Roger Federer Membuat Tenis Menjadi Olahraga yang Mudah
BolaSkor.com - Dengan 20 gelar Grand Slam, tidak berlebihan rasanya menyebut Roger Federer sebagai salah satu petenis terhebat sepanjang masa.
Kini di penghujung kariernya, Federer, 37 tahun, akan berusaha mempertahankan gelar Grand Slam pertama tahun 2019, Australia Open.
Baca Juga:
Petenis Cantik Ini Tidak Lakukan Apa-apa Selama Enam Minggu
Novak Djokovic Bawa Modal Buruk Menuju Australia Open 2019
Fakta karier Federer berjalan begitu panjang memantik mantan petenis nomor dua dunia, Alex Corretja untuk berkomentar. Menurutnya melihat Federer bermain, petenis asal Swiss itu sukses membuat tenis seakan olahraga yang mudah.
"Karena ia selalu menempatkan bola ke area yang sulit dijangkau lawan. Dia seperti mesin yang telah diatur untuk melakukannya," kata Corretja.
"Jika saya membuat mesin yang bisa menempatkan bola ke area ideal dan sulit buat lawan, saya mungkin akan bertanya kepada Federer dan ia akan menjelaskannya," tambahnya.
Karier panjang dan bergelimang prestasi, membuat Corretja meyakini sosok Federer akan selalu diingat bila sang petenis sudah pensiun nantinya.
"Saya pikir ia akan meninggalkan tenis dengan gayanya, elegan, tahu cara bermain, kemudian sikapnya di dalam maupun luar lapangan layak menjadi contoh," Corretja menuturkan.*
2.794
Berita Terkait
Hasil Serie A: Christopher Nkunku Cetak Gol Telat, AC Milan Imbang 1-1 di Fiorentina
Hasil Piala FA: Martinelli Hat-trick, Arsenal Hajar Portsmouth 4-1
Mauricio Souza Nilai Kartu Merah Bruno Tubarao Sudah Tepat, Tetapi Pertanyakan Ketegasan Wasit Terhadap Persib
Selebrasi Ice Cold Beckham Putra, Bojan Hodak: Untung Tidak Ada Fans Persija
Manchester United Pecat Ruben Amorim, Barcelona Ingin Permanenkan Marcus Rashford
Bawa Persib Tak Pernah Kalah dari Persija dan Juara Paruh Musim, Ini Kata Bojan Hodak
Link Streaming Inter Milan vs Napoli, Senin 12 Januari 2026
Lolos ke Putaran Keempat Piala FA, Manchester City Berambisi Sapu Bersih Gelar
Juventus Pertimbangkan Barter Pemain dengan AC Milan
Final Piala Super Spanyol: Xabi Alonso Siapkan Rencana untuk Redam Lamine Yamal