BolaSkor.com - Langkah timnas Jepang di Piala Dunia 2026 harus terhenti secara dramatis di babak 32 besar. Kendati harus mengakui keunggulan Brasil dengan skor tipis 1-2 dalam laga yang digelar di Houston, skuad Samurai Biru berhak meninggalkan turnamen dengan kepala tegak.
Jepang sebenarnya sempat membuka asa besar untuk mencetak sejarah baru setelah unggul lebih dulu melalui gol Kaishu Sano pada menit ke-29.
Namun, Brasil mampu bangkit di babak kedua berkat gol sundulan Casemiro (56') dan penyelesaian akhir Gabriel Martinelli yang membalikkan kedudukan.
Baca Juga:
Kekalahan ini sekaligus memperpanjang catatan minor Jepang yang belum pernah memenangi laga fase gugur Piala Dunia sejak edisi 2002.
Meski demikian, performa gigih mereka membuktikan bahwa jarak kualitas antara sepak bola Asia dan raksasa Amerika Selatan kini sudah semakin terkikis setelah dua dekade lalu mereka sempat digilas Brasil 4-1 di Jerman.
Perubahan Taktik Brasil dan Penyesalan Samurai Biru
Penggawa Jepang, Junya Ito, mengakui bahwa perubahan strategi yang diterapkan oleh pelatih Brasil, Carlo Ancelotti, menjadi faktor pembeda yang meruntuhkan pertahanan rapat timnya.
"Hal-hal berjalan dengan baik di babak pertama, tetapi mereka mulai memberikan lebih banyak umpan silang dan menekan kami mundur," ungkap Ito kepada FIFA.
Rasa sesal mendalam juga tidak bisa disembunyikan oleh sang juru taktik, Hajime Moriyasu.
Kendati demikian, ia tetap memberikan apresiasi setinggi langit atas perjuangan tanpa kenal lelah yang ditunjukkan oleh anak-anak asuhnya hingga peluit panjang berbunyi.
"Ini adalah penyesalan besar bagi turnamen kami yang berakhir di sini," ujar Moriyasu.
"Tetapi para pemain benar-benar telah memberikan segalanya. Saya berharap kami membuat semua orang bangga dan para pemain mendapatkan pengakuan yang layak mereka dapatkan karena telah bekerja keras hingga menit terakhir."
Kekecewaan Sano, Optimisme Suzuki, dan Pujian dari Kubu Brasil
Pencetak gol Jepang, Kaishu Sano, mengaku sangat terpukul karena merasa timnya memiliki kapasitas untuk melangkah lebih jauh.
"Hasil adalah segalanya. Saya benar-benar berpikir kami memiliki apa yang diperlukan untuk melangkah lebih jauh, jadi saya merasa sangat kecewa," keluh Sano.
Nada optimistis justru disuarakan oleh penjaga gawang Zion Suzuki, yang ingin menjadikan momen pahit ini sebagai batu loncatan yang berharga.
"(Gol tersebut) adalah sesuatu yang seharusnya tidak terjadi, tetapi kami akan menggunakan pengalaman ini sebagai bahan bakar, dan kami akan membawanya bersama kami ke Piala Dunia berikutnya," tegas Suzuki kepada FIFA.
Perjuangan luar biasa Jepang pun mendapat pengakuan langsung dari bintang Brasil, Mateus Cunha, yang memuji kedisiplinan taktik sang lawan.
"Kami sudah membayangkan ini akan menjadi sebuah tantangan, tetapi mereka mendatangi kami dengan rencana permainan yang jelas. Mereka membuatnya sangat sulit bagi kami, dan kami harus memberikan banyak pujian kepada mereka untuk itu,” pungkas Cunha.