BolaSkor.com - Tidak ada lagi perwakilan tim tuan rumah dari Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat di perempat final Piala Dunia 2026.
Perwakilan terakhir, Amerika dipermalukan Belgia dengan skor telak 1-4 di Seattle Stadium, Selasa (07/07) pagi WIB pada babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Diwarnai dengan kontroversi bermainnya Folarin Balogun, yang sebelumnya menerima kartu merah, Belgia mengontrol pertandingan dengan baik meski kalah penguasaan bola 47 berbanding 53 persen.
Baca Juga:
Trump, Balogun, dan FIFA: Kontroversi yang Mengguncang Piala Dunia 2026
Kontroversi Penangguhan Hukuman Balogun Memanas, Belgia Pertanyakan Keputusan FIFA
Melalui kemenangan tersebut, Belgia arahan Rudi Garcia akan melawan Spanyol di perempat final yang akan dimainkan di Los Angeles Stadium, Sabtu (11/04) pukul 02.00 dini hari WIB.
Panggung Charles De Ketelaere
Meski kontroversi Folarin Balogun menghiasi pemberitaan jelang laga, Mauricio Pochettino tetap memainkannya sebagai starter pada taktik 4-3-3 Amerika Serikat.
Sementara Rudi Garcia membuat keputusan berani dengan mencadangkan Jeremy Doku dan Kevin De Bruyne, memainkan Leandro Trossard dan Dodi Lukebakio sebagai starter pada formasi 4-2-3-1.
Laga baru berjalan sembilan menit, Belgia sudah unggul cepat memanfaatkan celah di pertahanan Amerika. Menerima umpan silang mendatar dari Nicolas Raskin, Charles De Ketelaere mengonversinya jadi gol dalam jarak dekat. 1-0 Belgia unggul.
Belgia juga dipaksa melakukan pergantian pemain di awal laga, tepatnya di menit 21 setelah Amadou Onana cedera dan digantikan Hans Vanaken.
10 menit berselang, intensitas serangan Amerika yang berusaha mencetak gol berbuahkan hasil setelah jeda minum atau hydration break.
Malik Tillman mencatatkan namanya di papan skor melalui tendangan bebas, yang terdefleksi Vanaken, dan mengecoh Thibaut Courtois. 1-1 kedudukan sama kuat.
Namun, pertahanan Amerika kembali menjadi sorotan khususnya di sisi kanan pertahanan. Dari area tersebut, Trossard melepaskan umpan silang dan ditanduk oleh De Ketelaere yang memenangi duel dengan kapten Amerika, Tim Ream. Belgia kembali unggul 2-1.
Selepas gol tersebut, Belgia menurunkan tempo bermain dan cenderung sabar menanti momen akibat kesalahan dari pemain Amerika. Belgia menjaga keunggulan tetap 2-1 hingga turun minum.
Blunder Amerika, Belgia Atur Tempo Main
Di babak kedua, Amerika masih memiliki asa untuk mengejar ketertinggalan tetapi penjaga gawang mereka, Matthew Freese, membuat blunder yang semakin menyulitkan timnya.
Pada menit 57 kala menyambut bola lambung ke depan, Freese ragu kala mengontrol bola dan bola direbut De Ketelaere yang memberi assist untuk gol yang dicetak Hans Vanaken ke gawang Amerika yang kosong. 3-1 Belgia menjauh.
Semenjak kedudukan tersebut, Belgia mengatur ritme bermain dengan atau tanpa bola. Amerika kesulitan masuk ke pertahanan Belgia karena pressing tim lawan, dan Belgia juga berbahaya saat melancarkan serangan balik.
Masuknya Giovanni Reyna, Sebastian Berhalter, dan Ricardo Pepi tidak memberikan perubahan signifikan kepada permainan Amerika.
Pertandingan pun berakhir dengan pesta gol yang dilakukan Belgia saat Amerika kehilangan konsentrasi di menit 90+3.
Pertahanan Amerika gagal membuang bola, bola direbut dari Chris Richards dan Romelu Lukaku dengan tenang mengonversinya jadi gol. Belgia menang 4-1 atas Amerika dan akan menantang Spanyol di perempat final.
Susunan Pemain
Amerika Serikat (4-3-3): Matthew Freese; Antonee Robinson (Maximilian Arfsten 90'), Tim Ream, Chris Richards, Alexander Freeman; Malik Tillman, Tyler Adams (Ricardo Pepi 72'), Weston McKennie; Christian Pulisic (Sebastian Berhalter 59'), Folarin Balogun (Haji Wright 90'), Sergino Dest (Giovanni Reyna 46')
Pelatih: Mauricio Pochettino
Belgia (4-2-3-1): Thibaut Courtois; Maxim de Cuyper, Brandon Mechele, Nathan Ngoy, Timothy Castagne; Nicolas Raskin (Axel Witsel 89'), Amadou Onana (Hans Vanaken 21'); Leandro Trossard (Alexis Saelemaekers 89'), Youri Tielemans, Dodi Lukebakio (Jeremy Doku 60'); Charles De Ketelaere (Romelu Lukaku 60')
Pelatih: Rudi Garcia