantan tim nasionalnya memiliki komposisi skuad yang sangat luar biasa di atas lapangan. Kendati demikian, ia justru memberikan prediksi menarik dengan menaruh perhatian lebih kepada negara lain sebagai kandidat juara.

"Di atas kertas, tim Prancis saya adalah yang terkuat, tetapi saya akan memasang satu euro untuk Portugal," ujar Platini dikutip dari Football-Italia.

Baca Juga:

Klasemen Sementara Grup I-J Piala Dunia 2026: Prancis dan Argentina Tak Terbendung

Hasil Piala Dunia 2026: Kena Comeback Aljazair, Yordania Pulang Lebih Awal

Daftar Tim yang Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026: Terkini Argentina, Prancis, dan Norwegia

Prancis merupakan finalis dalam dua edisi terakhir Piala Dunia: juara pada 2018 dan runner-up pada 2022. Les Bleus juga telah mengunci tiket 32 besar usai menang 3-0 atas Irak.

Restu untuk Ekspansi Peserta Piala Dunia 2026

Jadwal
Jadwal Piala Dunia 2026 (fifa)

Selain membahas peta persaingan tim papan atas, Platini juga memberikan tanggapan terkait perubahan regulasi turnamen.

Sebagaimana diketahui, Piala Dunia 2026 menjadi edisi perdana yang memperluas jumlah kepesertaan menjadi 48 tim dari 32 tim.

Mantan Presiden UEFA tersebut tampak cukup puas dan mendukung penuh keputusan besar yang diambil oleh FIFA. Langkah ini dinilai sangat krusial demi memberikan panggung dan kesempatan bagi kekuatan baru di jagat sepak bola.

"Adalah hal yang benar untuk memperluasnya, benar untuk memberikan kesempatan pada realitas baru: saya tidak tahu apakah 48 tim itu terlalu sedikit atau terlalu banyak," tambah Platini.

Bagi Platini, reformasi penambahan jumlah kontestan ini menjadi sebuah kebijakan adil yang memang sudah sepatutnya dilakukan sejak lama.

"Tetapi saya tahu sesuatu harus dilakukan untuk negara-negara seperti yang ada di Afrika," pungkas mantan Presiden UEFA tersebut.

Baca Artikel Asli