BolaSkor.com - Pebulutangkis spesialis tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, memutuskan untuk mundur dari pelatnas PBSI.
Pengumuman itu disampaikan oleh Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) pada Jumat (15/5) siang WIB. Diketahui bahwa Gregoria mengajukan surat pengunduran diri dari pelatnas PBSI.
Baca Juga:
Indonesia Open 2026 Siap Digelar 2-7 Juni di Istora, Tiket Mulai dari Rp40 Ribu
Jonatan Christie Berambisi Pecah Telur di Indonesia Open 2026
Rasa Penasaran Putri KW Terhadap Indonesia Open Terus Memuncak
Keputusan tersebut diambil Gregoria setelah berkomunikasi dan berbicara dengan Kabid Binpres PP PBSI, Eng Hian, dan kepala pelatih tunggal putri utama Pelatnas PBSI, Imam Tohari.
Dalam surat yang disampaikannya, Gregoria menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh jajaran pengurus dan pelatih PP PBSI atas kesempatan, pengalaman, serta kepercayaan yang telah diberikan selama 12 tahun menjadi bagian dari Pelatnas PBSI.
Kesehatan Jadi Alasan Mundur
Berdasarkan rilis resmi dari PP PBSI, diketahui bahwa salah satu alasan mundurnya Gregoria ialah karena kondisi kesehatan yang sudah berlangsung lama.
Sebagaimana diketahui, sudah cukup lama Gregoria mengalami proses pemulihan dari vertigo. Hingga kini, dirinya belum pulih sepenuhnya dan belun memiliki kepercayaan diri untuk kembali bertanding di lapangan.
Terakhir kali Gregoria bertanding di lapangan ialah pada SEA Games, Desember 2025 lalu. Dia menjadi salah satu perwakilan Merah Putih pada ajang yang digelar di Thailand tersebut.
Apresiasi PBSI
PP PBSI menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas pengabdian dan perjuangan Gregoria selama membela Merah Putih di berbagai ajang internasional. PBSI juga mendoakan agar Gregoria dapat segera pulih sepenuhnya dan terus meraih kesuksesan di masa mendatang.
“Gregoria adalah atlet yang telah memberikan banyak kontribusi dan kebanggaan untuk Indonesia," kata Eng Hian.
"Kami menghormati keputusan yang diambil dan berharap yang terbaik untuk kesehatan serta masa depannya,” pungkasnya.
Penulis: Gazza Roosaryatama