Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Stade de Reims, Klub Prancis yang Diam-diam Menarik Perhatian di Eropa

Kiprah Stade de Reims cukup menarik perhatian di Eropa.
Arief HadiArief Hadi - Jumat, 17 Maret 2023
Stade de Reims, Klub Prancis yang Diam-diam Menarik Perhatian di Eropa
Stade de Reims (@StadeDeReims)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - "Ligue 1 benar-benar sangat sulit. Saya sangat terkejut ketika mendengar orang mengatakan bahwa liga itu mudah. Saya tidak mengerti mengapa liga ini terkadang tidak dihormati seperti seharusnya, terutama di internet."

Kutipan di atas merupakan komentar dari pemain pinjaman Arsenal di Stade de Reims, Folarin Balogun. Penyerang berusia 21 tahun memainkan debutnya di Ligue 1 dan sejauh ini sudah menorehkan 16 gol dari 26 penampilan.

Balogun merupakan produk akademi Arsenal dan sudah melihat bagaimana kultur sepak bola di Inggris, terutamanya di Premier League. Kini ia bermain di Ligue 1 dan mengalami langsung bermain di liga yang acapkali diejek sebagai 'liga petani' karena dominasi Paris Saint-Germain (PSG).

"Sebagai pemain Ligue 1, saya dapat mengatakan bahwa ini adalah divisi yang sangat, sangat sulit. Ada banyak tim bagus dan agresif, dan tidak perlu dikatakan lagi bahwa pemain terbaik dunia saat ini bermain di liga ini, dan meski pun demikian, mereka tidak memenangkan semua pertandingan mereka," terang Balogun di Onze Mondial.

Setiap liga punya ceritanya masing-masing dan terkhusus Ligue 1, tidak banyak yang tertarik dan maklum saja, persaingan di sana dipandang 'sebelah mata' tidak seperti halnya lima liga top Eropa lainnya.

Kendati demikian tim Balogun, Stade de Reims, tidak kalah dari segi performa seperti halnya Napoli yang sedang mencuri perhatian di Eropa dan Italia. Sekedar catatan pada 13 Maret lalu Reims menang 1-0 atas Monaco dan mereka tak terkalahkan selama 19 laga beruntun.

Reims kini ada di urutan delapan klasemen dan terpaut empat poin dari urutan lima klasemen, batas Eropa untuk bermain di Conference League. Peluang mereka untuk kembali bermain di Eropa terbuka lebar.

Memang, sudah lama Reims 'tertidur' di Prancis. Jika Anda melihat Reims sebagai tim kecil di Prancis maka opini itu salah, sebab mereka merupakan tim bersejarah dari Prancis dan salah satu yang tersukses dengan raihan enam titel Ligue 1, dua Coupe de France, dan lima Trophee des Champions.

Bahkan mereka pernah dua kali mencapai final Liga Champions pada 1956 dan 1959 meski akhirnya menjadi runner-up, alias kalah di final. 45 tahun setelah main di final melawan Alfredo Di Stefano dkk di Real Madrid, Reims kini berusaha bangkit.

Will Still, Pelatih Muda Tanpa Lisensi Kepelatihan

Menilik informasi dari Football Talk, Will Still adalah pelatih termuda di lima liga top Eropa (baru berusia 30 tahun). Still bahkan tidak memiliki lisensi kepelatihan profesional dan Reims harus membayar 25.000 euro di setiap laga, sampai ia dapat lisensi itu.

Selayaknya cerita pelatih-pelatih muda di masa lalu, Still juga memainkan simulasi sepak bola terkenal dunia Football Manager dan belajar banyak darinya. Darah olahraga juga ada pada keluarganya karena saudaranya, Edward, saat ini melatih klub Belgia, Eupen, dan dibantu adik mudanya Nico.

Karier kepelatihan Still boleh saja dipandang sebelah mata, tetapi melihat bagaimana ia mengangkat Reims saat ini Still layak dapat apresiasi. Pada momen unbeaten Reims ia mencatatkan lima clean sheets beruntun.

Hebatnya lagi, Reims juga kehilangan pemain-pemain seperti Wout Faes (Leicester City), El Bilal Toure (Almeria), dan Pedrag Rajkovic (Mallorca). Tetapi Still pintar mengembleng pemain muda sesuai dengan kebijakan klub, salah satu pemain itu seperti Balogun dan contoh lainnya semilan Jens Cajuste, Dion Lopy, dan Alexis Flips.

