BolaSkor.com - Timnas Portugal membawa motivasi khusus jelang tampil di Piala Dunia 2026. Portugal berada di grup K bersama dengan Republik Demokratik Kongo, Uzbekistan, dan Kolombia.
Gelandang Al Hilal, Ruben Neves, mengungkapkan bahwa kenangan akan mendiang Diogo Jota akan menjadi sumber kekuatan tambahan bagi Selecao das Quinas sepanjang turnamen.
Jota meninggal dunia dalam kecelakaan mobil di Spanyol pada 3 Juli tahun lalu. Kepergiannya menjadi pukulan besar untuk sepak bola Portugal, mengingat ia baru saja membantu negaranya menjuarai UEFA Nations League.
Baca Juga:
Aturan Baru FIFA, 'Haramball' Terancam di Piala Dunia 2026
Skuad Resmi Timnas Kroasia untuk Piala Dunia 2026: Tarian Terakhir Luka Modric
Neves, yang memiliki kedekatan dengan Jota sejak sama-sama bermain di FC Porto, Wolverhampton Wanderers, dan timnas Portugal. mengaku sosok sang penyerang masih selalu hadir di benak para pemain.
"Terkadang Anda perlu berpegang pada sesuatu untuk memberi Anda kekuatan ekstra. Itu (kenangan Jota) menjadi salah satu hal yang membantu kami mencapai tujuan," kata Neves dikutip dari ESPN.
Bidik Gelar Juara Dunia Pertama

Timnas Portugal (X/selecaoportugal)
Portugal datang ke Piala Dunia dengan status salah satu unggulan juara selain Prancis, Spanyol, Inggris, dan Brasil.
Skuad asuhan Roberto Martinez diperkuat dengan sejumlah pemain yang sedang berada di puncak performa, termasuk beberapa pemain Paris Saint-Germain (PSG) yang baru meraih gelar Liga Champions.
Menurut Neves, para pemain Portugal sudah biasa menghadapi tekanan besar di level tertinggi.
"Kami menghadapi ini dengan tenang karena kami tahu kami memiliki kualitas dan kami dapat mencapai hal-hal hebat untuk Portugal," ujar Neves.
Ia juga menegaskan target timnya kali ini sangat jelas.
"Tujuan kami adalah mencapai final, menang, dan pulang dengan Piala Dunia di tangan kami," tegasnya.
Hadapi RD Kongo di Laga Pembuka
Portugal akan memulai perjalannya di Grup K dengan menghadapi Republik Demokratik Kongo pada 17 Juni.
Setelah itu, Selecao das Quinas akan bertemu Uzbekistan pada 23 Juni sebelum menutup fase grup melawan kolombia pada 27 Juni.
Penulis: Ariel Zaki Darmawan