Wenger : Saya Kira Saya Tidak Yakin-Manajer Arsenal, Arsene Wenger, tidak terlalu yakin dengan rencana FIFA untuk menambah peserta Piala Dunia menjadi 48 tim.
Presiden Gianni Infantino belum lama ini mengklaim bahwa ia mendapatkan dukungan masif untuk menambah 16 tim baru di Piala Dunia, menciptakan sistem yang akan membuat turnamen memiliki 16 grup yang terdiri dari tiga tim mulai 2026 mendatang.
Keputusan terkait ini akan dibuat pada Januari mendatang, di mana juga ada wacana untuk menambah tim peserta menjadi 40. Namun Wenger rupanya sudah cukup puas dengan format yang tengah berlaku, di mana ada 32 tim yang berpartisipasi di putaran final.
"Pemikiran saya adalah apakah itu dilakukan untuk alasan populer? Atau itu dilakukan untuk meningkatkan level permainan? Saya sedikit skeptis. Jika ada seseorang yang bisa meyakinkan saya itu akan membuat sepakbola lebih baik, saya akan siap mendengarkan," tutur Wenger di Goal International.
"Saat ini, saya kira saya tidak yakin. Kita sudah menggunakan 24 tim di Euro, dan itu 50 persen tim yang ada di Eropa."
"Namun 48 tim - kita punya 300 tim di seluruh dunia, dari sisi persentase memang bisa diterima. Namun saya tidak bisa membayangkan bagaimana itu akan meningkatkan kualitas permainan."
Wenger : Saya Kira Saya Tidak Yakin
Manajer Arsenal, Arsene Wenger, tidak terlalu yakin dengan rencana FIFA untuk menambah peserta Piala Dunia menjadi 48 tim.
©getty-images
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:
Berita Terkait
Piala Dunia
Kontroversi Kartu Merah Balogun di Piala Dunia 2026: Ketua Komdis FIFA Ternyata Ambil Keputusan Sendiri
Keputusan penangguhan kartu merah Folaron Balogun diambil oleh Ketua Komite Disiplin FIFA, Mohammad Al-Kamali, tanpa melibatkan 17 anggota lainnya.
Yusuf Abdillah - Senin, 13 Juli 2026
Piala Dunia
Bukan Sekedar Wacana, Piala Dunia 2030 Bisa Diikuti 64 Tim
FIFA membuka peluang Piala Dunia 2030 diikuti 64 tim. Gianni Infantino menilai negara-negara kecil harus mendapat kesempatan untuk bermimpi.
Arief Hadi - Senin, 13 Juli 2026
Piala Dunia
Kontroversi Spidercam di Perempat Final, FIFA Tolak Protes Norwegia
Kubu Norwegia menilai gol penyeimbang Inggris yang dicetak Jude Bellingham seharusnya tidak disahkan karena diduga diawali oleh bola yang menyentuh kabel spidercam di atas lapangan.
Yusuf Abdillah - Minggu, 12 Juli 2026
Ragam
6 Hal yang Menjadi Tren di Piala Dunia 2026
Simak enam tren paling menarik di Piala Dunia 2026, mulai dari penalti yang melempem hingga dominasi tim-tim Eropa berdasarkan data statistik.
Arief Hadi - Jumat, 10 Juli 2026
Piala Dunia
Beda Sikap FIFA soal Kartu Merah Folarin Balogun dan Jarell Quansah
FIFA menuai kritik usai memberikan hukuman berbeda kepada Folarin Balogun dan Jarell Quansah meski keduanya menerima kartu merah.
Arief Hadi - Jumat, 10 Juli 2026
Piala Dunia
Di Tengah Hujan Kontroversi, Collina Sebut Performa Wasit Piala Dunia 2026 Memuaskan
Pierluigi Collina menegaskan bahwa para wasit yang bertugas di Piala Dunia 2026 bekerja secara independen dan tidak dapat dipengaruhi oleh pihak mana pun.
Yusuf Abdillah - Kamis, 09 Juli 2026
Piala Dunia
FIFA Tolak Banding Prancis, Michael Olise Tetap Terancam Absen di Semifinal
FIFA resmi menolak banding Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) terkait kartu kuning yang diterima Michael Olise saat Prancis mengalahkan Paraguay.
Yusuf Abdillah - Kamis, 09 Juli 2026
Piala Dunia
Kontroversi Kartu Merah Folarin Balogun: Donald Trump Konfirmasi Hubungi FIFA, Gianni Infantino Angkat Bicara
Folarin Balogun kembali bisa bermain usai sanksinya ditangguhkan. Donald Trump dan Gianni Infantino akhirnya buka suara soal kontroversi FIFA.
Arief Hadi - Selasa, 07 Juli 2026
Timnas
PSSI Prioritaskan SUGBK Jadi Venue FIFA ASEAN Cup 2026
PSSI memprioritaskan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) sebagai venue utama FIFA ASEAN Cup 2026. Erick Thohir juga mengungkap persiapan stadion pendukung sesuai standar FIFA.
Rizqi Ariandi - Kamis, 02 Juli 2026
Piala Dunia
Piala Dunia 2026 Disebut Kehilangan Kredibilitas, Presiden FIFA Dikritik Legenda Jerman
Philipp Lahm mengkritik FIFA dan menilai Piala Dunia 2026 kehilangan kredibilitas akibat harga tiket mahal, visa, dan komersialisasi.
Arief Hadi - Kamis, 25 Juni 2026

