BolaSkor.com - Kompetisi sepak bola putri Indonesia akhirnya kembali hadir. Setelah vakum selama tujuh tahun, Indonesia Women's League (IWL) dijadwalkan mulai bergulir pada Oktober 2026.
Kepastian tersebut disampaikan Komisaris Indonesia Women's League, Vivin Cahyani Sungkono.
Baca Juga:
I League Akui Persija Minta Jamu Persib Duluan di Pekan Kedua Super League 2026/2027
Persija vs Persib, Macan Kemayoran Klaim Dapat Lampu Hijau dari SUGBK
Indonesia Women's League akan memulai musim 2026/2027 pada 17 Oktober mendatang, atau bertepatan dengan hari ulang tahun Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Kompetisi ini menjadi upaya baru untuk menghidupkan kembali kompetisi sepak bola putri di Tanah Air setelah edisi terakhir digelar pada 2019.
Hari ini, tanggal 11 Agustus, bahwa yang sudah lama ditunggu-tunggu akhirnya tiba juga. Hari ini secara resmi Liga Putri Indonesia akan diselenggarakan lagi di tahun ini. Kick-off akan dimulai di bulan Oktober,
kata Vivin Cahyani dalam konferensi pers di Super League Hall yang dihadiri BolaSkor.com, Selasa (11/8).
Menurut Vivin, keputusan untuk kembali menggelar kompetisi sepak bola putri tidak terlepas dari perkembangan jumlah pemain dan potensi talenta yang semakin besar dalam beberapa tahun terakhir.
"Kami juga bisa melihat bahwa talent pool tahun-tahun belakangan ini makin bertambah, sehingga tahun ini kami memberanikan diri untuk memulai," ujar Vivin.
Indonesia Women's League Diikuti 6 Klub, Dibuka Persita vs Persija
Pada musim pertamanya setelah kembali bergulir, Indonesia Women's League belum melibatkan banyak klub. Kompetisi menggunakan format terpusat dengan enam tim yang seluruhnya berasal dari wilayah Jabodetabek.
Enam klub tersebut adalah FC Bekasi City, Persikad Depok, Dewa United Banten, Persija Jakarta, Persita Tangerang, dan Garudayaksa FC.
Seluruh pertandingan Indonesia Women's League 2026/2027 akan dipusatkan di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Jakarta Selatan.
CEO Indonesia Women's League, Teddy Tjahjono, menjelaskan penggunaan stadion terpusat merupakan bagian dari strategi untuk menjaga efisiensi sekaligus membangun fondasi kompetisi secara bertahap.
Jadi rencana kick-off untuk Indonesia Women's League akan dilakukan tanggal 17 Oktober. Itu rencana kita akan lakukan di Soemantri Brodjonegoro, diawali dengan pertandingan antara Persita dengan Persija,
kata Teddy.
"Di mana kami memang menggunakan konsep yang agak berbeda, jadi kita akan menggunakan centralized stadium yaitu di Soemantri," tambahnya.
Teddy menyebut kompetisi musim ini sengaja dimulai dengan jumlah peserta yang terbatas. Langkah tersebut diambil agar penyelenggaraan liga dapat berjalan secara berkelanjutan sebelum nantinya berkembang lebih besar.
"Dimulai diikuti dengan enam tim di tahap awal, jadi seperti pada umumnya proses bayi berjalan juga perlahan-lahan step-by-step. Jadi kami mulai dengan enam klub di area Jabodetabek," ujar Teddy.
"Karena kami ingin memastikan bahwa secara liga dan secara klubnya bisa sustainable untuk jangka panjang," sambungnya.
Targetkan Kompetisi Berkelanjutan
Indonesia Women's League tidak hanya ditargetkan kembali hadir untuk satu musim. I League ingin kompetisi sepak bola putri tersebut berkembang secara konsisten dan menjadi wadah pembinaan pemain dalam jangka panjang.
Teddy menegaskan keberlangsungan liga menjadi salah satu prioritas utama. Kompetisi diharapkan mampu menjadi bagian penting dalam mencetak dan mengembangkan talenta untuk Timnas Indonesia Putri.
"Karena kami ingin Indonesia Women's League ini bisa berjalan selamanya dan terus berkembang, tumbuh dengan baik untuk mendukung Timnas Indonesia Putri," tutur Teddy.
Dukungan Penuh PSSI untuk Indonesia Women's League
Sementara itu, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, memastikan dukungan penuh federasi terhadap Indonesia Women's League.
Menurut Erick Thohir, digelarnya Indonesia Women's League merupakan bukti PSSI tidak menganaktirikan sepak bola putri.
"Sepak bola wanita tidak pernah dinomorduakan oleh kepengurusan PSSI saat ini. Kita tidak ingin Liga ini lahir hanya untuk pencitraan lalu mati di kemudian hari."
"Ini adalah komitmen jangka panjang, dibangun dengan kalkulasi matang agar ekosistem dan klub peserta bisa terus sustainable," ujar Erick Thohir.