Pelatih kepala Timnas U-19 ini mengaku sengaja tidak menghadirkan pemain naturalisasi dalam skuad besutannya, karena masih banyak pemain lokal yang kualitasnya jauh di atas pemain naturalisasi. "Buat apa mengambil pemain naturalisasi, kalau kualitas mereka bagus, pasti tenaga mereka digunakan negaranya. Karena mereka tidak laku dan kalah bersaing, maka mereka masuk ke Indonesia yang mereka anggap sebagai surga untuk mencari uang," ungkap Indra dengan bersemangat, saat ditemui wartawan usai latihan timnas U-19, Kamis (21/11/2013). Kedatangan pemain naturalisasi ke Indonesia sampai saat ini terus diamati oleh Indra, sampai dirinya berani mengklaim kemampuan dan attitude anak negeri, lebih bagus dibandingkan para pemain naturalisasi. "Iklim sepakbola akan menjadi tidak sehat, jika dari timnas usia muda sudah diisi oleh pemain naturalisasi. Mau jadi gila apa, usia muda diisi naturalisasi. Pokoknya Timnas U-19 tidak ada pemain naturalisasi, kalau timnas yang lainnya saya gak mau ngurus," ujarnya. Indra menambahkan, dengan mengambil pemain naturalisasi dalam sebuah tim sepakbola sama dengan membunuh karir anak bangsa untuk berprestasi, karena tidak memberikan kesempatan bagi mereka untuk menunjukan kemampuannya. "Mereka yang naturalisasi itukan pemain ecek-ecek, lihat saja apa kerjaannya di Indonesia, kalau gak buat onar ya kadang mabuk. Pemerintah terutama Menpora, harusnya tegas dalam menghentikan pemain naturalisasi, karena masih banyak kok bibit bagus di Indonesia," tegasnya. Laporan Kontributor Bolaskor.com Malang: Degy Cesar
Indra Sjafri: Mereka yang Naturalisasi itu 'Ecek-Ecek'
BolaSkor - Kamis, 21 November 2013
- #Naturalisasi
- #Goal
- #Piala Asia
- #Timnas Senior
- #Piala Aff
- #Btn
- #Garuda Jaya
- #Indra Sjafri
- #Bola
- #Timnas U-19
- #Indonesia
- #Skor
- #Bolaskor.com
- #TIMNAS
- #Skuat Garuda
- #Pssi
Bagikan
BERITA TERKAIT
Selasa, 23 Juni 2026
Erick Thohir Jawab Rumor 2 Pemain Naturalisasi Baru setelah Luke Vickery dan Mitchell Baker
Minggu, 21 Juni 2026
Kapan Luke Vickery dan Mitchell Baker Disumpah WNI? Erick Thohir Buka Suara
Minggu, 21 Juni 2026
Klub Super League Wajib Punya Pelatih Lokal Musim Depan
Sabtu, 20 Juni 2026
Piala Dunia 2026: Erick Thohir Jagokan Argentina dan Prancis, Jepang Bisa Buat Kejutan
Sabtu, 20 Juni 2026
Presiden Prabowo Subianto Dukung Langkah Timnas Indonesia Lolos ke Piala Dunia 2030
Sabtu, 20 Juni 2026
Presiden Prabowo Turun Tangan Supaya Indonesia Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup
Senin, 15 Juni 2026
DPR RI Setujui Rekomendasi Naturalisasi Mitchell Baker dan Luke Vickery, Erick Thohir Beri Apresiasi
Senin, 15 Juni 2026
Curi Perhatian di Estoril, Kiandra Ramadhipa Ungkap Target di Moto3 Junior World Championship 2026
Minggu, 14 Juni 2026
Future Star Competition Jadi Wadah Pemain Muda Indonesia Kembangkan Bakat
PILIHAN EDITOR
Minggu, 21 Juni 2026
Deniz Undav, dari Pekerja Pabrik Menjadi Kartu AS Jerman di Piala Dunia 2026
Minggu, 21 Juni 2026
Siapa Eloy Room? Mantan Anak Didik Patrick Kluivert yang Jadi Pahlawan Curacao
Sabtu, 20 Juni 2026
Turki Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Ketika Dominasi Statistik Tidak Berarti
Selasa, 16 Juni 2026
Tim-tim yang Mengakhiri Puasa Gol di Piala Dunia, dari Skotlandia hingga Swedia
Selasa, 16 Juni 2026
Daftar Langka Pelatih yang Kehilangan Jabatan saat Piala Dunia Berlangsung
Senin, 15 Juni 2026
Siapa Yasin Ayari? Mengapa Dia Tidak Merayakan Golnya ke Gawang Tunisia?
Minggu, 14 Juni 2026
Alex Grimaldo, Ahli Bola Mati Jebolan La Masia yang Hanya Kalah dari Lionel Messi
Minggu, 14 Juni 2026
Mengapa Pencetak Gol Terbanyak di Piala Dunia Justru Bisa Menjadi Pertanda Buruk?
Minggu, 14 Juni 2026
Profil Ayyoub Bouaddi: Wonderkid 18 Tahun Binaan Prancis yang Menyebrang ke Maroko, Bersinar Melawan Brasil di Piala Dunia 2026
Sabtu, 13 Juni 2026