Ya, perseteruan antara The Special One, julukan Jose Mourinho, dengan The Professor, julukan Arsene Wenger sudah terjadi sejak fase pertama Jose Mourinho melatih Chelsea di tahun 2004-2007 silam. Bahkan ketika Jose Mourinho sudah pindah ke Inter Milan dan Real Madrid, kedua sosok ini kerap bertukar kata-kata pedas yang sifatnya sinis, baik secara frontal maupun secara tersirat. Berikut rekam jejak perseteruan Arsene Wenger dengan Jose Mourinho dalam komentar yang bersifat sinis maupun frontal. Februari 2005 Arsene Wenger: "Saya tidak melihat secara khusus bahwa Chelsea lebih banyak memainkan pemain asli Inggris ketimbang kami. Siapa yang telah mereka lahirkan dari akdemi mereka? Hanya satu, John Terry." Ini reaksi Arsene Wenger setelah dikritik oleh Jose Mourinho karena seluruh pemain yang diturunkan oleh Wenger dalam pertandingan melawan Crystal Palace tidak ada satupun yang berkebangsaan Inggris. Agustus 2005 Arsene Wenger: "Saya sangat sadar kalau kita hidup di dunia dimana hanya ada pemenang dan pecundang, tetapi sekali sepakbola membenarkan tim yang menolak untuk tampil menyerang, maka sepakbola berada dalam bahaya." Reaksi Arsene Wenger terhadap taktik sepakbola negatif ala Jose Mourinho yang pertama kali diistilahkan sebagai strategi parkir bus. Oktober 2005 Jose Mourinho: "Saya pikir, Arsene Wenger adalah seorang voyeur. Dia suka melihat orang lain. Ada beberapa orang yang ketika dirumah, menggunakan teleskop besar untuk mengintip apa yang terjadi di rumah tetangganya. Dia berbicara terus menerus tentang Chelsea." Ini reaksi Jose Mourinho menanggapi kritikan Arsene Wenger yang menilai aktifitas transfer Chelsea menjadi membosankan. Voyeur adalah istilah untuk seseorang yang memiliki kelainan seksual berupa mengintip pasangan lain untuk mendatangkan gairah seksual dari dalam dirinya. November 2005 Arsene Wenger: "Mourinho telah menyimpang, terputus dari kenyataan dan sangat tidak sopan. Ketika Anda memberikan kesuksesan kepada orang bodoh, hal itu hanya akan membuat mereka lebih bodoh." Ini bentuk reaksi Wenger terhadap ucapan Mourinho yang menyebut Wenger sebagai seorang Voyeur. Bahkan Wenger sempat mengancam akan melayangkan gugatan secara hukum kepada Mourinho terkaith permasalahan ini. Jose Mourinho: "Di Stamford Bridge, kami memiliki file tentang ucapan-ucapan dari Arsene Wenger tentang Chelsea dalam 12 bulan terakhir, dan ini bukan file yang terdiri dari lima halaman, tetapi file yang terdiri dari 120 halaman. Jadi, wajar kami mengeluarkan reaksi yang keras. Ini sudah lebih dari cukup untuk membuat saya jengah." Respon Mourinho terkait pernyataan Wenger yang ingin melayangkan gugatan hukum resmi kepada Mourinho. NOVEMBER 2007 Jose Mourinho: "Tidak seperti Arsenal, kami mencari kesuksesan dan mencoba membangun kesuksesan kami melalui konsep permainan yang melibatkan pemain-pemain berkebangsaan Inggris." Komentar Jose Mourinho yang menyindir perihal kebijakan Arsene Wenger pada saat itu yang gemar mendatangkan pemain-pemain dari negara lain ketimbang memberdayakan pemain-pemain asli Inggris dari akademi Arsenal. APRIL 2008 Jose Mourinho: "Orang Inggris sangat menyukai statistik. Apakah mereka tahu kalau Arsene Wenger hanya memiliki presentase kemenangan sebesar 50 % di Liga Inggris?" Ini ucapan Jose Mourinho setelah beberapa bulan meninggalkan Chelsea> Meski pada saat itu Mourinho sedang menganggur, nampaknya The Special One tidak tahan untuk kembali menyerang Arsene Wenger. NOVEMBER 2010 Arsene Wenger: "Anda memang tidak pernah mengatakan bahwa hal itu tidak terlintas di pikiran Anda, tetapi jika Anda melihat bagaimana kejadiannya didemosntrasikan di televisi, hal terbaik yang harus dipikirkan adalah 'jangan melakukan hal itu lagi'. Terlihat sangat menyedihkan jika hal itu dilakukan oleh sebuah klub besar." Respon betapa muaknya Arsene Wenger perihal keputusan Jose Mourinho yang saat itu menjabat sebagai manajer Real Madrid untuk membuat dengan sengaja dua pemain Madrid, Sergio