BolaSkor.com - FIFA membuka peluang untuk meninjau kembali aturan jeda minum yang diterapkan sepanjang Piala Dunia 2026.
Kebijakan tersebut menuai beragam respons, bahkan mendapat penolakan dari sebagian suporter, pelatih, hingga pengamat sepak bola.
Baca Juga:
Juara Piala Dunia 2026 Dapat Cincin, FIFA Kembali Jadi Sorotan
Soal Tudingan Argentina Jadi 'Anak Emas' FIFA, Messi Beri Respons Menohok
Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA, Arsene Wenger, mengakui aturan tersebut memang tidak disukai banyak pihak. Meski demikian, FIFA baru akan melakukan evaluasi setelah turnamen berakhir.
Saya rasa aturan ini tidak mengubah hasil pertandingan, tetapi kami ada untuk melayani orang-orang yang menonton sepak bola. Kami akan mengambil kesimpulan setelah Piala Dunia selesai,
kata Wenger dikutip dari BBC.
Pada Piala Dunia 2026, FIFA mewajibkan jeda minum selama tiga menit di setiap pertandingan yang digelar tanpa memandang kondisi cuaca.
Tuai Pro dan Kontra

Menurut FIFA, kebijakan ini dibuat sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan dan keselamatan para pemain selama pertandingan.
Aturan ini memunculkan perbedaan pandangan di kalangan pelatih.
Pelatih Inggris, Thomas Tuchel, sejak awal mengaku kurang menyukai kebijakan tersebut karena dianggap mengganggu ritme dan mengubah karakter pertandingan sepak bola.
Sebaliknya, pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, mendukung penuh penerapan jeda minum. Menurutnya, kesehatan pemain harus menjadi prioritas utama.
"Saya selalu mengutamakan kesehatan para pemain. Saya pikir ini adalah langkah yang tepat, beristirahat sejenak, menyegarkan diri, lalu melanjutkan pertandingan," ujarnya.

