Piala Dunia 2026 Disebut Kehilangan Kredibilitas, Presiden FIFA Dikritik Legenda Jerman

Philipp Lahm mengkritik FIFA dan menilai Piala Dunia 2026 kehilangan kredibilitas akibat harga tiket mahal, visa, dan komersialisasi.
Arief HadiArief Hadi - Kamis, 25 Juni 2026
Piala Dunia 2026 Disebut Kehilangan Kredibilitas, Presiden FIFA Dikritik Legenda Jerman
Presiden FIFA Gianni Infantino (bbc)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Dua minggu perhelatan Piala Dunia 2026 dihelat di tiga negara tuan rumah: Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat.

48 tim berpatisipasi yang notabene jadi format baru dan beberapa negara telah tersingkir seperti Turki, Tunisia, Haiti, dan Yordania.

Beberapa hal baru juga menjadi perhatian semisal jeda minum di tengah pertandingan, larangan berbicara dengan mulut ditutup kepada lawan, hingga aturan untuk mengakali wasting time alias buang-buang waktu.

Baca Juga:

Carlo Ancelotti Bikin Vinicius Gacor di Piala Dunia 2026

Ismael Saibari Ukir Sejarah saat Antar Maroko Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026

Deniz Undav Tak Masalah Dapat Status Super-sub Jerman di Piala Dunia 2026

Kendati berlangsung meriah di AS, Kanada, dan Meksiko, FIFA selaku Federasi Sepak Bola Dunia tak luput dari sorotan.

Kritik dari Legenda Sepak Bola Jerman

Legenda Jerman, Philipp Lahm (Foto: Bild)

Philipp Lahm, legenda sepak bola Jerman, menyoroti kredibilitas Piala Dunia yang hilang di tahun ini, dengan melihat sulitnya visa masuk AS hingga cara tuan rumah memperlakukan Iran.

Belum lagi dengan tiket yang dijual dengan harga tinggi hingga tidak semua fans sanggup menonton langsung Piala Dunia 2026.

"Piala Dunia sedang dijual habis." tulis Lahm di surat kabar Jerman, Die Zeit.

"Ini merampas kredibilitas sepak bola. Akibatnya, para penggemar merasa tidak nyaman. Semakin sulit bagi mereka untuk memisahkan FIFA dari acara itu sendiri."

"FIFA dituduh tidak memberikan angka yang jujur tentang permintaan sebenarnya dan menggunakan ini untuk memaksimalkan pendapatan," tulis pemenang Piala Dunia 2014 tersebut.

Terlebih, ada wacana Piala Dunia akan diadakan dua tahun sekali dari sebelumnya empat tahun sekali.

"Lebih lanjut, saya merasa jengkel dengan saran yang berulang untuk mengadakan Piala Dunia setiap dua tahun sekali."

"Sebuah turnamen membutuhkan persiapan dan tindak lanjut agar memiliki dampak yang berkelanjutan," urai Lahm.

