FC Porto secara resmi memboyong Bruno Martins Indi dari Feyenoord dengan harga 7,7 juta Euro atau sekitar 123 miliar rupiah. Indi akan menjalani kontrak selama empat tahun bersama Porto dan memiliki buy-out clause sebesar 40 juta Euro dari FC Porto. "Rasanya, ini adalah saat yang tepat untuk berpisah. Saya telah bermain lebih dari 100 pertandingan untuk Feyenoord dan bermain baik bersama Belanda di Piala Dunia. Saya selalu berkata saya akan pergi dari Feyenoord jika menguntungkan buat klub, dan Feyenoord mendapat untung dari transfer saya ini serta saya mendapat tantangan baru di Portugal." tulis Indi dalam pernyataan resminya di situs resmi Feyenoord. "Langkah ini datang pada momen yang pas bagi Bruno. Dia datang ke Feyenoord sebagai pemain muda dan berkembang sebagai pemain kunci Feyenoord dan timnas Belanda. Sekarang saatnya bagi Bruno untuk memulai sesuatu yang baru. Kami mendoakan yang terbaik bagi Bruno untuk tantangan barunya dalam kariernya." ujar Martin van Geel, direktur teknik Feyenoord. Indi merupakan pemain jebolan akademi Feyenoord dan menjalani debut resminya di Feyenoord pada musim 2010-2011 silam, tepatnya pada 19 Agustus 2010 silam ketika Feyenoord menang 1-0 atas Gent dalam pertandingan penyisihan grup Liga Europa. Selalu menjadi pilihan utama semenjak debut, Indi total mengoleksi 119 penampilan bersama Feyenoord di seluruh ajang. Menjadi pilihan reguler di stadion De Kuip membuat Martins Indi melakoni debut bersama tim nasional Belanda ketika melawan Belgia pada tanggal 15 Agustus 2012 silam, ketika Martins Indi berusia 20 tahun. Indi pun menjadi langganan di skuat Belanda dalam kualifikasi Piala Dunia Brasil 2014 Zona Eropa dan tampil enam kali di Brasil 2014 serta menjadi pilar kesuksesan Belanda merengkuh tempat ketiga Piala Dunia Brasil 2014.
FC Porto Resmi Boyong Bruno Martins Indi
BolaSkor - Selasa, 15 Juli 2014
Bagikan
BERITA TERKAIT
Senin, 22 Juni 2026
Manchester United Disarankan Segera Rekrut Bintang Belanda di Piala Dunia 2026
Minggu, 21 Juni 2026
Bantai Swedia, Belanda Tak Terkalahkan di Piala Dunia Sejak 2010
Sabtu, 20 Juni 2026
Victor Gyokeres dan Alexander Isak, Duet Penyerang Terbaik di Piala Dunia 2026?
Sabtu, 20 Juni 2026
Prediksi dan Statistik Belanda vs Swedia: Oranje Tertekan jika Tak Menang
Sabtu, 20 Juni 2026
Jadwal Pertandingan Piala Dunia 2026, 21 Juni 2026
Kamis, 18 Juni 2026
Belanda vs Swedia, Striker Liverpool Mengancam Pertahanan Oranje
Selasa, 16 Juni 2026
Kapten Timnas Belanda Kritik Aturan Jeda Minum di Piala Dunia 2026
Senin, 15 Juni 2026
Aksi Suporter Jepang Kembali Menarik Perhatian Publik di Piala Dunia 2026
Senin, 15 Juni 2026
Piala Dunia 2026: Soroti Performa Belanda, Ronald Koeman Akui Tak Pernah Remehkan Jepang
Senin, 15 Juni 2026
Klasemen Sementara Grup E-F Piala Dunia 2026: Jerman dan Swedia Berada di Puncak
PILIHAN EDITOR
Minggu, 21 Juni 2026
Deniz Undav, dari Pekerja Pabrik Menjadi Kartu AS Jerman di Piala Dunia 2026
Minggu, 21 Juni 2026
Siapa Eloy Room? Mantan Anak Didik Patrick Kluivert yang Jadi Pahlawan Curacao
Sabtu, 20 Juni 2026
Turki Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Ketika Dominasi Statistik Tidak Berarti
Selasa, 16 Juni 2026
Tim-tim yang Mengakhiri Puasa Gol di Piala Dunia, dari Skotlandia hingga Swedia
Selasa, 16 Juni 2026
Daftar Langka Pelatih yang Kehilangan Jabatan saat Piala Dunia Berlangsung
Senin, 15 Juni 2026
Siapa Yasin Ayari? Mengapa Dia Tidak Merayakan Golnya ke Gawang Tunisia?
Minggu, 14 Juni 2026
Alex Grimaldo, Ahli Bola Mati Jebolan La Masia yang Hanya Kalah dari Lionel Messi
Minggu, 14 Juni 2026
Mengapa Pencetak Gol Terbanyak di Piala Dunia Justru Bisa Menjadi Pertanda Buruk?
Minggu, 14 Juni 2026
Profil Ayyoub Bouaddi: Wonderkid 18 Tahun Binaan Prancis yang Menyebrang ke Maroko, Bersinar Melawan Brasil di Piala Dunia 2026
Sabtu, 13 Juni 2026