Pada laga keduanya melatih Reims, Will menurunkan susunan pemain dengan usia rata-rata 24 tahun - tim keempat termuda di Ligue 1 musim ini.

"Ini setara dengan setengah musim kami berhasil tetap tak terkalahkan. Dilihat dari sini, ini cukup gila," ujar Will kepada L'Equipe.

"Kami realistis dan berpikiran jernih saat menonton tim di atas kami. Ada kualitas yang luar biasa. Lawan pertama kami adalah diri kami sendiri. Untuk saat ini, hanya kami yang mampu menyebabkan masalah bagi diri kami sendiri."

Menarik untuk melihat di mana posisi Reims nanti finish di akhir musim Ligue 1. Still, dalam karier kepelatihannya, lebih banyak dihabiskan di area lain sebagai asisten pelatih dan analis video di Preston North End, Sint-Truiden, Standard Liege, dan Beerschot.

Pemain-pemain Kunci

Menurut laman PFF ada tiga pemain yang sejauh ini jadi pemain figur atau kunci kekuatan Reims. Mereka adalah Yunis Abdelhamid (bek), Junya Ito (penyerang sayap), dan Folarin Balogun (penyerang).

Abdelhamid (35 tahun) merupakan mantan pemain timnas Maroko dan kaya pengalaman bermain di Prancis. Dengan pengalaman dan kualitasnya, Abdelhamid memberikan rasa tenang di lini belakang Reims yang baru kebobolan 26 gol sejauh ini.

Mendribel bola bukan kekuatan terbaiknya tapi tandemnya dengan Emmanuel Agbadou menjadi kekuatan di pertahanan Reims. PFF memberikan nilai 95,8 dengan kontribusinya di lini belakang Reims dan ia sudah terlibat 384 duel perebutan bola, keempat terbanyak di antara pemain lainnya di Ligue 1.

Maju ke depan ada penyerang sayap asal Jepang, Junya Ito, dengan kemampuan mendribel bola dan memberikan umpan silang. Ito merupakan kreator serangan Jepang di Piala Dunia 2022 dan menciptakan tiga peluang mencetak gol.

Seperti Abdelhamid, Ito sudah tidak muda pada usia 30 tahun dan musim ini jadi pengalaman pertamanya bermain di Ligue 1. Sebelumnya Ito membela Kashiwa Reysol dan Genk.

Terakhir adalah penyerang pinjaman dari Arsenal, Folarin Balogun, yang telah melesakkan 16 gol dari 26 laga. Performa bagus pemain asal Inggris tentunya akan membuat senang Arsenal, yang saat ini fokus memburu titel Premier League.

Balogun ada di peringkat lima daftar top skorer Ligue 1. Ia punya kontribusi 45,7 persen dari gol Reims musim ini. Tidak ada pemain di atasnya yang punya kontribusi gol sebesar Balogun untuk Reims, seperti Kylian Mbappe (27,9 persen), Jonathan David (37,2 persen), Alexandre Lacazette (38,1 persen), dan Wissam Ben Yedder (29,1 persen).

Saking hebatnya Balogun pelatih sementara timnas Amerika Serikat, Anthony Hudson, sampai tertarik membawanya memperkuat timnas. Balogun belum membela timnas Inggris senior dan dapat bermain untuk Inggris, Nigeria, dan Amerika Serikat.

