BolaSkor.com – Kebersamaan Davide Frattesi dengan Inter Milan disinyalir akan segera berakhir. Gelandang berusia 26 tahun tersebut kian terpinggirkan dari skuad utama I Nerazzurri dan mulai dikaitkan dengan dua klub raksasa Serie A, Juventus dan AS Roma.
Masa depan Frattesi di Inter kini berada di ujung tanduk setelah ia tak lagi menjadi pilihan utama.
Situasi ini memicu keinginan sang pemain untuk hengkang demi mendapatkan menit bermain reguler secara konsisten.
Berdasarkan laporan calciomercato.it, Frattesi tidak masuk dalam rencana jangka panjang pelatih Cristian Chivu. Situasi tersebut membuka peluang baginya untuk angkat kaki dari Milan pada bursa transfer kali ini.
Baca Juga:
Cristian Chivu Ungkap Alasan Inter Milan Rekrut John Stones
Cara Menonton Manchester City vs Inter Milan Secara Gratis di YouTube, Live Pukul 18.30 WIB
Pihak Inter Milan dilaporkan memasang banderol sekitar 30 juta euro bagi klub manapun yang berminat mengamankan jasa gelandang kelahiran 1999 tersebut.
Kendati belum ada penawaran resmi yang masuk, peminat jasa sang pemain terbilang cukup banyak.
Dari luar Italia, Nottingham Forest menjadi klub yang paling gencar memburu tanda tangan Frattesi.
Klub Premier League tersebut sudah memantaunya dalam beberapa jendela transfer terakhir dan menilai Frattesi sebagai amunisi ideal untuk memperkuat lini tengah mereka.
Namun, prioritas utama sang pemain tetap bertahan di Serie A. "Pilihan pribadi sang pemain secara konsisten adalah tetap bertahan di Italia," tulis laporan calciomercato.it.
Minat Serius dari AS Roma dan Daya Tarik Juventus

Davide Frattesi (Getty Images)
Sinyal Frattesi untuk tetap merumput di Italia membuka lebar pintu bagi AS Roma.
Klub berjuluk I Giallorossi tersebut berpeluang memulangkan sang gelandang ke kota kelahirannya, terlebih jika Manu Kone benar-benar hengkang di mana Inter juga mengagumi pilar timnas Prancis tersebut.
Di sisi lain, potensi kepindahan ke Juventus juga sama sekali tidak bisa dicoret dari peta persaingan. La Vecchia Signora memiliki keterikatan emosional yang cukup kuat dengan sang pemain.
Keberadaan CEO Giovanni Carnevali yang pernah memboyongnya ke Sassuolo serta pelatih Luciano Spalletti yang mengandalkannya di tim nasional Italia menjadi daya tarik tersendiri.

