Valentino Rossi, 36 Lomba Beruntun Tanpa Menang: Saya Pernah Lebih Buruk dari Sekarang
BolaSkor.com - Sudah sangat lama fan MotoGP tidak lagi melihat idola mereka, Valentino Rossi di podium tertinggi.
Tercatat kali terakhir ia merasakannya pada MotoGP Belanda 2017. Artinya kini pembalap Yamaha tersebut sudah 36 lomba berturut-turut gagal naik podium tertinggi.
Baca Juga:
Bocoran dari Dani Pedrosa soal Karier Valentino Rossi di MotoGP
Ketika ditanya mengenai rapor buruk di atas, Rossi menegaskan dirinya beberapa kali bisa membuktikan bisa bangkit dari keterpurukan.
Lebih dari itu, ia justru menyoroti fakta pernah merasakan puasa kemenangan lebih lama. Tepatnya periode MotoGP Australia 2010-MotoGP Belanda 2013: 44 lomba beruntun.
"Tentu saja saya tidak menyukainya (catatan tidak finis berturut-turut). Tapi ini sudah terjadi sebelumnya pada karier saya dan saya bisa bangkit," kata Rossi.
Pembalap asal Italia ini turut mengingatkan bahwa sampai sekarang masih berstatus pembalap dengan jumlah kemenangan terbanyak di MotoGP: 89 kemenangan.
"Saya menang 89 lomba di MotoGP. Jadi saya tidak terlalu buruk," Rossi tertawa. "Kami enggan menyerah. Benar saya sudah tua. Tapi tahun lalu dan lima tahun lalu, saya juga telah tua," tambahnya.*
2.794
Berita Terkait
Resmi Gabung Barcelona, Joao Cancelo Tak Sabar Main di Camp Nou
Prediksi dan Statistik Chelsea vs Arsenal: Ujian Berat di Laga Kandang Pertama Liam Rosenior
Cerita di Balik Kepergian Xabi Alonso: Ada Kegagalan Manajemen Real Madrid
Hasil Piala Liga Inggris: Bekuk Newcastle United 2-0, Satu Kaki Manchester City di Final
Resmi Jadi Pelatih Baru, Michael Carrick Tahu yang Dibutuhkan untuk Sukses di Manchester United
Jadwal Siaran Langsung dan Link Streaming Newcastle United vs Manchester City, Live Sebentar Lagi
John Herdman Bicara soal Asisten Pelatih Lokal di Timnas Indonesia
Cari Pemain Gratisan, AC Milan Intip Peluang Rekrut Leon Goretzka
Galeri Foto: John Herdman Diperkenalkan sebagai Pelatih Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Ditargetkan Juara AFF 2026 dan 8 Besar Piala Asia 2027, John Herdman Menjawab