BolaSkor.com - Babak final Piala Dunia 2026 akan mempertemukan Spanyol dan Argentina yang bakal digelar di Stadion New York/New Jersey, Senin (20/7) pukul 02.00 WIB.
Duel para pemain bintang dari masing-masing tim di lapangan hijau memang menjadi sesuatu yang patut dinantikan. Namun, ada satu hal menarik di balik layar yang baru diketahui belakangan ini.
Pelatih dari kedua tim ternyata memiliki hubungan guru-murid pada beberapa tahun lalu.
Baca Juga:
Sejarah Baru! Untuk Pertama Kalinya Pemenang Piala Dunia 2026 Akan Terima Cincin Juara
Harga Tiket Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina, Termahal Mencapai Rp538 Juta
Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, pada 2017 lalu mengikuti kursus kepelatihan yang digelar Federasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol (RFEF) untuk mantan pemain elite. Saat itu, pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, menjadi salah satu instruktur yang memberikan materi dalam kursus tersebut.
Profesor Luis de la Fuente adalah salah satu pengajar di kelas kepelatihan itu. Dia membantu banyak pelatih muda yang mengambil kursus itu, dia sangat luar biasa,
ucap Scaloni kepada The Athletic.
"Saya suka bagaimana dia mengekspresikan dirinya, cara bersikapnya, serta pengabdian yang ditunjukkan para pemainnya," lanjutnya.
Scaloni Sudah Terlihat Menonjol Sejak Dulu
Sementara itu, menurut De la Fuente, Scaloni memang sudah telrihat menonjol sejak dahulu. Oleh karena itu, tidak mengejutkan jika saat ini pelatih berusia 48 tahun itu mampu meraih banyak trofi bersama Argentina.
De la Fuente mengaku masih mengingat jelas bagaimana berjalannya kursus kepelatihan pada 2017 lalu.
Scaloni duduk di barisan depan. Mudah untuk mengatakan bahwa dirinya menonjol saat ini, tetapi memang benar sejak dahulu ada suatu hal yang berbeda darinya,
ucap De la Fuente dalam wawancara bersama The Guardian.
"Dia memiliki keresahan serta cara untuk beradu pendapat. Dia selalu saja berdebat dan berargumen," terangnya.
Lebih Dari Sekadar Murid dan Guru

Lionel Scaloni dan Luis de la Fuente (x/RadioestadioN)
Tak hanya sebagai murid dan guru, hubungan Scaloni dan De la Fuente ternyata lebih dekat dari pada itu. Keduanya memiliki hubungan yang spesial dan dengan rasa hormat tinggi yang berjalan dua arah.
"Selain menjadi guru saat kursus kepelatihan, saya selalu memiliki hubungan yang sangat spesial dengannya," jelas Scaloni.
Luis de la Fuente juga memberikan hormat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada mantan muridnya itu. Dia mengaku bersyukur bisa menjadi bagian dari perkembangannya sebagai pelatih.
"Scaloni adalah murid yang sangat berdedikasi dengan motivasi tinggi untuk terus belajar. Dia selalu ingin berkembang dan lebih mengerti permainan ini lebih dalam lagi," ucap De la Fuente.
"Merupakan suatu kehormatan bagi saya karena bisa menjadi bagian dari perkembangannya," pungkasnya.
Penulis: Gazza Roosaryatama