BolaSkor.com – Presiden Como asal Indonesia, Mirwan Suwarso, menegaskan bahwa klubnya memiliki identitas serta cara tersendiri untuk bersaing dengan klub-klub raksasa Eropa.
Hal tersebut diucapkannya di tengah momen debut bersejarah Como di Liga Champions melawan RB Leipzig, Jumat (11/09) pukul 02.00 dini hari WIB.
Laju impresif Como, di bawah asuhan pelatih Cesc Fabregas, diakui Suwarso berjalan jauh lebih cepat dari perkiraan awal, khususnya dalam peningkatan infrastruktur dan pertumbuhan sektor komersial klub.
Baca Juga:
Momen Bersejarah di Liga Champions: Manajemen Como Rela Berikan Kursi ke Fans Senior
Menyadari status sebagai tim dari kota kecil, Suwarso secara terbuka membeberkan realitas perbedaan pendapatan Como jika dibandingkan dengan tim-tim mapan lainnya di Italia.
"Kami adalah kota kecil dengan stadion yang kecil," kata Suwarso.
"Satu pertandingan di San Siro setara dengan delapan pertandingan di Sinigaglia dalam hal pendapatan, dan hak siar televisi menguntungkan mereka yang memiliki sejarah serta trofi," ujar Suwarso kepada La Repubblica.
Daftar Isi
Identitas Budaya dan Potensi Pasar Global
Daftar Isi
Cesc Fabregas dan skuad Como (Foto: Getty Images)
Kami sedang menantang para raksasa. Di lapangan itu lebih mudah: jika Anda bermain bagus, Anda akan mendapat hasilnya.
Sementara untuk menjual barang dagangan kami perlu mampu memproduksi dan mendistribusikannya. Kami masih terus mengejar ketertinggalan,
tambahnya.
Meski basis pendukung lokal tergolong terbatas, Suwarso sangat meyakini potensi pasar internasional Como sangat luas berkat penguatan strategi pemasaran dan komunikasi digital yang tepat.
Baca Juga:
Kisah Cinderella Como, dari Serie D ke Panggung Tertinggi Liga Champions
"Basis penggemar lokal kami terbatas, tetapi yang dapat kami jangkau secara global tidak terbatas."
"Itu hanya bergantung pada kemampuan kami untuk berkembang melalui pemasaran, branding, dan komunikasi," jelas Suwarso.
Mengenai persaingan dengan daya pikat finansial Premier League yang melimpah, ia menilai sepak bola Italia dan Como punya keunggulan identitas yang unik.
Apa yang dimiliki Premier League dibandingkan kita? Uang. Tetapi kita memiliki sejarah, seni, makanan, dan passion,
tegas Suwarso.