Reims Stade de Reims Ligue 1 Ligue 1 Prancis Sosok

Arief Hadi

Sports Journalist & Tactical Analyst. 10+ years of experience (ex-PanditFootball, BolaTotal, FourFourTwo, Fox Sports, 90min). Manchester United loyalist since 2004. Passionate about tactical breakdowns, gaming, and cinema. Exploring the world of football, one tweet at a time.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Sosok
Mengenal Cristian Orozco, Rekrutan Baru Manchester United Berusia 18 Tahun
Mengenal Cristian Orozco, gelandang muda Kolombia berusia 18 tahun yang resmi direkrut Manchester United dari Fortaleza CEIF.
Arief Hadi - Jumat, 07 Agustus 2026
Mengenal Cristian Orozco, Rekrutan Baru Manchester United Berusia 18 Tahun
Sosok
Terinspirasi Sang Ayah, Ilhan Fandi Punya Motivasi Ekstra Lawan Indonesia
Jelang Singapura vs Indonesia, Ilhan Fandi mengungkap inspirasi dari sang ayah, Fandi Ahmad, serta motivasinya membawa The Lions melaju jauh.
Arief Hadi - Kamis, 06 Agustus 2026
Terinspirasi Sang Ayah, Ilhan Fandi Punya Motivasi Ekstra Lawan Indonesia
Sosok
Mengenal Carlos Espi, Striker Baru Real Madrid Pengganti Gonzalo Garcia
Real Madrid resmi merekrut Carlos Espi. Simak profil, perjalanan karier, gaya bermain, hingga alasan Los Blancos memboyong striker Levante itu.
Arief Hadi - Senin, 03 Agustus 2026
Mengenal Carlos Espi, Striker Baru Real Madrid Pengganti Gonzalo Garcia
Sosok
10 Hal yang Mungkin Tidak Banyak Diketahui dari Bek Baru Chelsea, Maxence Lacroix
Chelsea resmi merekrut Maxence Lacroix. Simak 10 fakta menarik bek asal Prancis, dari masa kecil, karier, hingga debut bersama timnas Prancis.
Arief Hadi - Kamis, 30 Juli 2026
10 Hal yang Mungkin Tidak Banyak Diketahui dari Bek Baru Chelsea, Maxence Lacroix
Ragam
3 Alasan Mengapa Real Madrid Bersikeras Mendatangkan Yan Diomande
Real Madrid terus mengejar Yan Diomande dari RB Leipzig. Simak tiga alasan utama Los Blancos bersikeras merekrut winger muda Pantai Gading itu.
Arief Hadi - Selasa, 28 Juli 2026
3 Alasan Mengapa Real Madrid Bersikeras Mendatangkan Yan Diomande
Sosok
Wan Kuzain, Pemain Kelahiran AS Berdarah Malaysia, Mengagumi Tiger Woods, dan Impian di Piala AFF 2026
Wan Kuzain akhirnya menjalani debut bersama Malaysia di Piala AFF 2026. Pemain kelahiran AS itu juga mengungkapkan kekagumannya pada Tiger Woods.
Arief Hadi - Senin, 27 Juli 2026
Wan Kuzain, Pemain Kelahiran AS Berdarah Malaysia, Mengagumi Tiger Woods, dan Impian di Piala AFF 2026
Sosok
Menilik 4 Pelatih di Semifinal Piala Dunia 2026, Thomas Tuchel Jadi yang Terbaru
Menilik profil dan statistik empat pelatih semifinal Piala Dunia 2026, dari Didier Deschamps, Lionel Scaloni, Luis de la Fuente hingga Thomas Tuchel.
Arief Hadi - Selasa, 14 Juli 2026
Menilik 4 Pelatih di Semifinal Piala Dunia 2026, Thomas Tuchel Jadi yang Terbaru
Sosok
Profil Jayden Adams dan Misteri di Balik Kematian Pemain Afsel di Piala Dunia 2026
Profil Jayden Adams, gelandang timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026 yang meninggal dunia pada usia 25 tahun dan penyebabnya masih diselidiki.
Arief Hadi - Sabtu, 11 Juli 2026
Profil Jayden Adams dan Misteri di Balik Kematian Pemain Afsel di Piala Dunia 2026
Sosok
Cerita Perjalanan Pelatih Baru Manchester City, Enzo Maresca sebagai Pemain dan Pelatih
Simak perjalanan karier Enzo Maresca sebagai pemain dan pelatih hingga resmi menjadi manajer baru Manchester City dengan kontrak tiga tahun.
Arief Hadi - Senin, 29 Juni 2026
Cerita Perjalanan Pelatih Baru Manchester City, Enzo Maresca sebagai Pemain dan Pelatih
Sosok
Mengenal Enrique Macaya Marquez, Jurnalis Legendaris Berusia 91 Tahun yang Sudah Meliput Piala Dunia Sejak 1958
Enrique Macaya Marquez, jurnalis Argentina berusia 91 tahun, mencetak rekor meliput 18 edisi Piala Dunia sejak 1958 hingga Piala Dunia 2026.
Arief Hadi - Minggu, 28 Juni 2026
Mengenal Enrique Macaya Marquez, Jurnalis Legendaris Berusia 91 Tahun yang Sudah Meliput Piala Dunia Sejak 1958
Bagikan