BolaSkor.com - Keberhasilan Argentina menjadi juara Piala Dunia 1986 di Meksiko tidak bisa dilepaskan dari sosok Diego Maradona.
Berkat Maradona pula, Piala Dunia 1986 menjadi satu di antara ajang Piala Dunia yang paling ikonik dan dikenang.
Baca Juga:
Kilas Balik Piala Dunia 1974: Format Baru, Rekor Gerd Muller, dan Kejayaan Jerman Barat
Perubahan format di babak gugur juga menjadi terobosan yang dilakukan FIFA pada Piala Dunia edisi ke-13 ini.
Tim Peserta dan Perubahan Format di Babak Gugur
Piala Dunia 1986 diikuti oleh 24 tim dari lima konfederasi. UEFA (Eropa) mengirimkan 13 tim di antaranya Belgia, Bulgaria, Denmark, Inggris, Irlandia Utara, Italia, Jerman Barat, Polandia, Portugal, Prancis, Skotlandia, Spanyol, dan Uni Soviet.
CONMEBOL (Amerika Selatan) diwakili oleh empat tim, yakni Argentina, Brasil, Paraguay, dan Uruguay. CONCACAF (Amerika Utara, Tengah, dan Karibia) mengirimkan Kanada dan Meksiko.
Kemudian, Aljazair dan Maroko jadi perwakilan CAF (Afrika), Irak serta Korea Selatan membawa nama AFC (Asia), dan Selandia Baru dari OFC (Oseania).
Untuk pertama kalinya juga di Piala Dunia 1986 format babak gugur berubah. FIFA menghapus babak penyisihan grup kedua dan menggantinya dengan sistem gugur murni.
Sebanyak 12 tim juara dan runner-up (masing-masing 6-Red) dari 6 grup, ditambah empat tim peringkat terbaik, melaju ke babak 16 besar atau perdelapan final.
Dua Gol Ikonik Diego Maradona ke Gawang Inggris
Laga perempat final Piala Dunia 1986 yang mempertemukan Argentina dengan Inggris di Stadion Aztecca, Mexico City, kelak akan selalu diingat sebagai 'panggung' Diego Maradona.
Argentina menang 2-1 dalam laga itu di mana dua golnya berasal dari Maradona.
Gol pertama Maradona tercipta pada menit ke-51. Gol itu dicetak lewat sentuhan tangan, yang kelak dikenal dengan sebutan gol 'Tangan Tuhan'.
Para pemain Inggris langsung berlarian memprotes keras gol tersebut karena menggunakan tangan. Namun, wasit Ali Bin Naser dari Tunisia tetap mengesahkan gol tersebut.
Lalu, gol kedua Maradona yang tercipta pada menit 55' setelah sang pemain melakukan solorun dengan melewati lima pemain Inggris (Peter Beardsley, Steve Hodge, Peter Reid, Terry Butcher, dan Terry Fenwick) serta kiper Peter Shilton. Pada tahun 2002, FIFA menobatkan gol tersebut sebagai Gol Abad Ini dalam sebuah jajak pendapat.
Adapun, Inggris hanya bisa memperkecil kedudukan melalui Garry Lineker. Skor 2-1 untuk Argentina, dan Albiceleste melaju ke semifinal.
Argentina Juara untuk Kedua Kalinya
Magis Maradona berlanjut di babak semifinal saat Argentina bertemu Belgia di Stadion Jalisco, Guadalaraja. Argentina menang 2-0 lewat brace Maradona.
Di partai puncak, Argentina bersua finalis edisi sebelumnya, Jerman Barat. Meski Maradona tak mencetak gol, Argentina tetap keluar sebagai pemenang dengan skor 3-2.
Argentina menjadi juara Piala Dunia untuk kedua kalinya setelah 1978. Dan, Maradona terpilih sebagai pemain terbaik turnamen.