Lahm Philipp Lahm Jerman Timnas Jerman Piala Dunia 2026 Fifa Gianni Infantino

Arief Hadi

Sports Journalist & Tactical Analyst. 10+ years of experience (ex-PanditFootball, BolaTotal, FourFourTwo, Fox Sports, 90min). Manchester United loyalist since 2004. Passionate about tactical breakdowns, gaming, and cinema. Exploring the world of football, one tweet at a time.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Liga Indonesia
Persoalan Administrasi dengan Robert Rene Alberts, Persib Kembali disanksi FIFA
Persib Bandung kembali disanksi FIFA akibat persoalan dengan Robert Rene Alberts. Maung Bandung terancam dilarang transfer selama tiga periode.
Arief Hadi - Selasa, 11 Agustus 2026
Persoalan Administrasi dengan Robert Rene Alberts, Persib Kembali disanksi FIFA
Piala Dunia
AFC, UEFA, dan Concacaf Bersatu Tekan FIFA
AFC, UEFA, dan Concacaf menilai kontroversi FFE bukan hanya soal komunikasi yang buruk, tetapi juga menunjukkan adanya kegagalan dalam proses pengambilan keputusan.
Yusuf Abdillah - Senin, 10 Agustus 2026
AFC, UEFA, dan Concacaf Bersatu Tekan FIFA
Piala Dunia
FIFA Kecam Upaya Menggulingkan Gianni Infantino
FIFA mengecam keras apa yang disebut sebagai upaya terkoordinasi dan berkelanjutan untuk melemahkan organisasi sekaligus menggoyang posisi Gianni Infantino.
Yusuf Abdillah - Minggu, 09 Agustus 2026
FIFA Kecam Upaya Menggulingkan Gianni Infantino
Liga Dunia
Argentina Tidak Akan Memaksa Lionel Messi Bermain di Copa America 2028
AFA menegaskan Lionel Messi bebas menentukan masa depannya bersama Argentina, termasuk keputusan tampil atau tidak di Copa America 2028.
Arief Hadi - Minggu, 09 Agustus 2026
Argentina Tidak Akan Memaksa Lionel Messi Bermain di Copa America 2028
Piala Dunia
Infantino Kantongi Dukungan dari Amerika Selatan di Tengah Krisis FIFA
Presiden FIFA Gianni Infantino mendapat dukungan dari sejumlah tokoh sepak bola Amerika Selatan.
Yusuf Abdillah - Sabtu, 08 Agustus 2026
Infantino Kantongi Dukungan dari Amerika Selatan di Tengah Krisis FIFA
Internasional
Infantino Dapat Dukungan Penuh Afrika, CAF Jadi Sekutu di Tengah Gelombang Penolakan
Gianni Infantino mendapat dukungan penting di tengah derasnya kritik terhadap kepemimpinannya sebagai Presiden FIFA.
Yusuf Abdillah - Jumat, 07 Agustus 2026
Infantino Dapat Dukungan Penuh Afrika, CAF Jadi Sekutu di Tengah Gelombang Penolakan
Piala Dunia
UEFA Belum Cabut Ancaman Boikot Kompetisi FIFA, Abaikan Permintaan Maaf Infantino
UEFA menegaskan ancaman memboikot kompetisi-kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia, masih tetap terbuka.
Yusuf Abdillah - Jumat, 07 Agustus 2026
UEFA Belum Cabut Ancaman Boikot Kompetisi FIFA, Abaikan Permintaan Maaf Infantino
Internasional
Sukses di Piala Dunia 2026, Kanada Investasikan Rp12 Triliun untuk Olahraga
Kanada mengalokasikan investasi terbesar sepanjang sejarah senilai Rp12 triliun untuk olahraga usai Piala Dunia 2026. Dana difokuskan pada pembangunan fasilitas dan pembinaan atlet muda.
Rizqi Ariandi - Kamis, 06 Agustus 2026
Sukses di Piala Dunia 2026, Kanada Investasikan Rp12 Triliun untuk Olahraga
Piala Dunia
FIFA Minta Maaf, tapi Tetap Dukung Infantino Lanjut sebagai Presiden
FIFA resmi meminta maaf kepada seluruh asosiasi anggotanya setelah menuai kontroversi akibat proposal penjualan saham Piala Dunia melalui proyek FIFA Forward Enterprise (FFE).
Yusuf Abdillah - Kamis, 06 Agustus 2026
FIFA Minta Maaf, tapi Tetap Dukung Infantino Lanjut sebagai Presiden
Liga Dunia
Legenda Portugal Turut Desak Presiden FIFA, Gianni Infantino untuk Mundur
Gelombang tekanan terhadap Gianni Infantino terus membesar. Luis Figo ikut meminta Presiden FIFA itu segera mengundurkan diri.
Arief Hadi - Kamis, 06 Agustus 2026
Legenda Portugal Turut Desak Presiden FIFA, Gianni Infantino untuk Mundur
Bagikan