BolaSkor.com - Perjalanan Inter Milan di Liga Champions 2025/2026 berakhir di fase play-off saat melawan tim Norwegia, Bodo/Glimt.
Kalah di leg pertama dengan skor 1-3, Il Nerazzurri juga tumbang di Giuseppe Meazza, Rabu (25/02) dini hari WIB dengan skor 1-2 (agregat gol 2-5).
Dua gol Bodo/Glimt dicetak Jens Petter Hauge (58') dan Hakon Evjen (72') yang diperkecil gol Alessandro Bastoni (76').
Inter dominan dengan 70 persen penguasaan bola serta total 33 tendangan, enam sepakan tepat sasaran, tapi tak efektif mencetak gol.
Baca Juga:
Hasil Liga Champions: Inter Milan Angkat Koper, Newcastle United dan Atletico Madrid ke 16 Besar
Jadwal Siaran Langsung dan Link Streaming Inter Milan vs Bodo/Glimt, Live Sebentar Lagi
Inter Milan vs Bodo/Glimt: Uang yang Akan Didapatkan Nerazzurri jika Lolos Babak 16 Besar
Nicolo Barella, gelandang Inter, tak berbicara banyak dan menilai Inter layak kalah dan Bodo/Glimt layak ke 16 besar.
"Kami kebobolan gol karena kesalahan individu, itu terjadi dalam sepak bola, tetapi hal tersulit adalah memecah kebuntuan dan kami tidak berhasil melakukannya," ucap Barella dilansir dari Football-Italia.
"Bodo pantas mendapat ucapan selamat, mereka mengalahkan kami di kandang dan tandang, jadi jelas mereka pantas lolos."
Inter Sudah Memberikan Segalanya dan Kehabisan Enerji
Inter Milan 1-2 Bodo/Glimt (Foto: Laman Resmi UEFA)
Ditambahkan oleh Cristian Chivu, pelatih Inter, timnya telah mengerahkan segalanya melawan Bodo/Glimt.
"Kami sudah berusaha semaksimal mungkin sejak awal," imbuh Chivu.
"Kami menghadapi tim yang sangat terorganisir dengan blok pertahanan rendah, menempatkan 10-11 pemain di belakang bola."
"Mungkin fakta bahwa kami tidak memecah kebuntuan memberi mereka kenyamanan psikologis tambahan, karena mereka tahu kami perlu mencetak dua gol lagi hanya untuk membawa pertandingan ke babak perpanjangan waktu."
Chivu juga menilai tak mudah bagi Inter membagi fokus dengan padatnya jumlah pertandingan di Liga Champions, Coppa Italia, dan Serie A.
"Sulit untuk menemukan energi ketika Anda bermain setiap tiga hari," tambah Chivu.
"Saya tidak bisa meminta lebih dari para pemain saya, karena mereka telah berusaha keras malam ini."
"Jika kami berhasil memecah kebuntuan, mungkin akan membangkitkan lebih banyak antusiasme, tetapi sangat sulit ketika mereka bertahan dengan 10 pemain."
"Ada kekecewaan besar, karena kami ingin setidaknya bersaing di Eropa, tetapi kami melawan tim yang memainkan empat pertandingan dalam tiga bulan terakhir, semuanya di Liga Champions."
"Kami harus melupakan kekalahan ini, kami harus melangkah maju, ini Liga Champions, kami harus memberikan penghargaan kepada lawan kami dan apa yang telah mereka capai," urainya.