BolaSkor.com – Bek tangguh Timnas Indonesia berusia 24 tahun, Rizky Ridho, tidak pernah melupakan tempat di mana mimpi sepak bolanya bermula.
Sebelum dipercaya mengemban ban kapten Timnas Indonesia, Ridho menghabiskan masa kecilnya bermain sepak bola di jalanan dan gang-gang sempit Kota Surabaya.
Pengalaman masa kecil bermain di jalanan, serta tradisi, diajak sang ayah (Sutoyo) menonton pertandingan Persebaya Surabaya di stadion menjadi bahan bakar utama yang memicu tekad Ridho untuk menjadi pemain profesional.
Baca Juga:
Kapten Timnas Indonesia Rizky Ridho Tak Takut Provokasi Vietnam: Sekarang Ada VAR!
Sutoyo, yang bekerja keras di pasar, tidak hanya mengenalkannya pada sepak bola, melainkan juga menanamkan kedisiplinan tinggi sejak dini, seperti aturan wajib berada di rumah sebelum pukul 21.00 malam demi menjaga waktu istirahat.
Kedisiplinan Sang Ayah hingga Pengakuan Puskas Award
Ridho mengenang kembali masa-masa awal perjalanannya mengenal si kulit bulat di tanah kelahirannya.
Dulu saya hanya bermain sepak bola di jalanan, di gang-gang kecil, dan dari sanalah muncul keinginan untuk menjadi pesepak bola profesional,
tutur Ridho dikutip dari situs resmi Piala AFF 2026.
Seiring berjalannya waktu, ayah sering mengajak saya menonton Persebaya. Rasanya sangat seru, atmosfernya luar biasa, dan saat itu saya sangat ingin menjadi pemain profesional seperti para pemain yang saya lihat di lapangan,
lanjut sang kapten.
Nilai kedisiplinan yang ditanamkan sang ayah terbukti membentuk Ridho menjadi benteng tangguh yang tenang dan mengoleksi lebih dari 50 penampilan bersama Timnas senior.
Baca Juga:
John Herdman Pastikan Timnas Indonesia Tak Akan Terpengaruh Provokasi Vietnam
Performa hebatnya bahkan diakui dunia saat gol jarak jauhnya bersama Persija Jakarta masuk nominasi FIFA Puskas Award 2025.
"Saya sangat bersyukur. Saya tidak pernah menyangka akan dinominasikan. Ada sedikit keberuntungan karena saya lelah, melihat kiper maju, lalu saya menendang bola. Alhamdulillah bolanya masuk. Saya bangga bisa membawa nama Indonesia ke panggung dunia," ujar Ridho merendah.
Misi Mengakhiri Dahaga Gelar Bersama John Herdman

Aksi Rizky Ridho saat Timnas Indonesia mengalahkan Bahrain 1-0, pada laga kedelapan Grup C Babak Ketiga Kualiifkasi Piala Dunia 2026 Zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.
Kini, motivasi terbesar Ridho adalah membawa skuad Garuda menjuarai Piala AFF 2026 setelah sebelumnya merasakan pahitnya menjadi runner-up edisi 2020 dan terhenti di semifinal pada edisi berikutnya.
Semoga kami bisa meraih hasil terbaik yaitu menjadi juara, karena Indonesia sudah lama menantikan trofi ini. Semoga kami bisa membawa pulang trofi ini ke Indonesia,
harap Ridho.
Keyakinan Ridho kian menguat sejak kedatangan pelatih anyar John Herdman pada awal 2026.
Baca Juga:
Juru taktik asal Inggris itu dinilai tidak hanya membawa perubahan taktis, melainkan juga membentuk grup kepemimpinan yang diisi enam hingga tujuh pemain di dalam tim.
"Dengan bantuan enam atau tujuh pemain tersebut, seluruh tim dapat terintegrasi dengan baik, tidak hanya bergantung pada satu orang. Kami dibentuk untuk menjadikan tim ini juara dan membawa trofi ke Indonesia."
Semoga kami bisa menunjukkan apa yang diinginkan pelatih, membanggakan masyarakat Indonesia, dan insya Allah kami bisa membawa pulang trofi ini untuk Indonesia untuk pertama kalinya,
pungkas Ridho.