Football

Sport

Feature

Result

Show

Piala Dunia Internasional Berita

Italia Gagal ke Piala Dunia 2026, Presiden FIGC Ogah Mundur

Rizqi Ariandi - Rabu, 01 April 2026

BolaSkor.com - Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Gabriele Gravina, menolak untuk mundur dari jabatannya pasca kegagalan timnas Italia meraih tiket Piala Dunia 2026.

Ini membuat Italia absen di Piala Dunia dalam tiga edisi beruntun, yakni 2018, 2022, dan 2026. Terakhir kali Italia berlaga di turnamen terbesar garapan FIFA itu pada edisi 2014 di Brasil.

Gabriele Gravina memimpin FIGC sejak 22 Oktober 2018. Ini merupakan periode keduanya.

Baca Juga:

Menilik 7 Pemain Termahal Timnas Italia: Inter Milan Punya Empat

Timnas Italia Gagal ke Piala Dunia 2026, Keterpurukan Juventus Dianggap Berpengaruh

Pemerintah Italia Mulai Intervensi, Menteri Olahraga Minta Ketua FIGC Diganti

Di bawah kepemimpinan Gabriele Gravina, timnas Italia memang sempat menjadi juara Euro 2020. Namun, kegagalan tampil di Piala Dunia dalam tiga edisi beruntun, di mana dua di antaranya di era dia, tentu merupakan kegagalan besar.

Italia gagal mendapatkan tiket Piala Dunia 2026 setelah kalah di babak play-off menghadapi Bosnia & Herzegovina. Gli Azzurri tumbang di babak adu penalti dengan skor 1-4 setelah bermain imbang 1-1 hingga dua kali babak tambahan.

Akui Bertanggung Jawab, tapi Ogah Mundur

Presiden FIGC, Gabriele Gravina. (X)

Gabriele Gravina akui dirinya bertanggung jawab atas kegagalan timnas Italia.

Namun, dia menolak untuk mundur dari jabatannya dan menyatakan bahwa yang berhak melakukan evaluasi ialah Dewan Federal FIGC

Padahal, sejak memimpin FIGC pada 22 Oktober 2018

Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Gabriele Gravina, kini berada di pusat badai kritik yang paling ganas.

"Saya bertanggung jawab, tetapi ada badan yang berwenang untuk melakukan penilaian, yaitu Dewan Federal. Saya sudah meminta mereka berkumpul pekan depan," ujar Gravina, dikutip dari La Gazzetta dello Sport.

"Di sana, evaluasi mendalam akan dilakukan, yang juga akan berdampak pada seluruh sistem sepak bola Italia. Jelas bahwa kita sedang mengalami krisis besar."

"Saya paham ada desakan untuk mundur, hal yang sudah biasa saya dengar belakangan ini. Tapi keputusan itu ada di tangan Dewan Federal," tuturnya.

Kritik Pemerintah Italia

Gravina bahkan menyindir pemerintah Italia yang dinilainya tidak memberikan dukungan kepada FIGC.

"Saya ingin tahu, dari sekian banyak langkah yang kami usulkan untuk memperbaiki sepak bola Italia, mana yang difasilitasi oleh dunia politik? Bagaimana cara mereka mendukung pergerakan kami selama ini?" pungkasnya.

Pada sisi lain, Menteri Olahraga Italia, Andrea Abodi, mendesak adanya perbaikan menyeluruh.

"Saya berterima kasih kepada tim dan pelatih atas komitmen yang mereka tunjukkan tadi malam, tetapi jelas bahwa sepak bola Italia perlu dibangun kembali, dan proses ini harus dimulai dengan pembaharuan kepemimpinan FIGC," kata Abodi dalam sebuah pernyataan yang dikutip Football Italia.

"Sepak bola adalah olahraga. Pada masa krisis militer dan ekonomi seperti ini, seharusnya tidak dibebani dengan makna yang berlebihan."

"Di sisi lain, tidak dapat disangkal bahwa sepak bola lebih dari sekadar olahraga, terutama di Italia, di mana sepak bola telah menjadi bagian dari budaya populer, ritual komunal, dan sumber prestise internasional."

"Saya sedih memikirkan ada generasi anak-anak dan anak muda yang belum pernah merasakan sensasi menonton tim nasional bermain di Piala Dunia."

Baca Artikel Asli