Ramos dan Xabi Alonso mendapat kartu kuning dalam laga melawan Galatasaray demi mendapat pemutihan di babak knock-out. Jose Mourinho: "Daripada berbicara tentang Real Madrid, Tuan Wenger harusnya berbicara tentang Arsenal dan menjelaskan bagaimana Arsenal bisa kalah 0-2 dari tim yang baru pertama kali berlaga di Liga Champions [Braga]. Sejarah tentang pasukan muda sudah menjadi barang usang sekarang. Sagna, Clichy, Walcott, Fabregas, Song, Nasri, Van Persie, Arshavin bukan lagi anak kecil. Mereka sekarang adalah pemain-pemain top." Pernyataan balasan dari The Special One terkait pernyataan Wenger yang menghina insiden 'pemutihan kartu kuning' oleh Xabi Alonso dan Sergio Ramos. FEBRUARI 2014 Arsene Wenger: "Itu adalah ketakutan akan kegagalan. Jika Anda tidak berada dalam persaingan, Anda tidak bisa kalah dalam lomba. Jika Anda menyatakan anda tidak berada dalam persaingan, Anda tidak bisa kalah. Sesederhana itu." Komentar Arsene Wenger terhadap pernyataan Jose Mourinho yang menyatakan bahwa Manchester City adalah 'jaguar' dan Chelsea adalah 'kuda kecil' dalam persaingan perebutan gelar juara Liga Inggris musim ini. Meski sedang berada di puncak klasemen, Jose Mourinho menolak untuk menyatakan bahwa Chelsea mentargetkan jadi juara Liga Inggris musim ini. Jose Mourinho: "Mungkin dia benar, mungkin saya tidak terbiasa dengan kegagalan. Tetapi, pada kenyataannya, Wenger adalah seorang spesialis kegagalan karena delapan tahun tanpa meraih satu gelar pun. Jika hal itu terjadi kepada saya di Chelsea, maka saya akan pergi dan tidak akan kembali ke Chelsea." Pernyataan Jose Mourinho sebagai balasan atas pernyataan Arsene Wenger yang menyatakan, tindakan Mourinho untuk tidak menjadikan juara Liga Inggris musim ini sebagai target utama adalah sebuah tindakan yang didasari oleh ketkutan akan kegagalan.
Episode Perang Mulut Jose Mourinho - Arsene Wenger
BolaSkor - Sabtu, 15 Februari 2014
Bagikan
BERITA TERKAIT
Jumat, 31 Juli 2026
John Stones Resmi Gabung Inter Milan, Transfer Cristian Romero Terbentur Satu Hal
Jumat, 31 Juli 2026
Siapakah Carlos Espi? Striker Levante yang Membuat Real Madrid Menebus Klausul Rilisnya
Kamis, 30 Juli 2026
10 Hal yang Mungkin Tidak Banyak Diketahui dari Bek Baru Chelsea, Maxence Lacroix
Kamis, 30 Juli 2026
Dibeli Senilai 52 Juta Poundsterling, Bek Timnas Prancis Resmi Tambah Kekuatan Chelsea di Lini Belakang
Kamis, 30 Juli 2026
Ketimbang Chelsea, Pemuda Berbakat Bosnia-Herzegovina Pilih Gabung Juventus
Kamis, 30 Juli 2026
Panaskan Isu Bruno Guimaraes, Mikel Arteta Bahas Transfer Musim Panas Arsenal
Kamis, 30 Juli 2026
5 Rekrutan Teraneh Chelsea di Era BlueCo
Kamis, 30 Juli 2026
5 Pelatih dengan Masa Bakti Terlama Saat Ini di Lima Liga Top Eropa
Kamis, 30 Juli 2026
Arteta Beri Sinyal Arsenal Belum Selesai Belanja, Vinicius Junior Masih Jadi Target Utama
Kamis, 30 Juli 2026
Cristian Romero Lebih Pilih Barcelona, Inter Milan Putar Balik
PILIHAN EDITOR
Sabtu, 01 Agustus 2026
7 Kutipan Terbaik untuk Menggambarkan Legenda AC Milan, Franco Baresi
Jumat, 31 Juli 2026
Siapakah Carlos Espi? Striker Levante yang Membuat Real Madrid Menebus Klausul Rilisnya
Selasa, 28 Juli 2026
Ketika John Herdman Mencari Sudut Pandang yang Tak Terlihat dari Bangku Cadangan
Senin, 27 Juli 2026
Profil Mitchell Baker, Pencetak Hattrick saat Timnas Indonesia Menang atas Kamboja
Senin, 27 Juli 2026
Efek Domino Bursa Transfer: Vinicius, Rodri, Yan Diomande hingga Julian Alvarez
Senin, 27 Juli 2026
Wan Kuzain, Pemain Kelahiran AS Berdarah Malaysia, Mengagumi Tiger Woods, dan Impian di Piala AFF 2026
Minggu, 26 Juli 2026
Transparan Bukan Cuma Slogan, Piala Presiden 2026 Buka-bukaan soal Duit hingga Dampak untuk Rakyat
Minggu, 26 Juli 2026
Piala Presiden 2026 Selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo, Pemerataan Ekonomi Daerah Lewat UMKM dan Sepak Bola
Sabtu, 25 Juli 2026
Siapa Shea Lacey? Mengenal Wonderkid Kelahiran Livepool yang Diprediksi Jadi Bintang Besar MU
Rabu, 22 Juli 2026